Menulis untuk Keabadian

12 Januari 2015 14:22:13 Dibaca :

“Menulislah maka engkau akan dikenang dari tulisan-tulisaanmu meskipun engkau telah tiada”(NN).

Bagi sebagian orang menulis itu sesuatu yang mudah, namun bagi sebagian lainya menulis itu sesuatu yang sulit, butuh waktu konsentarasi dan pengetahuan, namun kita bisa mempermudahnya dengan terus berlatih menulis.

Apa saja yang harus ditulis?
Tulislah apa yang ada dalam pikiranmu..rangkaikan kata demi kata hingga terbentuk kalimat, ceritakan dan informasikan apa yang memang ingin kau informasikan.
Sejatinya menulis adalah menginformasikan berita, fakta, informasi, cerita kepada orang lain atau pembaca sehingga pesan yang ingin disampaikan tertuju kepada para pembaca.

Di era digital sekarang ini, era dimana kita dengan mudah  untuk menulis, bercerita dengan tulisan-tulisan yang kita tulis, untuk selanjutnya kita share sehingga degan mudah tulisan kita bisa dibaca oleh orang lain.

Berbeda dengan dahulu dimana kegiatan menulis hanya pada buku diary saja, namun kini kita bisa dengan mudah melalui media blog pribadi atau media lainnya.

Seberapa sering kita update status di facebook, twitter dan sosisl media lainya, sejatinya itu juga menulis, namun menulis tidak hanya sekedar update status di jejaring sosial, sebisa mungkin harus lebih baik dalam bentuk puisi, cerpen, novel, reportase ataupun opini untuk mengembangkan ide dan melatih kemampuan menulis kita.

Membaca & menulis
Kedua hal tersebut sangat berkaitan erat antara satu degan lainya, biasanya seorang penulis pasti suka membaca karena ia biasanya akan membaca informasi, berita terkait atau kejadian tertentu yang ia akan tuliskan baik dalam bentuk opini atau pun reportase.

Melengkapi tulisan dengan banyak membaca, menjadikan tulisan lebih bermakna dan hidup , serta memberikan wawasan yang luas dalam setiap sudut pandang menulis ,dan akan terasa menemukan roh dalam setiap tulisan yang dibaca kalayak ramai.

Sebenarnya setiap orang dengan mudah bisa menulis, hanya saja kemauan orang untuk menulis berbeda- beda, rajin dan tidaknya berlatih menulis sangat dipengaruhi oleh mood penulisnya, semkin moodnya bagus ia akan semakin rajin menulis maka tulisannya akan mudah dicerna dan begitu mngalir dalam proses penulisanya.

Ada banyak motifasi seorang penulis dari proses penulisaanya mulai dari iseng, hobby, sampai ingin dijadikan sebagai profesi dan menghasikan rupiah.
Bagi saya menulis adalah terapi berlatih untuk olah pikiran, terapi otak, melawan lupa dan untuk keabadian, saat saya telah tiada ada sebagian catatan yang bisa dikenang oleh anak-anak cucu atau orang lain kelak.

Aku hanya ingin menulis.

Mood, suasana hati, sangat menentukan proses kepenulisan, saat suasana hati sedang enak kita degan mudah menulis, menggembangkan ide-ide yang  mengawang dalam alam pikiran, sebaliknya saat mood buruk walaupun ide banyak berhamburan untuk merealisasikan ke dalam bentuk tulisan teramat begitu susah.
Beruntunglah jika anda mengalami seperti diatas, stidaknya anda pernah mencoba untuk menulis.

Menulislah degan harapan tulisan mu bisa memberian manfaat, pencerahan atau motifasi bagi orang lain sehingga setiap untaian kata yang kau rangkai akan memberikan manfaat bagi orang banyak.

Sudahkah kita menulis hari ini...????
@genk...

Budhi Sugeng R

/aozora

TERVERIFIKASI (HIJAU)

seoarang yang suka berpetualang dan bermimpi jadi seorang penulis. bermain main di dunianya aozora-aiko.blogspot.com
Selengkapnya...

KOMPASIANA ADALAH MEDIA WARGA, SETIAP KONTEN DIBUAT OLEH DAN MENJADI TANGGUNGJAWAB PENULIS.

Siapa Yang Menilai Tulisan Ini ?