antonim

31 Mei 2011 17:53:29 Dibaca :

manis, ceritaku manis

ingin rasanya aku mengumbarnya pada semua orang

manis semu, tak apa yang penting manis

manis (tampak) bahagia, biar saja semua orang iri, dan penasaran pada kisahku

biar mereka juga ingin seperti kisahku

lalu aku berjalan penuh riang

terhenti, terdiam, mendung datang, dan bresssss basah, basah hingga jauh di dalam lubuk si hati

pait, ceritaku pait

ingin rasanya aku mengumbarnya pada semua orang

pait begitu histeris, biar saja semua orang tahu, biar saja semua orang penasaran pada kisahku

terhenti, terdiam, dan bicara tentang kesetiaan

kesetiaan atau kebodohan ini, tak jauh beda

gadis lugu bodoh duduk menunggu dengan seribu alasan kesetiaan

berulangkali lembayung senja silih berganti berputar

semakin terdiam maka dia semakin jalang

jalang melayang bebas jauh di sana

bahagia dan sedih itu sebuah kesimpulan

kesimpulan yang dilihat mata, kadang mata tak pernah bertutur sapa dengan si hati

oleh karena itu ketika bahagia dibangun tegak gagah perkasa

retak runtuh roboh karena mata terlanjur meracuni si hati

dan akhirnya hujan deras menuntaskan segalanya.

KOMPASIANA ADALAH MEDIA WARGA, SETIAP KONTEN DIBUAT OLEH DAN MENJADI TANGGUNGJAWAB PENULIS.

Siapa Yang Menilai Tulisan Ini ?