Mendarat di Tengah Hutan Belantara Kalimantan

21 Mei 2013 14:58:07 Dibaca :
Mendarat di Tengah Hutan Belantara Kalimantan
-

-

Penerbangan ini terasa sangat lama, dan Mayasari semakin ngaco omongannya. Kupikir ia sudah lepas dari pengaruh alkohol, tapi sepertinya ia masih mabuk berat.

"Hahaha... lihatlah wajahmu yang sungguh lucu.... Begitu kenyamananmu terusik, kamu langsung ketakutan, hahaha.... Kalau kamu menderita seperti aku, apakah kamu masih bisa memuja-muja Tuhan yang kamu banggakan itu. Kamu menyembah Tuhan dalam suasana serba manis serba kecukupan serba mudah, penuh kenyamanan, apakah kamu juga masih mau dengan sukarela menyembah Tuhan ketika hidupmu penuh kepahitan sepertiku," suara Mayasari bagaikan geledek yang menendang gendang telingaku. Dia terus ngoceh ngalor-ngidul memperolok-olokku. Dia seperti kerasukan ruh jahat. "Kamu bicara tentang Tuhan. Apa itu Tuhan. Kemana Dia ketika aku disekap dan diperkosa Handoko. Kupanggil-panggil namanya agar menolongku, Dia tidak datang. Persetan dengan Tuhan, omong kosong saja itu, hahaha...." Kuucap istighfar terus-menerus dalam hati, berharap Mayasari tidak berubah jadi monster. 'Ya Tuhan, jangan Engkau sesatkan aku setelah Engkau tunjukkan jalan padaku,' batinku memohon. Lambat laun suara Mayasari melemah kemudian tubuhnya terkulai rebah di lantai. Kenapa dia. Dengan perasaan takut, kudekatkan telunjukku ke hidungnya. Dia masih bernapas. Beberapa menit kemudian helikopter mendarat di sebuah tempat, semacam basecamp yang kemudian kuketahui adalah di tengah hutan belantara Kalimantan. Pilot itu membopong tubuh Mayasari, membawanya ke sebuah klinik kecil. Dua orang pria menyambutnya dan segera memberikan perawatan pada Mayasari. Pilot itu kupikir usianya tidak terpaut jauh dari Handoko. Belakangan kutahu pilot itu bernama David. Ia menyebut Handoko adalah musuhnya. Mereka terlibat konflik perebutan hak pengusahaan hutan (HPH). HPH Handoko berdekatan dengan HPH milik David. Handoko sering melanggar batas dan membabat kayu-kayu milik David, maka terjadilah sengketa.

"Handoko itu preman. Ia main mata dengan pejabat korup untuk mendapatkan izin dan semena-mena merampok wilayah saya," kata David emosional.

Suatu hari David bertemu Handoko yang mengajak serta Mayasari. Pertemuan yang dimaksudkan untuk menyelesaikan pertikaian itu berakhir pada jalan buntu, karena ternyata Handoko mengingkari kesepakatan. Pada saat itu menjelang berakhirnya pertemuan, Handoko entah kenapa tiba-tiba menampar Mayasari. David melihat itu semua dan ia mencium adanya gelagat tidak baik. David akhirnya tahu Mayasari tak lebih dari budak atau tawanan Handoko. "Saya bersimpati padanya, ingin menolongnya, membebaskannya," tutur David. "Mayasari sudah lama tertekan. Ia melarikan diri ke minuman keras dan juga drugs," lanjutnya. Aku bingung. Mayasari disekap, bagaimana ia mendapatkan drugs. Tentu ada mata rantai cerita yang terputus, mata rantai cerita yang tidak kuketahui secara utuh. Kupikir David adalah orang yang dikirim Tuhan untuk menolong Mayasari.

David merencanakan pembebasan Mayasari di malam perayaan ulang tahun di presidential room di hotel bintang lima itu. David membajak helikopter milik Handoko, menarik pilot Handoko ke dalam perusahaannya. Sebelumnya, David juga sudah sering mengajak penebang pohon di wilayah Handoko, dengan iming-iming gaji lebih tinggi. Hal demikian menambah kebencian Handoko pada David, dan perseteruan mereka semakin sengit.

Namun tampaknya David bernyali sangat tinggi. Ia berani mengambil risiko besar untuk membebaskan Mayasari.

Sementara itu di Jakarta pada waktu bersamaan terjadi kehebohan. Melalui Fedy kudapat kabar Handoko dilarikan ke rumah sakit karena keracunan dalam pesta ulang tahun Mayasari yang kacau-balau itu.

Istri Handoko yang melabrak ke hotel itu berteriak-teriak histeris mendapati suaminya terjatuh dan muntah-muntah.

Handoko sekarang kondisinya kritis.

Fedy meminta bicara dengan David. Kuberikan telepon genggamku pada David.

“Fedy ngomong apa, Pak?” tanyaku pada David.

“Dia memintaku untuk menjagamu.”

***

Arimbi Bimoseno

/arimbibimoseno1

TERVERIFIKASI (HIJAU)

Keep calm and write a novel http://arimbibimoseno.com
Selengkapnya...

KOMPASIANA ADALAH MEDIA WARGA, SETIAP KONTEN DIBUAT OLEH DAN MENJADI TANGGUNGJAWAB PENULIS.

Siapa Yang Menilai Tulisan Ini ?