Alkhamdulillah,Hanya Odong-Odongku Yang Ringsek

17 Juni 2012 22:53:07 Dibaca :
Alkhamdulillah,Hanya Odong-Odongku Yang Ringsek
kondisi odong-odongku setelah di cium trailer dari belakang. foto dok.pribadi Kere

Siang hari ini mungkin akan menjadi satu kenangan indah sekaligus menakutkan yang akan saya ingat di kemudian hari. Sebuah kecelakaan kecil sudah mampu membuat bibirku bergetar menyebut asma-Nya berulang kali. Bagaimana tidak,odong-odong baru pengganti odong-odong yang sudah pensiun harus menerima nasib buruk di cium oleh truk trailer pembawa pasir di tengah-tengah keramaian kota Riyadh,Alkhamdulillah saya masih selamat meski jidat sempat nyundul dashbord. Cerita bermula saat saya mengisi bahan bakar di salah satu SPBU di Riyadh,siang yang terik dengan panas mencapai 45 derajat memaksa saya untuk sedikit tergesa-gesa karena buru-buru pingin ngadem di wisma. Memang,sepanjang perjalanan dari kantor saya tergesa-gesa,sesekali mengambil manuver agak berbahaya,seperti menyalip dari kanan,karena di Arab posisi stir di kiri,jadi posisi mendahului di wajibkan dari kiri pula,sedangkan lajur kanan hanya untuk kendaraan yang jalan pelan atau truk dan kendaraan besar lainnya. Tapi hal ini tidak berlaku hari ini buat saya,entah setan pembalap mana yang tiba-tiba nangkring di otak ini,saat akan memasuki SPBU sebenarnya sudah terasa,karena sebuah mobil di depan odong-odong saya tiba-tiba mundur tanpa tolah-toleh,langsung ku pencet klakson dan mobil tadi berhenti. Setelah mobil yang mundur mendadak tadi pergi,giliran odong-odongku melepas dahaga dengan menenggak 30 liter premium. Saat keluar dari SPBU itulah petaka kecil ini menyapa . Sebuah truk trailer besar dengan muatan tanah bangunan penuh,melaju agak kencang,bertepatan itu pula saya keluar,saya sempat mendengar klakson dari truk tadi dan segera menyadari bahaya di belakang. Maksud hati saya ingin menghindar dengan membanting stir ke kanan,ternyata hal yang sama di lakukan oleh sopir trailer tersebut dan...darrr..krakkk...kraakk... Kejadian yang sangat cepat ini membuat reflek seluruh anggota tubuh seolah lumpuh,nyaliku langsung ciut ketika sadar yang telah mencium odong-odongku ternyata truk trailer besar dengan pengemudi orang Pakistan. Odong-odongku terdorong keras beberapa meter ke depan di sertai suara ban berdecit karena rem ku injak dalam-dalam,waduh Gusti...,hati ini langsung dag dig dug der  mendenyut,mulut tanpa sadar mengeluarkan umpatan-umpatan khusus dewasa. Secepat kilat TKP langsung rame,terutama dari orang-orang yang berada di SPBU dan sekitarnya,mereka berdatangan,saya masih tetap duduk mematung dengan berjuta perasaan yang berkecamuk. Sang sopir trailer yang orang Pakistan turun dan menghampiri saya yang mulai sadar bahwa baru saja kecelakaan,sayapun keluar. Reaksi pertama dari saya adalah menatap orang pakistani tadi,untuk kemudian mencekal leher bajunya. Kontan beberapa orang yang berdiri dekat di TKP tak tinggal diam,mereka melerai dan menyarankan untuk segera menghubungi Murrur,sebutan bagi petugas yang mengurus kecelakaan di jalan raya. Terjadi adu mulut kecil antara saya dengan pengemudi trailer tadi,bahkan tiba-tiba entah dari mana datangnya seorang pengemudi trailer lain yang juga orang pakistan ngotot kepada saya dan mengatakan bahwa saya yang salah. Jelas saya tidak mau di salahkan begitu saja,meski saya sendiri menyadari telah lalai langsung nyelonong keluar dari SPBU tanpa menoleh dulu,akhirnya petugas urusan lakalantas Arab Saudi pun datang. Yang pertama di lakukan petugas tadi adalah memotret TKP,kemudian odong-odong saya tak luput untuk berpose,trailer juga ikut di foto,setelah itu menanyai langsung kepada yang terlibat. Seorang teman pakistan yang coba ikut berbicara malah di bentak oleh petugas tadi,setelah kurang lebih setengah jam di interogasi di TKP,ternyata sang sopir trailer tidak mempunyai SIM,surat izin operasi yang sudah expired/kadaluarsa,dan membawa trailer secara ilegal,artinya sopir tadi hanya sopir truk dengan status pinjaman alias mambawa trailer sebagai sampingan saja. Syukurlah asuransi odong-odongku masih berlaku,SIM ada,surat resmi (Stimara) ada,jadilah posisi saya agak aman,oleh petugas tadi sang sopir truk di haruskan mengganti kerugian ke saya. Ternyata hukum tabrakan di Arab Saudi yang di jadikan landasan bersalah atau tidaknya adalah posisi penabrak dari belakanglah yang salah,meski kadang kejadian di sebabkan oleh kesalahan mobil di depan,seperti saya ini. Sopir trailer tadipun segera menghubungi atasannya,dan ketika atasannya datang tanpa babibu langsung menyerahkan uang kebijaksanaan kepada saya sebesar 2000 SAR,mengingat parahnya kondisi odong-odong saya. Tapi rasanya uang senilai 2000 SAR tadi tidak sebanding dengan rasa takut akan hal buruk yang bakal menimpa,terima kasih Tuhan,Engkau masih mau menyentilku melalui kecelakaan kecil ini,dan saya bersyukur masih selamat tanpa kurang suatu apa,odong-odong masih bisa di beli...kalo nyawa?" Salam Kereria...

Arke

/ar48k3r3

TERVERIFIKASI (HIJAU)

2 + 2 = 5 ?
Selengkapnya...

KOMPASIANA ADALAH MEDIA WARGA, SETIAP KONTEN DIBUAT OLEH DAN MENJADI TANGGUNGJAWAB PENULIS.

Siapa Yang Menilai Tulisan Ini ?