Sexi, Keras dan Kejamnya Jakarta

23 September 2016 23:59:36 Diperbarui: 24 September 2016 01:17:45 Dibaca : Komentar : Nilai :
Sexi, Keras dan Kejamnya Jakarta
gambar-monas-27-57e55e896d7a610e3a62d012

Jakarta ibarat wanita sexi dan menarik, seperti banyaknya gadis sexi di ibu kota Negara. Atau Ibarat ibu tiri ( Tidak semua ibu tiri ) yang keras dan kejam ke anak tirinya. Tapi biar sexi juga keras dan kejam, atau panasnya cuaca,macetnya jalan raya atau hiruk pikuk dan sumpeknya kehidupan, Jakarta tetap saja menarik perhatian bagi kebanyakan orang dari berbagai daerah yang ingin mengadu nasib ke Jakarta. Entah untuk jalan2, menimba ilmu pendidikan, mencari kerjaan, menjadi artis , urusan bisnis atau meningkatkan karir politik dan berbagai tujuan lainnya.

Lihat saja contohnya, Jokowi menjadi presiden setelah datang ke Jakarta untuk mengadu nasib sebagai calon Gubernur Jakarta pada Pilgub DKI 2012. Dengan modal kinerja baik dan kesederhanaan saat menjabat walikota Solo membuat Jokowi menjadi harapan baru untuk Jakarta yang baru,sebuah slogan kampanye saat Jokowi -Ahok ikut Pilgub DKI 2012.

Sebenarnya jauh sebelum Jokowi, sudah banyak individu atau tokoh terkenal yg sebelumnya tdk dikenal lebih dulu datang dan mengadu nasib di Jakarta. Datang karena tertarik keseksian dan juga rasa ingin menjinakkan atau menaklukan kerasnya ibu kota Negara. Dari kalangan artis,politisi,pebisnis atau tokoh dlm dunia preman sklipun. Lihat saja Hercules,Jhon key adalah sedikit dari sekian banyak tokoh yang berhasil menjinakkan dan menaklukan Jakarta. Mereka sebelumnya bkn siapa2 sebelum datang ke Jakarta dari Indonesia Timur, dengan modal keberanian berhasil masuk dan menjadi  juara dalam dunia ‘persilatan’ Jakarta. 

Walapun akhirnya mereka berdua’pun sekarang harus takluk dengan aparat atau tunduk pada hukum alam bahwa setiap orang ada masanya. Dan sepertinya mereka berdua juga sudah insyaf kembali ke kehidupan yang lebih tenang. Masih banyak Contoh lainnya tokoh2 yang datang ke Jakarta untuk meningkatkan ‘karir nasional’. Ada yang berhasil seperti Jokowi tapi adapula yang gagal seperti Alex Noerdin Gubernur Sumatera Selatan yang datang ke Jakarta untuk mengikuti Pilgub DKI 2012, yang akhirnya kalah dan harus pulang kampung.

Betapa kerasnya persaingan di Jakarta tetap saja menarik perhatian berbagai individu untuk mengadu nasib, seperti banyaknya tokoh nasional yang tertarik untuk bertarung dalam pilkada DKI 2017. Tapi pada akhirnya keluarlah tiga pasangan Cagub-Cawagub DKI : Ahok-Djarot, Agus Yudhoyono-Syilviana Murni, Anis Baswedan-Sandiaga Uno.

Menarik memang Agus Yudhono yang memiliki masa depan cemerlang dalam karir militer rela meninggalkan keanggotaan TNI untuk bertarung dlm Pilgub DKI 2017, atau Anies Baswedan yang levelnya Capres mau menjadi Cagub penantang Ahok. Banyak pihak yang kaget atau terkejut dan bertanya2 apa motif dua orang itu turun dalam gelanggang Plgub DKI, apakah tertarik sexinya Jakarta ? atau ingin menaklukkan keras dan kejamnya Jakarta ? karena sebagai lelaki Agus dan Anies mempunya postur tubuh yang gagah perkasa . Tapi Apapun motifnya adalah hak mereka untuk menentukan hak politiknya, dan semua pertanyaan akan motif mereka ikut serta dalam Pilgub DKI tentu akan dijawab secara normatif dengan bungkusan mensejahterakan rakyat Jakarta.

Jadi sekejam-kejamnya ibu tiri ( tidak semua ibu tiri ) lebih kejam ibu kota Negara - Jakarta. Tapi biarpun kejam tetap saja sexi dan menarik minat siapapun untuk datang merasakan dan melampiaskan segala jenis hasrat di Jakarta.

Salam,

Aris Ndeok

KOMPASIANA ADALAH MEDIA WARGA, SETIAP KONTEN DIBUAT OLEH DAN MENJADI TANGGUNGJAWAB PENULIS.
Featured Article