HIGHLIGHT

Inilah Wawancara TKW Kasus Pembunuhan Anak Kecil yang Terlewatkan

06 Oktober 2012 08:02:24 Dibaca :

Setelah membaca dan menyimak dua buah tulisan yang memberitakan tentang pembunuhan anak kecil berusia 4 tahun yang di lakukan oleh TKW asal Indonesia di Arab Saudi, saya kok merasa janggal dengan dua tulisan tersebut.

Di mana dalam dua artikel yang di tulis oleh Kompasianer Nining serta Kompasianer Jiddan, hanya menceritakan tentang kasus pembunuhannya saja dan perasaan mereka yang merasa shock dengan kejadian tersebut.

Padahal dalam artikel yang di tulis Kompasianer Jiddan, di situ di unggah cuplikan sebuah video yang berisi wawancara dari media Saudi dengan tersangka. Tapi artikel tersebut tidak menjelaskan secara jelas isi percakapan dalam wawancara yang di siarkan oleh saluran televisi Arab Saudi MBC1 yang mungkin kurang di pahami oleh sebagian pembaca Kompasiana Indonesia.

Bahkan dalam kolom komentar yang di isi oleh beberapa warga Indonesia yang juga Kompasianer Saudi, mereka berkomentar seolah-olah Tkw tersebut tidak menyesal telah membunuh si anak.

Padahal jelas sekali dalam wawancara tersebut pelaku (Tkw) nampak menyesali perbuatannya dengan mimik wajah ketakutan dengan tangan masih di borgol, wawancara tersebut menggunakan bahasa arab yang isinya sebagai berikut ;


  • Wartawan yang mewawancarai menanyakan mengapa Ia (Tkw) Tersebut membunuh Tala, Tkw menjawab, "saya selama seminggu penuh menerima sms ancaman yang menakutkan, kalau saya tidak membunuh tala, maka saya akan dibunuh, akan dicincang dan akan dibuang kelaut…kalau saya membunuh tala maka tanggal 27 september saya akan bisa pulang.
  • Kemudian wartawan menanyakan kenapa muka Tkw tadi bengkak, Tkw menjawab bahwa Ia sadar telah membunuh anak kecil yang tidak berdosa, kemudian Ia (Tkw) memutuskan untuk mati bersama Tala dengan cara menenggak Clorox (zat keras semacam bleach), clorox itu udah bekerja…dia udah klepek klepek…darah udah keluar dari pori-pori, kuping, mata, hidung…tapi polisi keburu datang dan dia di bawa di RS dan memang belum ditakdirkan mati, jadi masih bisa didetox dan dia selamat.
  • Wartawan kembali menanyakan kenapa Ia (Tkw) tidak melaporkan acaman sms tersebut kepada madamnya atau ke polisi, si Tkw hanya menjawab takut. Sampai saat ini pihak otoritas setempat masih merahasiakan tentang teror sms tersebut.


Artikel ini saya tulis untuk menyeimbangkan berita, agar pembaca di Indonesia yang mungkin masih kurang mengerti tentang kejadian tersebut untuk sedikit membuka mata dan tidak mengamini secara sepihak saja dengan adanya tulisan maupun berita yang sampai saat ini pun saya yakin belum terekspos oleh media-media di Indonesia.

Seperti di ketahui, negara Saudi ini sangat tertutup, jadi setiap ada kejadian menyangkut Tkw maupun kriminal lainnya tidak akan langsung di beritakan di luaran. Sebelumnya saya ikut merasakan duka yang mendalam terhadap keluarga korban. Sebaliknya untuk si pelaku, apapun alasannya sehingga Ia tega melakukan pembunuhan tersebut, patut kita sesalkan dan rasanya memang hukuman pancung layak Ia terima, karena memang terbukti membunuh dengan sadis.

Sebagai sesama TKI yang juga mencari nafkah di negara Arab, saya prihatin dan mengutuk kejadian tersebut namun tidak serta merta menghakimi si Tkw dengan menghujat maupun menggeneralisasi semua Tki/Tkw indonesia seperti manusia tidak waras dan tak beradab. Biarkanlah hukum negara setempat yang berbicara.

Semoga artikel singkat ini bisa sedikit membukakan mata hati kita untuk bisa adil dalam menyikapi suatu permasalahan, bukan menggunakan emosi saja.

Salam OOT-ers

.

Arke

/ar48k3r3

TERVERIFIKASI (HIJAU)

2 + 2 = 5 ?
Selengkapnya...

KOMPASIANA ADALAH MEDIA WARGA, SETIAP KONTEN DIBUAT OLEH DAN MENJADI TANGGUNGJAWAB PENULIS.

Siapa Yang Menilai Tulisan Ini ?