Akun Di Banned,Kok Nyalahin Kompasianer Lain?

23 Juni 2012 20:03:33 Dibaca :
Akun Di Banned,Kok Nyalahin Kompasianer Lain?
gambar varologic.com

Galau,inilah pesen yang coba di sampaikan oleh sang sohib setia ini,tapi apa daya galaunya termasuk kategori galau lebay,alias terlalu di dramatisir tanpa menilik pantas atau kagak pem-banned-an yang di lakukan pihak ADMIN. ADMIN pasti punya alasan tersendiri mengapa sebuah akun harus di banned,ada beberapa alasan kuat untuk membekukan sebuah akun,bukan semata-mata laporan dari kompasianer saja. Dan anehnya pertanyaan dari sohib setia ini segaris lurus saja,artinya tidak melihat history sang teman yang akunnya di banned,padahal sudah jelas temannya ini jago dalam ber ADHOMINEM ria dan gemar mengeluarkan komen kasar plus fitnah terhadap sesama kompasianer yang berbeda pandangan. Setali tiga fulus,akun yang mengaku entrepeneur tapi selalu merusuh,oleh ADMIN sang sohib yang juga masih satu aliran ini juga kena banned,bahkan sampai empat kali,artinya memang kedua akun yang di banned ini memang bermasalah,mengapa mesti di permasalahkan lagi? Berikut cuplikan galau lebay yang sempat ane copas sebelum di sihir menjadi makanan dan akhirnya di sulap lenyap tanpa bekas... *********************************************************************************************** Pem-banned-an ini tanpa pemberitaahuan yang jelas dari pihak admin, padahal kompasioner ini sudah ikut berperan aktif serta dalam menyajikan berita-berita di Timur Tengah yang luput dari pemberitaan media cetak, sehingga sebagai masyarakat yang haus akan informasi menjadi jelas sekaligus membuka cakrawala kita tentang berita di seputar tanah Jazirah Arab yang selalu tertutup rapat. Dan dari hasil penulisannya inipun pihak Admin sering mengapresiasikannya dalam bentuk HL ataupun terekomendasi. Dari informasi yang didapat ditengarai ada seseorang yang melaporkan ketidak sukaannya dengan kompasioner ini karena telah memberikan komen di salah satu lapak kompasioner lain yang sebenarnya ingin meluruskan stigma yang selama ini penerapannya selalu salah di masayarakat kita tentang ziarah kubur, dimana selalu meminta sesuatu kepada orang yang sudah meninggal. *********************************************************************************************** Dari informasi yang di dapat,di tengarai ada seseorang yang melaporkan ketidak sukaanya dengan kompasianer ini karena telah memberikan komen di salah satu lapak kompasianer lain yang ingin meluruskan stigma yang selama ini penerapannya selalu salah di masyarakat kita tentang ziarah kubur,di mana selalu meminta kepada orang yang sudah meninggal. Eitt,tunggu dulu nek,perasaan komen die jelas-jelas mengatakan sebaliknye dengan nada melecehkan,copasan komen sohib ente masih rapi kok di artikel ane,mau....?" Masih galau...hubungi Wan Abud" Salam Kereria tanpa Galau...

Arke

/ar48k3r3

TERVERIFIKASI (HIJAU)

2 + 2 = 5 ?
Selengkapnya...

KOMPASIANA ADALAH MEDIA WARGA, SETIAP KONTEN DIBUAT OLEH DAN MENJADI TANGGUNGJAWAB PENULIS.

Siapa Yang Menilai Tulisan Ini ?