HIGHLIGHT

Pantai, Sarana Saya Mendefinisikan Fine Art Photography [WPC X]

29 Juni 2012 07:06:30 Dibaca :
Pantai, Sarana Saya Mendefinisikan Fine Art Photography [WPC X]

Pantai, Sarana Saya Mendefinisikan Fine Art Photography [WPC X] Oleh : Harini Rahmi

Pantai sepertinya tak pernah memberikan kepuasan bagi saya untuk memandangnya. Bagi saya pantai bukanlah suatu objek yang cantik melainkan objek yang anggun dan menawan sehingga membuat saya ingin terus dan terus untuk menatapnya. Berbeda dengan pegunungan yang dari satu waktu ke waktu lainnya akan mengubah warna hijau menjadi kuning atau bahkan kecoklatan, pantai justru senantiasa menawan dengan  birunya laut yang tak pernah pudar. Tahun kemaren, hari ini, esok, atau lusa, pantai tetap  elok dengan nuansa birunya.

Pantai menyimpan beribu cerita yang tak henti menggugah kita untuk tertawa, terharu, bahkan romantisme penuh air mata. Pantailah menjadi sahabat yang senantiasa setia mengawani jiwa-jiwa yang berteriak atas keberhasilannya, keterpurukannya, atau bahkan nelangsanya.

13409487791277238625

Bermula dari menginjakkan kaki di pasirnya nan eksotis, diikuti dengan mata yang kemudian menatap lekat panoramanya, hingga akhirnya tangan ini tak kuasa untuk menahan barang sebentar saja untuk segera melukiskannya dengan memanfaatkan fasilitas kamera yang ada. Lewat potret saya ingin merasakan dan melihat kembali screen-screen yang tak henti bercerita dalam diamnya. Beberapa kali saya pun tersenyum, termangu, dan berdecak kagum oleh indahnya sketsa alam buah cipta Tuhan semesta alam.

13409489221701315468

WPC  yang mengenalkan saya dengan group Kampret [Kompasianer Hobi Jepret] akhirnya berhasil memaksa saya untuk kembali menelusuri hobi yang beberapa waktu sempat tertinggalkan. Dua bulan saya menjadi penyimak Weekly Photo Challege [WPC] di kompasiana akhirnya seperti ada sesuatu dalam diri ini yang terus frontal memaksa saya untuk tak semata menjadi penikmat artikel WPC. Tema WPC X, fine art menjadi momen perdana bagi saya untuk ikut meninggalkan jejak photography saya.

1340948827329225380

Hasil potret saya bisa jadi belumlah sebagus rekan-rekan KAMPRET lainnya. Namun tak akan ada buah karya yang menjadi menarik dan luar biasa jikalau tak ada kontribusi dari karya-karya yang biasa hehehe. Kecintaan saya akan pantai seperti yang sudah saya uber di bagian awal artikel ini akhirnya menjadikan pantai menjadi objek pilihan saya dalam WPC X.

13409488661086068321

Fine art photography bukanlah suatu istilah yang familiar bagi saya. Berbagai literatur telah saya bongkar untuk menjari makna sejatinya fine art photography namun tak berhasil membuat sebuah kesimpulan utuh dalam benak saya. Akhirnya saya mencoba mengartikan fine art photograpy melalui potret-potret ini.

1340948963540066546

Jika seorang pelukis menjadikan lukisan sebagai sarana untuk mengekpresikan seni yang dimaknainya, maka bagi saya photo adalah sarana yang saat ini terjangkau bagi saya untuk mendefinisikan seni.

1340948998579406382

Melalui penelusuran saya, saya memahami fine art photography sebagai photo-photo yang mampu mengintegrasikan seni dalam objek yang berhasil ditangkapnya. Fine Art Photography tak sekedar enak dilihat tetapi harus lihai dalam bertutur cerita dalam diamnya.

1340949030653956040

Potret yang saya sajikan dalam artikel ini mengambil dua tempat dalam waktu yang berbeda. Photo pertama dan yang terakhir saya ambil di pantai Padang, sedangkan sisa photo lainnya saya bidik dari panorama pantai Gandoriah yang berlokasi di Pariaman, Sumatera Barat.

13409490811980948282

Pantai Padang mungkin sudah acap kali dituliskan dalam banyak artikel di kompasiana, namun untuk pantai Gandoriah saya yakin tempat wisata yang satu ini masih cukup awam bagi banyak orang, tak saja sahabat dari luar Sumatera Barat, bahkan di masyarakat Minang sekalipun tempat ini masih belum begitu popular.

1340949123786236937

Tempat ini sangat eksotis dan layak untuk direkomendasikan sebagai destinasi wisata Indonesia. Cerita lebih lanjut mengenai pantai yang memukau ini akan saya ulas dalam artikel tersendiri dalam waktu dekat ini. Semoga hasil jepretan saya ini mampu mendapatkan tempat di WPC X khususnya dan warga kompasiana pada umumnya.

Saya memang tidak punya kamera yang bagus seperti pecinta photography umumnya, namun saya yakin bahwa ketidakberpunyaan bukanlah alasan apalagi batasan bagi saya untuk mengabaikan kecintaan saya dalam photography. Meski lewat kamera sederhana, saya yakin kita tetap akan mampu berkarya meski bukan sesuatu yang luar biasa tapi saya percaya bahwa setiap jepretannya tetaplah ISTIMEWA, setidaknya bagi kita yang memotretnya. So, tidaklah dosa kiranya jikalau mengagumi karya sendiri.

13409491741868572286

Panorama sunset ini menjadi penutup artikel saya kali ini namun bukan menjadi akhir dari tarian jemari saya di WPC, apalagi kompasiana. Photo dan tulisan adalah sarana saya untuk mengekpresikan diri.  Lewat tulisan saya bercerita, melalui photo saya berharap mampu membagi rasa.

13409495161222969215

Bagi sahabat yang ingin menikmati karya sahabat kampretos lainnya, maka dapat mampir ke WPC X : Fine Art Photography.

Harini Rahmi

/ariname

TERVERIFIKASI (HIJAU)

Life is a process to transfer our values to others. Make ourself meaningfull anytime anywhere for all people
Selengkapnya...

KOMPASIANA ADALAH MEDIA WARGA, SETIAP KONTEN DIBUAT OLEH DAN MENJADI TANGGUNGJAWAB PENULIS.

Siapa Yang Menilai Tulisan Ini ?