Terima Kasih Sudah Membenciku...

06 Agustus 2012 22:59:48 Dibaca :

Ternyata tak selamanya niat baik seseorang akan di terima dengan baik pula oleh seseorang lainnya,padahal segala sesuatu yang sudah menjadi niat saja sudah bisa di kategorikan sebagai perwujudan dari perbuatan.

Niat baik,menurut orang-orang tua dulu,walau masih di dalam hati saja sudah di catat oleh malaikat,begitupun sebaliknya. Niat tidak baik juga mendapat penilaian dari malaikat.

Apalagi niat tersebut sudah benar-benar di wujudkan dalam bentuk nyata,meski tanpa suara,toh gerak tangan maupun body language lainnya sudah mewakili niat menjadikannya wujud nyata dalam perbuatan.

Mengapa masih ada manusia yang enggan menerima itikad baik seseorang terhadap dirinya?

Hanya Tuhan dan manusia itu sendiri yang bisa menjawabnya,karena seseorang harus mempunyai alasan yang cukup untuk membenci,bukan melalui trend lantas ikutan membenci tanpa mengetahui apa dan siapa yang kita benci.

Tanpa kita tahu,kadang seseorang menyimpan track record kita selama menjadi manusia dan mengemasnya menjadi kebencian versi dirinya sendiri,walau hanya mengenal beberapa jam bahkan beberapa detik,seseorang akan dengan mudahnya menjustifikasi kita itu apa,kita itu siapa.

Karena sudah sejak awal orang itu sudah menaruh syak wasangka,apapun yang kita perbuat atau yang kita ucap,meski di kemas dengan kebaikan yang tulus,tetap saja rasa benci itu takkan mampu menutupinya.

Jadi apapun kekurangan saya,terima kasih sudah diam-diam membenciku...

.

Salam Kereria...

Arke

/ar48k3r3

TERVERIFIKASI (HIJAU)

2 + 2 = 5 ?
Selengkapnya...

KOMPASIANA ADALAH MEDIA WARGA, SETIAP KONTEN DIBUAT OLEH DAN MENJADI TANGGUNGJAWAB PENULIS.

Siapa Yang Menilai Tulisan Ini ?