Anjrah Lelono Broto
www.kompasiana.com/anjrah_lelono_broto

Hanya seseorang mencintai membaca dan menulis, di tengah deras lunturnya budaya literasi. Penulis lepas dan mengabdikan diri di lembaga pendidikan, seni, dan budaya (Lembaga Baca-Tulis Indonesia), penjaga gawang Talkshow Belajar Sastra di Radio Pendidikan Diknas Kabupaten Jombang, dan menjadi awak TEATER KOPI HITAM INDONESIA.
Kompasianer sejak:
7 June 2009
Tulisan : 15 artikel
Komentar : 147 tanggapan
Rubrikasi
Arsip Tulisan
Terbaru

Puisi

“Gusti Kang Murbeng Dumadi Kang Maringi Rasa Iki” (Guritku ing Jaya Baya No. 17 Minggu IV Desember 2011)

Gusti Kang Murbeng Dumadi Kang Maringi Rasa Iki “Eremke mripatmu, dongaku; impen endah wengi iki bisa nentremake ati, Wanodyaku,” alus swara lungit rasa. “Aku tansah semandhing, tanpa mangerteni tapel ...

FIKSI | 11 January 2012 14:01

75   0   dibaca Nihil

Puisi

Jangkah Darah di Bubat

— Pledoi Mahapatih Gajah Mada jangkah membelah lapangnya tanah merah jangkah berat napas berkarat sekarat aku menjangkah bukan karena lengah namun serapah sejarah bangsat-bangsat Tuban yang simbahkan darah di Bubat __________________ November 2011 ...

FIKSI | 7 December 2011 11:04

19   0   dibaca Nihil

Puisi

Replika Malam Secangkir Kopi Buatan Sendiri

oleh Anjrah Lelono Broto Ayah pernah melukis taufan juga badai, di pipimu Aiaya namun kau hanya tertawa lalu memeluk hingga taufan juga badai itu mereda seiring musim berlalu ...

FIKSI | 17 November 2011 18:28

45   2   dibaca 1 inspiratif

Puisi

Teroris Iku Ancukan!!!

diancuk!!!! bom maneh, ngebom maneh lek koen gendheng, nggendheng-nggendhenga dhewe! embong jek dawa, prapatan-prapatan jek apikan kanggo nampani-ngramut wong gendheng kaya dhapuranmu ; gak usah njaluk mati mrotholi ndok dangkane wong ...

FIKSI | 27 September 2011 14:25

37   2   dibaca 1 menarik

Puisi

B.E.R.K.A.T.A

– Dari Pra Festival Seni Surabaya 2011 karena aku miskin bukan bermakna aku miskinkan diri untuk tak berkata tak berkata berkata karena aku bersyukur, di antara miskinku aku pisahkan waktu dalam ranjang-ranjang untuk terus ...

FIKSI | 15 September 2011 10:33

20   0   dibaca 1 aktual

Puisi

Eg #18 — Sampur Hidup-Mati Egydia

— yang tiada hendak hilang dari sejarah harungan terlewat kebatkan angan bertukas-tukas, tinggali diriku dan bayangmu dengan kesiap mungil-mungil. memoir telentang di ranjang tersenyum ...

FIKSI | 5 September 2011 23:29

35   0   dibaca 1 inspiratif

Puisi

Elegi Kelopak dan Kuntum Bunga

Elegi Kelopak dan Kuntum Bunga — Sajak Orang-Orang di Tepi Danau Lapindo beberapa kelopak mekarkan bunga amriknya terpetik orang-orang perkasa yang t’rima kenyataan dengan lapang jiwa beberapa kuntum mekarkan ...

FIKSI | 4 September 2011 17:18

47   0   dibaca 1 aktual

Puisi

Puisi Berkali Lelaki dan Perempuan Perunggu

puisi berkali aliri, ribu-ribu angkat jemari, bukan imajinari ada yang tenggelam, hanyut, juga bunuhan diri. di lelahan bait, sebutir jemari bercincin di samping kelingking mengacung ; ku tahu itu ...

FIKSI | 4 September 2011 16:49

49   2   dibaca 2 inspiratif

Puisi

Impen Jemuwah Legen

dhik… jemuwah legi wingi, aku ngimpi; janur mlengkung ngarep omahmu, Yuk Pah, Mak Tun, karo Bek Rom nglikriki godhong ndok pawon ponakan-ponakanmu ngruwel ndek nisore salon sampeyan dadi manten, ...

FIKSI | 13 June 2011 10:05

32   0   dibaca Nihil

Puisi

The Lamp

D, perempuan(ku) yang pernah titikkan air mata s’rta seduhkan suka di binar matamu redup h’nya debu berat terbang disaput hujan lengkungan daun kelapa muda yang kutanyakan saat dada sesak, getarkan ...

FIKSI | 13 June 2011 08:46

34   0   dibaca Nihil

Subscribe and Follow Kompasiana: