Potret Rakyat Indonesia yang tak mengutamakan keSELAMATan

20 Mei 2012 16:51:07 Dibaca :
Potret Rakyat Indonesia yang tak mengutamakan keSELAMATan

Suatu sore saya melewati sore di pantai dengan sahabat lama. Setelah berpisah lebih dari satu tahun akhirnya kami kembali bersua. Pantai sangat identik dengan persahabatan kami selama ini, maka tak salah kiranya jika pantai pulalah yang menjadi pilihan bagi kami untuk reuni. Waktu setempat sudah menunjukkan pukul 18.05 WIB, matahari mulai menenggelamkan dirinya lebih dalam. Ombak terus melecut pantai yang tak kunjung lari dari kejarannya. Kami segera beranjak ke mobil bermaksud untuk pulang. Di area parkir, saya layangkan mata ke arah jalanan, hingga saya menyaksikan pemandangan seperti potret di atas.  Saya segera mengabadikannya dengan handphone butut saya. Unik, ya itulah  kata pertama yang hinggap di benak saya saat itu. Potret di atas menunjukkan dua hal yakni kekurangan dan kelebihan. Kekurangan yang saya maksud adalah kekurangan tempat duduk, sehingga para penumpang dipaksakan untuk duduk di mana saja asal memungkinkan untuk sekedar melabuhkan tubuh kecilnya. Pemandangan ini kembali menjadi potret nyata dari masyarakat kita yang tidak menempatkan sesuatu sesuai dengan tempatnya. Motor yang idealnya hanya ditempati oleh seorang pengemudi dan seorang penumpang (orang yang di bonceng di belakang) justru dipaksakan untuk menampung empat orang penumpang (orang yang di bonceng). Gambar ini juga menjadi potret nyata kurangnya kesadaran masyarakat kita akan keselamatan. Selain jumlah orang yang dibonceng melebihi kuota standar, baik pengemudi dan orang yang dibonceng ternyata tidak menggunakan helm. Saya tahu bahwa lokasi di jalan tersebut tidak rentan dengan rasia namun apakah jalanan yang tidak ada polisi yang mengawasi menjadi lembek sehingga kalau jatuh tidak akan kenapa-kenapa? Sebenarnya motivasi kita pakai helm adalah untuk keselamatan kita atau justru semata untuk mengatasi ketakutan kita terhadap rasia sang polisi???? Kelebihan, ya potret tersebut juga mencerminkan kelebihan. Inilah potret kemiskinan yang memiliki kelebihan yakni kebahagiaan. Meskipun di tengah keterbatasan sarana yang ada dan ketidak amanan berkendara, hal ini tidak secuil pun menunjukkan keluhan atau penderitaaan. Wajah mereka tetap sumringah. Mereka justru memiliki semangat berlebihan untuk sekedar naik motor. Over spirit lantas tak menyurutkan niat mereka untuk tertawa dan menikmati kebahagiaan yang sejatinya hanya sesaat. Inilah potret rakyat negeriku, negara dengan sumber daya terbanyak, negeri terluas, penduduk terpadat, dan korupsi nomor satu.

Harini Rahmi

/ariname

TERVERIFIKASI (HIJAU)

Life is a process to transfer our values to others. Make ourself meaningfull anytime anywhere for all people
Selengkapnya...

KOMPASIANA ADALAH MEDIA WARGA, SETIAP KONTEN DIBUAT OLEH DAN MENJADI TANGGUNGJAWAB PENULIS.

Siapa Yang Menilai Tulisan Ini ?