HIGHLIGHT

Mengubah Sepeda Biasa menjadi Sepeda Statis dalam 30 detik

17 Desember 2011 00:17:50 Dibaca :

Ya, anda tak salah baca dan saya tak salah tulis. Anda bisa mengubah sepeda biasa anda menjadi sepeda statis seperti yang ada di tempat-tempat fitnes hanya dalam 30 detik. Malah bisa kurang.

Syaratnya, anda harus memasang "jalu" atau extended As di roda belakang sepeda anda, dan anda harus punya alat penemuan terbaru saya ini.

Sebenarnya bersepeda ria bersama kawan-kawan menghirup udara segar pedesaan sambil menikmati pemandangan alam adalah cara bersepeda yang paling baik.

Namun demikian ada sebagian dari kawan-kawan goweser yang terkadang merasa malu jika kegantengan ataupun kecantikannya terekspos, ingin bisa bersepeda ria di rumah sambil menonton tv dan menyembunyikan kegantengan/kecantikan dirinya.

Bagi yang berkantong tebal, anda bisa membeli sepeda statis "beneran" dengan merogoh kocek sekitar 1,5-2 juta rupiah. Namun bagi anda yang berkantong doraemon seperti saya, terpaksa harus memutar otak agar bisa menikmati fasilitas memutar dengkul dan pedal di rumah seperti ini.

Pertama kali saya membayangkan stander sepeda yang akan saya buat adalah mirip dengan stander sepeda biasa model U, hanya lebih besar dan kuat. Namun setelah dirancang-rancang dan disimulasikan, ternyata hasilnya tidak seperti yang diharapkan-tidak stabil dan ribet dalam pemasangan.

(Percobaan nomer 1 = fail)

Kembali saya berkutat dengan pensil dan kertas. Membuat banyak model. Setelah puluhan model saya rancang, baru saya sadari, ternyata desain - desain yang saya buat itu terlalu futuristik-mendahului jaman-dan kantong. Sulit diwujudkan secara nyata oleh teknologi dan SDM tukang Las yang ada saat ini.

(Percobaan nomer 2 – percobaan nomer banyak = pending)

Terpaksa saya mendegradasi pemikiran, membuat semacam prototype, yang penting fungsi dan manfaatnya didapat. Bisa dengan mudah dibuat secara nyata oleh tukang Las.

Yapz, beginilah hasilnya.

Desain kaku menggunakan pipa berat berdiameter 1 inchi. Stabil, kokoh, kuat, dan praktis dalam pemasangan maupun pelepasan.

Untuk mengatur beban, sementara ini masih memanfaatkan rem sepeda - dengan memutar baut dipangkal rem untuk menahan tahanan secara stationer, atau tarik saja tuas rem untuk menahan tahanan secara bebas. Aduh, berbahasa memang gampang-gampang susah, koleksi kosakata yang saya miliki sangat terbatas.

Analoginya, menarik tuas rem itu bagaikan anda menekan tombol shift pada keyboard, tetapi memutar baut pada pangkal rem itu bagaikan anda menekan tombol capslock pada keyboard.

Paham kan yang ingin saya sampaikan?

Kelemahannya, hal ini akan menyebabkan masa pakai kanvas rem lebih pendek, kedepan akan saya buat sistem yang lebih baik. Namun untuk saat ini, saya kira pemanfaatan rem adalah jalan yang paling praktis dan ekonomis.

Anda tertarik? Jangan mencoba membuat sendiri dengan memanfaatkan ide saya ini yaa.. beli dari saya saja itu lebih baik. hehehe.. Untuk anda yang budiman, saya kasih harga 300 ribu saja wis.. Cukup murah kan?

:-P

Kunjungi juga ide-ide  tak penting saya yang lain :

- Membuat sendiri Shampo Sachet Case

- Membuat Sendiri Kaos Unik

- Membuat Sendiri Dispenser Sirup

- Desain Lemari yang Praktis

- Membuat Sendiri Jam untuk Motor

Selamat pagi dan selamat berakhir pekan. Open up your heart n let's the sunshine in.. ^_^

Ingat, bayarlah tagihan listrik anda sebelum tanggal 20 setiap bulannya.

Ar Dhisa

/ardhisa

TERVERIFIKASI (HIJAU)

I'am a boy...
yes... boy, notyet a man..
but, don't call me "boy", coz it's not my name.
hahahah... :-D
saya ga' suka baca, apalagi nulis.. sukanya makan mie ayam di warungnya Pak Kumis.
Tidak punya catatan kriminal, paling cuma beberapa surat tilang karena ga' sengaja nglanggar overboden.
-Anda merasa foto saya kebalik? bukaan.. sebenarnya, andalah yg kebalik..-

Selengkapnya...

KOMPASIANA ADALAH MEDIA WARGA, SETIAP KONTEN DIBUAT OLEH DAN MENJADI TANGGUNGJAWAB PENULIS.

Siapa Yang Menilai Tulisan Ini ?