HEADLINE HIGHLIGHT

Banyak Kompasianer Latah Salah Kaprah

21 September 2012 17:30:49 Dibaca :
Banyak Kompasianer Latah Salah Kaprah
Ilustrasi/Admin (KAMPRET/Harja Saputra)

Hiruk pikuk pilkada DKI telah usai, kuik koun dari berbagai lembaga survei pun sepertinya masih tetap dengan keunggulan untuk pasangan Jokowi - Ahok. Tak dapat di pungkiri, dengan hasil yang demikian otomatis melahirkan euforia tersendiri bagi para pendukung calon gubernur yang unggul dalam pilkada ini, terkhusus para pendukung Jokowi. Bagaimana dengan pendukung Foke ? Pendukung Foke yang biasa di sebut dengan nasi bungkus di Kompasiana pun tidak menampakkan wujudnya setelah pencoblosan, entah mungkin karena alasan teknis. Kita flash back beberapa hari ke belakang, persaingan kedua kubu semakin meruncing menjelang akhir pencoblosan putaran kedua. Para Kompasianer pendukung calon masing - masing saling melempar tulisan melalui Kompasiana. Ada yang dengan santun dan beretika dalam menuliskan pandangan maupun komen, ada pula yang arogan dan tak jarang keluar dari koridor kesopanan, hanya karena fanatik semata, merasa tidak rela jika jagoannya dilecehkan. Dan prediksi itupun menjadi kenyataan, pasangan Jokowi - Ahok mampu mengungguli pasangan Foke - Nara dalam perolehan suara. Berarti langkah kemenangan sudah di depan mata, para pendukung pun meluapkan kegembiraannya dengan berbagai macam cara. Khusus pendukung di Kompasiana, mereka memposting tentang kemenangan sang calon yang di dukungnya, tak lupa di sisipkan bumbu - bumbu penyedap berupa satire halus kepada pendukung lawan yang kalah. Di Kompasiana ini ada satu sosok yang menurut saya menjadi bulan - bulanan akan hal tersebut, euforia yang latah dan salah kaprah. Adi Supriadi menjadi bahan olok - olokan bagi sebagian Kompasianer, padahal tak jarang Kompasianer yang mengolok - olok Adi ini belum tentu pernah disakiti oleh Adi. Saya sendiri hanya bisa senyum - senyum membaca beberapa postingan yang isinya tak jauh dari sosok Adi Supriadi, ada yang di setel serius tapi santai, ada yang langsung to the poin tunjuk hidung, dan ada satu postingan latah berupa humor tentang Adi Supriadi yang menurut saya hanya berisi hinaan bukan lelucon hiburan. Banyak yang mengatakan si Adi ini suka hapus komentar yang bersebrangan, lha kok dia ikutan latah menghapus komen di lapaknya ketika saya komen humor yang sama sekali nggak lucu. Harusnya jawab dong, jangan ikutan latah memusuhi orang yang belum tentu bersalah terhadap anda, kalo anda juga suka menghapus komentar, apa bedanya anda dengan Adi Supriadi ? Apakah saya membela Adi Supriadi, tidak..., saya hanya ingin menyampaikan bahwa apa yang sudah kita lakukan dan menurut kita itu baik, menurut kita wajar, menurut kita sah - sah saja, apakah juga sama di mata orang lain ? Maksud hati ingin latah, malah salah kaprah..., kasihan deh lu!!! Untuk ustad Adi Supriadi, maapin ye tad kalo ane nyantumin nama ente, bukan ape - ape, ternyata mereka yang tereak kalo ente suka mancung komen ternyata juga setali tiga fulus sama ente..., HaHaHaHaHa!!!! Salam Kereria...

Arke

/ar48k3r3

TERVERIFIKASI (HIJAU)

2 + 2 = 5 ?
Selengkapnya...

KOMPASIANA ADALAH MEDIA WARGA, SETIAP KONTEN DIBUAT OLEH DAN MENJADI TANGGUNGJAWAB PENULIS.

Siapa Yang Menilai Tulisan Ini ?