Arif Rochman
www.kompasiana.com/arifrochman

Komite dan Guru Pendidikan Agama Islam (PAI)SMK Ma'arif 2 Gombong, Kebumen, Jateng. Mahasiswa S.2 Pasca sarjana Magister Pendidikan Islam (M.Pd.I)Universitas Sains Al- Qur'an (UNSIQ)Jawa Tengah di Wonosobo. Pemerhati masalah Politik,Sosial, Pendidikan, Hukum, Budaya, dan Wacana- wacana Ke- Islam- an, Hubungan antar agama, Mutikulturalisme. Penceramah dan Motivator progresif. Aktivis Muda Nahdlatul Ulama (NU)
Kompasianer sejak:
17 March 2013
Tulisan : 11 artikel
Komentar : 5 tanggapan
twitter icon Twitter Kirim Pesan
facebook icon Facebook Jadikan Teman
Google+ Laporkan
Rubrikasi
Arsip Tulisan s
Terbaru

Novel

Tuhan-Ku dan Hidup Berkah

TUHAN- KU dan HIDUP BERKAH Tuhan walaupun uang yang aku miliki hanya sedikit, tetapi engkau memberikan kesehatan kepada diriku, istriku, anakku dan keluargaku sehingga saya tidak ...

REP | 4 June 2013 00:06

79   0   dibaca 1

Hukum

Penegakan Hukum dan Keteladanan Aparatnya

PENEGAKKAN HUKUM dan KETELADANAN APARATNYA Penegakan hukum yang harus dilakukan adalah penegakan hukum tanpa pandang bulu siapapun yang bersalah, siapapun yang melanggar harus dihukum. Aparat penegak ...

REP | 3 June 2013 23:38

176   3   dibaca 0

Politik

Pembatasan Masa Kepemimpinan dan Regenerasi

PEMBATASAN MASA KEPEMIMPINAN dan REGENERASI Pembatasan masa kepemimpinan memang harus mutlak dari sebuah institusi atau lembaga, atau organisasi apapun, jika tidak ingin organisasi tersebut hancur atau ...

OPINI | 19 May 2013 22:35

208   0   dibaca 0

Edukasi

Berbuat Baik dengan Mertua

Mertua memiliki jasa yang sangat besar pada diri kita, karena mertualah yang menjadikan dan menyebabkan diri kita memiliki sebuah keluarga. kita sedikit merenung bahwa mertualah ...

OPINI | 29 March 2013 14:59

237   0   dibaca 0

Edukasi

Konsep Pendidikan Sufistik Abdurrahman Wahid

BAB  I A.  Latar Belakang Masalah Abdurrahman Wahid atau yang akrab dan lebih dekenal sebagai Gus Dur ini merupakan sosok seorang tokoh yang banyak memiliki berbagai macam sebutan dan julukan yang masing- masing memiliki kualitas yang menonjol dari mulai seorang Pemimpin organisasi besar NU, Politisi, aktivis LSM, Kolumnis, Budayawan, Pengamat sosial, sampai pengamat sepak bola. Semua hampir terdapat pada diri Gus Dur. Dari masing- masing yang melekat pada diri Gus Dur hampir- hampir bisa dikatakan memiliki kualitas yang mendalam. Sebagai contoh sebagai seorang praktisi politik Gus Dur menempati posisi yang berpengaruh dalam peta politik yang ada di negeri ini, dimulai sebagai ketua Dewan Syuro PKB sampai menjadi seorang Presiden Indonesia. Sebagai seorang budayawan Gus Dur juga mampu memberikan berbagai analisa- analisa dan wacana- wacana kebangsaan yang menjadi perhatian elemen Bangsa, sebagai seorang Cendekiawan Muslim atau Ulama Gus Dur mampu memberikan tafsir dan nilai- nilai pencerahan didalam kehidupan beragama, seperti halnya bagaimana Agama (Islam) harus bisa saling toleran, menghormati dan menghargai didalam pergaulan, bermasyarakat dan berbangsa antar seagama dan antar umat beragama. Nilai- nilai keberagaman dan perhatian Gus Dur dalam kehidupan umat manusia menjadi cerminan sosok Gus Dur yang mendekati utuh sebagai seorang hamba Tuhan yang mendapatkan amanah sebagai seorang pemimpin (Kholifah fil ard), sebagaimana memang disebutkan dalam ayat Al- Qur’an bahwa setiap orang adalah pemimpin (Kholifah), yang harus kita tafsiri sebagai pemimpin dirinya sendiri, pemimpin untuk keluarga, pemimpin masyarakat, atau pemimpin bangsa. Peran Gus Dur di masyarakat lebih dikenal sebagai seorang Pemimpin sebuah orgnisasi besar NU, Presiden (mantan) ke 4, Tokoh Politik, Budayawan, aktifis LSM, pembela golongan minoritas dan Tokoh Ulama. Dari sekian apa yang ada pada diri Gus Dur hampir bisa dikatakan merata, namun yang paling menonjol adalah sebagai seorang Tokoh Politik dan Tokoh Agama. Dalam Proposal Tesis ini penulis berupaya untuk menjelaskan Konsepsi Pendidikan Sufistik dalam perannya sebagai seorang Tokoh Agama. Menjelaskan Gus Dur dari sisi aktifitas peranan perhatian Gus Dur dalam bidang politik, wacana kehidupan bernegara dan berbangsa, wacana kehidupan beragama, wacana- wacana  penyegaran kehidupan beragama adalah hal yang biasa dilakukan oleh para peneliti, namun menjelaskan Gus Dur dari sisi kehidupan spiritualitas kesufian dalam pandangan penulis belumlah ada yang secara sungguh- sungguh secara mendalam untuk menjelaskannya dalam sebuah karya yang utuh, maka untuk itu pada kesempatan ini penulis ingin menjelaskan sisi Sufistik tindakan Gus Dur yang berimplikasi pada aspek nilai- nilai Pendidikan Sufistik. Ada beberapa alasan mengapa penulis meneliti permasalahan ini, diantaranya adalah: Pertama, Gus Dur adalah tokoh besar dengan gagasan besar, dengan sendirinya dia merupakan sosok yang layak untuk dikaji karena pikirannya dan tindakannya menjadi bahan perbincangan dan wacana yang selalu menarik perhatian publik. Kedua, sebagai seorang yang menjadi pelaku sejarah dari kehidupan beragama (islam) yang menempati posisi sentral dalam masanya, bahkan sampai akhir hidupnya, yang banyak memiliki pengikut dan pendukung (Jama’ah). Ketiga, sebagai seorang tokoh agama yang bergaul dan berkecimpung dalam banyak sektor kehidupan. Peran Gus Dur yang luas itulah sehingga Gus Dur banyak memiliki para sahabat, pendukung, dan pengikut yang tersebar dimana- mana yang jelas secara otomatis banyak diikuti dan ditiru oleh para pengikutnya baik dalam sikap maupun dalam berpikir, sehingga Gus Dur mendapatkan julukan sebagai seorang Guru Bangsa yang secara langsung atau tidak langsung mempengaruhi dan mendidik umatnya agar menjadi manusia yang baik dan benar. Disamping peran Gus Dur yang luas dalam kehidupan berbangsa baik nasional maupun internasional, sejatinya Gus Dur merupakan seorang Pendidik, namun peran sebagai seorang pendidik kurang begitu disorot oleh media sehingga Gus Dur lebih dikenal sebagai seorang Tokoh Politik, Tokoh Agama, Pejuang Demokrasi, dan lain sebagainya. Sedangkan penelitian ini mencoba untuk mengungkap peran Gus Dur sebagai seorang Pendidik dimana awal karir Gus Dur dimulai, baik Pendidik secara formal maupun kultural sebagai seorang Guru maupun Kyai yang harus mendidik Umatnya. Penelitian ini mengkonsentrasikan pada pembahasan Konsep Pendidikan Sufistik Abdurrahman Wahid. B.  Rumusan Masalah Abdurrahman Wahid lebih dikenal sebagai seorang Tokoh Politik, Tokoh Agama, Pemimpin Organisasi, Pejuang Demokrasi dan lain sebagainya. Namun peran Gus Dur dalam wilayah Pendidikan kurang begitu disorot oleh khalayak, apalagi khususnya dalam wilayah pendidikan Tasawuf dan lebih dikenal sebagai halnya diatas yang sudah penulis sebutkan. Untuk itu penulis mencoba untuk merumuskan peran Gus Dur dalam wilayah Pendidikan Sufistik: 1. Bagaimana Biografi Abdurrahman Wahid. 2. Menjelaskan esensi nilai- nilai pendidikan Sufistik dari sikap dan pemikiran dan perbuatan. 3. Apakah Abdurrahman Wahid memiliki peranan yang signifikan dalam mendidik Masyarakat untuk beragama yang baik dengan menerapkan nilai- nilai ke- sufi- an yang menjadi esensi agama Islam. 4. Sikap dan tindakan serta pemikiran seperti apa yang mengandung nilai- nilai pendidikan sufistik dari Abdurrahman Wahid. 5. Sejauh mana tingkat pengaruh pendidikan kesufian Abdurrahman Wahid dalam kehidupan beragama pada Umat Islam. C.  Tujuan Penelitian Tujuan penelitian ini adalah sebuah upaya untuk menganalisa, menggambarkan dan menjelaskan keterlibatan peran, sikap- sikap dan pemikiran Abdurrahman Wahid dalam Pendidikan Sufistik kepada umat Islam. Beberapa tujuan dari penelitian ini akan penulis jabarkan menjadi sebuah bentuk pernyataan sebagai berikut: 1. Menjelaskan peranan Abdurrahman Wahid dalam nilai- nilai Pendidikan Sufistik. 2. Menjelaskan sikap- sikap dan pemikiran Abdurrahman Wahid yang mengandung nilai- nilai pendidikan Sufistik 3. Mengetahui sejauh mana pengaruh Abdurrahman Wahid dalam nilai- nilai Pendidikan Sufistik. 4. Menjelaskan Abdurrahman Wahid bukan hanya saja sebagai seorang Tokoh Politik, Tokoh Agama, Tokoh Demokrasi dan simbol lain yang melekat pada dirinya, namun juga yang lebih penting dalam penelitian ini adalah menjelaskan Abdurrahman Wahid sebagai seorang Pendidik umat yang mengajar dan mendidik umat dengan sikap dan pemikiran nilai- nilai sufistik. D.  Manfaat Penelitian ...

OPINI | 29 March 2013 06:22

727   0   dibaca 0

Sosbud

Niat Sekolah dan Niat Kuliah

NIAT SEKOLAH dan NIAT KULIAH Sejatinya yang namanya kita sedang sekolah atau kuliah, substansinya adalah sama yaitu salah satu cara untuk menuntut ilmu. Sekolah/ Kuliah dimanapun ...

OPINI | 28 March 2013 05:07

126   0   dibaca 0

Edukasi

Metamorfosis Kuwalitas Pribadi

METAMORFOSIS KUWALITAS PRIBADI Menjadi manusia yang baik dan berkualitas itu adalah manusia yang selalu melakukan prosesi metamorfosis kualitas pribadi baik itu dari segi pemikiran, keimanan ...

REP | 27 March 2013 09:04

200   0   dibaca 0

Sosbud

Bijaksana untuk Menjadi Dewasa

UMUR dan KEDEWASAAN dan BIJAKSANA Sahabat sekalian perlu kita perhatikan, bahwa yang namanya sikap kedewasaan seseorang bukan hanya ditentukan oleh umur saja. banyak kita menjumpai seseorang ...

REP | 27 March 2013 03:13

182   0   dibaca 0

Edukasi

Hukum Kita yang Transaksional

HUKUM dan TRANSAKSI HUKUM Sekarang ini Indonesia dilanda krisis Hukum (Crisis of Law) hal tersebut dibuktikan dengan banyaknya para aparat penegak hukum yang melakukan penyelewengan Hukum ...

OPINI | 25 March 2013 05:35

98   0   dibaca 0

Manajemen

MANAJEMEN SUMBER DAYA MANUSIA GURU PENDIDIKAN AGAMA ISLAM

strong>SUMBER DAYA MANUSIA DALAM PENINGKATAN PROFESIONALITAS GURU PENDIDIKAN AGAMA ISLAM Makalah ini disusun untuk memenuhi tugas Semester 3 (Tiga) mata kuliah Manajemen Sumber Daya Manusia Guru ...

OPINI | 20 March 2013 21:31

1574   4   dibaca 0

Subscribe and Follow Kompasiana: