PILIHAN

Sikap Teladan Barrack Obama bagi Anak Muda Indonesia

11 Januari 2017 23:33:17 Diperbarui: 11 Januari 2017 23:50:48 Dibaca : Komentar : Nilai : Durasi Baca :
Sikap Teladan Barrack Obama bagi Anak Muda Indonesia
Presiden Barrack Obama (Sumber: abovethelaw.com)

Barry Soetoro, atau saat ini lebih akrab disapa sebagai Barrack Obama, adalah pemimpin negara superpower yakni Amerika serikat yang ke-44, yang menang dan terpilih sebagai presiden melalui partai Demokrat Amerika. Namun, pada awal tahun 2017 ini, masa jabatan Obama sebagai presiden Amerika serikat setelah 4 tahun plus 4 tahun menjabat akan berakhir, dan akan digantikan oleh presiden terpilih selanjutnya, yaitu Donald Trump. Sepak terjang Obama sebagai presiden bagi Negeri Uncle Sam dapat dikatakan baik. Salah satu lembaga survei di Amerika Serikat telah mengadakan survei disana pada akhir tahun 2016 lalu. Hasilnya, sekitar sebanyak 55 persen warga Amerika Serikat mengaku puas atas kinerja Obama semasa menjabat sebagai presiden. Itu artinya, lebih dari setengah warga merasa puas dengan hasil kerja Obama. Dan pada kenyataannya memang kinerja Barrack Obama terbukti cukup baik semasa menjadi orang nomor satu di Amerika Serikat. Tercatat, beberapa hasil kerja Obama yang dapat dibanggakan adalah resesi ekonomi AS berubah menjadi pemulihan, jutaan lapangan pekerjaan diciptakan, 165 ribu tentara telah dipulangkan dari operasi di Timur Tengah, dan salah satu yang paling terkenal dan menjadi perbincangan warga dunia internasional adalah berhasilnya AS dibawah pimpinan Barrack Obama melumpuhkan serta membunuh pemimpin teroris al-Qaida, Osama bin Laden. Warga dunia seakan berkata bahwa Amerika serikat menyelamatkan dunia dari terorisme dan Amerika Serikat memenangkan peperangan melawan terorisme. Walau, pada masa pemerintahannya AS mengalami peristiwa penembakan terbanyak dalam sejarah pemerintahan presiden AS, namun, banyak pihak berpendapat bahwa Obama merupakan salah satu Presiden AS tersukses.

Barrack Obama, yang merupakan presiden kulit hitam pertama AS karena keturunan Afrika - Amerika, dan sempat menghabiskan masa kecilnya di Indonesia, telah membuktikan bahwa walau pun berbeda dari kaum mayoritas warga AS yang berkulit putih, beliau tetap mampu bekerja dengan baik dan optimal. Masa kecilnya di Indonesia begitu berbanding terbalik dengan kehidupannya saat ini. Masa kecilnya penuh perjuangan. Beliau bersekolah di salah satu sekolah negeri di kawasan Menteng. "Tanpa uang untuk belajar di sekolah internasional seperti anak-anak ekspatriat pada umumnya, saya bersekolah di sebuah sekolah umum dan bermain di jalan bersama anak-anak petani, pembantu rumah tangga, penjahit dan juru ketik," kata Obama dalam bukunya The Audacity of Hope. Beliau juga berkata bahwa saat di Indonesia, dirinya mengingat becak dan bemo sebagai alat transportasinya, Sarinah merupakan pusat perbelanjaan terbesar yang pernah dilihatnya kala itu, makanannya sate ayam, dan bakso kesukaannya. Begitu sederhana dan seperti bingung beliau kala melihat dan merasakan megahnya dan enaknya kehidupan serta makanan di indonesia.

 Saat menjadi presiden AS, Barrack Obama secara tidak langsung memberi contoh yang baik bagi orang-orang yang melihatnya, khususnya para kaum muda. Beliau menunjukkan bahwa ketika mau berusaha, semua pasti mungkin dan pasti ada jalanNya. Berkat kegigihannya dalam berjuang menghadapi hidupnya, beliau pada akhirnya dapat duduk di kursi pemerintahan tertinggi negara Amerika serikat. Sungguh hebat, karena warga asli Amerika serikat pun sepertinya sangat sulit untuk duduk sebagai Presiden di negaranya sendiri. Beliau juga memberi contoh bagi seluruh keluarga di dunia bahwa keluarga adalah hal terpenting. Di saat-saat santai saat menjadi presiden, beliau selalu menghabiskan waktu dengan keluarganya, dengan istrinya, Michelle, dan kedua anaknya. Dan saat pidato kenegaraan terakhirnya beberapa waktu lalu pun beliau secara terus terang mengucapkan banyak terima kasih pada Michelle. Terlihat sebagai keluarga yang sangat hangat ditengah kesibukannya dan beban beratnya sebagai Presiden.

Barrack Obama juga perduli terhadap orang-orang yang kesusahan. Beliau begitu perduli dengan para imigran, dan para pengungsi yang ada di Amerika Serikat. Beliau mengizinkan ribuan imigran masuk ke negaranya dan tak sungkan menyumpah mereka sebagai bagian dari warga negara Amerika Serikat. Sempat terucap dari mulutnya, "imigran dan pengungsi merurupakan bagian dari Amerika Serikat yang istimewa." Beliau menunjukkan kasihnya bagi mereka yang kesusahan dan membutuhkan.

Penulis teringat kala istri beliau, Michelle Obama, menyampaikan pidato terakhirnya sebagai ibu negara AS beberapa hari lalu, "Kalau Anda atau orangtua Anda imigran, ketahuilah bahwa Anda adalah bagian dari tradisi membanggakan Amerika: infusi budaya baru, bakat dan ide, dari generasi ke generasi, yang menjadikan kita negara terhebat di Bumi," dan Michelle juga berkata,"Jadi itu pesan terakhir saya kepada orang muda sebagai Ibu Negara. Sederhana. Saya ingin kaum muda tahu kalau mereka penting. Ikuti teladan dengan harapan, jangan pernah takut,” Michelle juga sempat berkata bahwa," jangan takut, kalau kalian tidak punya apa-apa hari ini, saat ini, lihat kami, saya serta suami saya memulai perjalanan hidup ini serta perjuangan inidari awal, dan pada akhirnya kami berada disini (sebagai presiden dan ibu negara AS)"

Pasangan kepala negara dan ibu negara yang begitu sangat menjadi contoh dan teladan untuk kaum muda, serta bagi kita semua, menyaksikan perjalanan hidup mereka yang memiliki kasih satu sama lain, serta kepada sesama, dan teladan bahwa mereka memiliki tekad yang gigih untuk berjuang bagi dunia, dan khususnya bagi negara Amerika serikat. 

Dalvin Steven

/anj

TERVERIFIKASI

"Semangat dapat melebarkan peluang kita untuk berhasil, namun kalau tidak ada semangat, peluang untuk berhasil dipastikan tidak ada." -DS- Tangerang, 21 September 1997
Selengkapnya...

KOMPASIANA ADALAH MEDIA WARGA, SETIAP KONTEN DIBUAT OLEH DAN MENJADI TANGGUNGJAWAB PENULIS.

NILAI :

Daftarkan email Anda untuk mendapatkan cerita dan opini pilihan dari Kompasiana