Mabok Ala Timur Tengah (?)

29 Mei 2012 17:25:16 Dibaca :
Mabok Ala Timur Tengah (?)
Suasana di salah satu Club Shisha di jakarta. Gambar copas dari facebook teman.

Ngomong-ngomong soal mabok,pasti konotasinya langsung menjurus ke arah minuman beralkohol,ya...karena alkohol memang identik dengan minuman keras,atau malah ke Narkoba? Padahal alkohol maupun jenis Narkoba tertentu juga mempunyai peran dalam dunia medis,banyak manfaat dari dua jenis zat yang di haramkan dalam Islam tersebut. Alkohol sendiri sering di manfaatkan sebagai Antiseptik,bahkan menurut para ahli medis Alkohol adalah jenis antiseptik yang berpotensi. Cara kerja Alkohol adalah menggumpalkan protein,struktur sel yang penting pada kuman,sehingga kumanpun mati. Begitu juga Povidon Lodi atau Betadine,yang kadang di campur dengan solusi alkohol,biasanya di gunakan untuk membersihkan kulit sebelum operasi. Tapi di tangan para peracik minuman keras,alkohol bisa menjadi zat yang berbahaya,bagi sebagian pecandu minuman keras oplosan,memang serasa ampuh untuk bermabuk ria,padahal tanpa di sadari,dengan pengkonsumsian secara berlebih bisa membahayakan,bahkan mematikan. Di Arab Saudi,negara kerajaan dengan hukum Islam yang sangat tegas dan tak kenal kompromi dengan kriminal ini,ternyata masih juga kecolongan oleh praktek pengoplosan miras. Kebanyakan para aktor pengoplos miras ini adalah pendatang dari India,Philipina,atau afghanistan dan mesir. Alkhamdulillah sampai detik ini saya belum pernah dengar ada pengoplos atau penjual miras gelap dari Indonesia,berarti aman. Koq jadi ngomongin Alkohol sih,perasaan si Alkohol nggak pernah mengguncingkan diriku? Tapi ada alternatif untuk sedikit bermabuk ria ala Saudi dan di jual bebas,yaitu dengan Shisha,sejenis rokok ala timur tengah yang menggunakan Bong dan pipa lentur panjang sebagai alat hisap. Bagi sebagian warga Saudi yang kolot,terutama Muttowa (Ulama),rokok di anggap haram termasuk Shisha,kalo setahu saya sih makruh karena Kiai saya di Indonesia juga seorang perokok. Tapi tahukah anda,jika banyak orang Saudi yang merokok bahkan rokok khas ala timur tengah atau Shisha' yang cenderung memabukkan. Shisha' adalah rokok khas Timur Tengah yang sudah ada sejak ratusan tahun lalu dan sudah menjadi budaya di timur tengah. Dengan aroma khas buah-buahan dan wewangian bunga,dengan berbagai macam rasa buah yang di tawarkan dan harganyapun relatif terjangkau. Yang lumayan mahal adalah alat perlengkapan Shisha' atau Bong ini,yang terdiri dari berbagai ukuran dan variasi bentuk serta coraknya. Kalo punya saya kebetulan yang agak gede,waktu beli dua tahun kemarin harganya 350 SAR. Untuk rasa buah yang paling di gemari adalah rasa apel dan strawberry,dua rasa ini di samping enak di mulut,juga aromanya yang khas mampu mengharumkan seisi ruangan,kalo yang rasa bunga-bungaan saya belum pernah mencoba dan jangan heran,dengan aromanya yang khas baunya bisa tercium sampai 30 an meter . Ada beberapa klub Special untuk menikmati Sissya,salah satunya yang pernah saya kunjungi terletak di pinggir Mecca road,cuma nggak saya ambil gambarnya,karena waktu itu hanya di ajak sama teman,nggak bawa kamera lagi. Kalo di Indonesia sendiri terutama di kota-kota besar sudah banyak di jumpai klub special khusus Shisha' ini terutama di Jakarta . Penikmat Shisha akan mendapatkan sensasi berbeda dari asap rokok biasa,karena aromanya yang sangat khas,dan bisa membuat penikmatnya kecanduan lho. Pernah satu kali saya yang kehabisan rokok,mengalihkannya dengan cara menghisap Sisha,butuh dua jam lebih untuk menghabiskan tembakau buah jika di hisap sendirian,dan tentunya mabok. karena itu menikmati Shisha memang enaknya beramai-ramai,di samping porsinya pas,juga bisa mempererat tali persaudaraan . Tapi jangan salah,menurut salah satu Dokter yang saya kenal,Shisha itu ternyata lebih berbahaya,di samping membuat kecanduan,juga berpengaruh pada otak,perbandingannya satu hisapan Shisha sama dengan 31 batang rokok...! Penasaran ingin mencoba...,makanya beli dong??? Salam Kereria...

Arke

/ar48k3r3

TERVERIFIKASI (HIJAU)

2 + 2 = 5 ?
Selengkapnya...

KOMPASIANA ADALAH MEDIA WARGA, SETIAP KONTEN DIBUAT OLEH DAN MENJADI TANGGUNGJAWAB PENULIS.

Siapa Yang Menilai Tulisan Ini ?