HIGHLIGHT

Membangun Stadion dalam Skala Prioritas

26 September 2012 04:44:52 Dibaca :

Janji telah terucap. Jokowi siap membangun stadion untuk Persija Jakarta. Kalau benar terlaksana, rasanya Persija adalah klub pertama di Indonesia yang memiliki stadion sendiri.

Lain Jakarta, lain pula di Madura. Persepam yang baru lolos ke Indonesia Super League lebih gila lagi. Tidak tanggung-tanggung, 4 stadion akan dibangun guna menyambut kiprah Persepam di kasta tertinggi ISL tersebut. Secara bergilir, 4 stadion yang terletak di kabupaten berbeda di Pulau Madura akan didaulat sebagai tempat diselenggarakannya pertandingan ketika Persepam menjadi tuan rumah.

Pentingkah memiliki stadion bagi sebuah klub? Di Eropa, benua yang liga sepakbolanya sudah baik, tidak sedikit klub yang masih menyewa stadion ke Pemerintah Daerahnya. Lihat saja AC Milan dan Inter Milan yang selalu berbagi stadion.

Jika dihitung-hitung, penggunaan stadion tidak oleh sebuah klub tidak terlalu banyak. Dalam 1 musim kompetisi, tim ISL akan menjadi tuan rumah sebanyak 17 kali dan IPL sebanyak 15 kali (jika benar IPL dihuni 16 tim nantinya). Sisanya pertandingan dilakukan di kandang lawan. Artinya, dalam setahun, stadion hanya dipakai 17 kali. Okelah kita tambahkan dengan latihan H-1 untuk menyesuaikan diri dengan kondisi lapangan. Artinya stadion hanya dipakai 34 kali dalam setahun.

Jika mau dicari-cari lagi, mungkin bakal ada penggunaan di kompetisi Piala Indonesia. Dari babak play-off sampai final (itupun kalau memang sampai final), paling hanya ada 5-7 babak. Artinya ada penambahan 14 hari pemakaian (7 babak x 2 hari (hari pertandingan & latihan H-1). Total 48 hari.

Anggap juga, klub tersebut berkiprah di AFC cup atau AFC Champions League. Artinya ada tambahan sekitar 14 hari lagi pemakaian yang terdiri dari 3 kali laga di fase grup, pertandingan per delapan final, perempat final, semifinal, dan final. Total 62 hari.

Anggap juga ada pertandingan pre-season atau persahabatan ketika off season. Jika ditotal-total, tidak akan sampai 4 minggu. Artinya ada tambahan lagi 28 hari. Jadi total hanya 90 hari pemakaian stadion dari 365 hari yang ada dalam setahun !

Betapa mubazirnya sebuah klub bila memiliki stadion megah, hanya dipakai 90 hari dalam 365 hari? Padahal klub juga harus menyediakan anggaran untuk pemeliharaan yang pasti tidak murah.

Lalu di mana klub harus berlatih harian jika bukan di stadion? Jawabannya ya di lapangan biasa saja. Tim nasional Indonesia saja hanya menggunakan lapangan ABC di Senayan untuk latihan sehari-hari, bukan lapangan di dalam Gelora Bung Karno.

Ketimbang stadion, lebih baik klub memiliki pusat pelatihan. Sebidang tanah yang terdiri dari 3-6 lapangan sepakbola, dilengkapi dengan pusat kebugaran, dan mess pemain. Tentu ini lebih bermanfaat. Secara perawatan juga tentu masih jauh lebih murah merawat 6 lapangan sepakbola ketimbang 1 stadion.

Seingat saya hanya Pelita Jaya dan Harimau Tapanuli yang memiliki fasilitas selengkap ini. Pelita Jaya pun mungkin tidak memanfaatkannya secara optimal karena fasilitas ini adanya di Sawangan, Depok, sementara klubnya saat ini ber-home base di Karawang (mungkin sebentar lagi pindah lagi ke Malang?).

CS Vise milik Bakrie yang hanya menempati divisi bawah di Liga Belgia saja punya fasilitas ini. Maka sudah sewajarnya klub yang menjadi sorotan utama di liga teratas Indonesia pun mulai memikirkan fasilitas ini. Bukannya justru memenuhi nafsu untuk memiliki stadion sendiri.

Rae Arani

/aranigr

There's nothing new under the same sun.
Selengkapnya...

KOMPASIANA ADALAH MEDIA WARGA, SETIAP KONTEN DIBUAT OLEH DAN MENJADI TANGGUNGJAWAB PENULIS.

Siapa Yang Menilai Tulisan Ini ?