Earth Hour = Merayakan Hari Raya Yahudi?

31 Maret 2012 09:13:12 Dibaca :

Setiap akhir Maret, sejak tahun 2007, selalu dirayakan earth hour (jam bumi). Yakni dengan memadamkan lampu listrik sekitar satu jam antara pukul 20:30-21:30. Menurut wikipedia, Earth Hour merupakan kegiatan global yang diadakan oleh World Wide Fund for Nature (WWF) juga dikenal sebagai World Wildlife Fund dan diadakan pada Sabtu terakhir bulan Maret setiap tahunnya. Kegiatan Earth Hour, meminta rumah-rumah dan perkantoran untuk memadamkan lampu danperalatan listrik yang tidak perlu selama satu jam untuk meningkatkan kesadaran atas perlunya tindakan terhadap perubahan iklim.


Earth Hour dicetuskan oleh WWF dan The Sydney Morning Herald tahun 2007 ketika 2,2 juta penduduk Sydney berpartisipasi dengan memadamkan semua lampu yang tidak perlu. Setelah Sydney, banyak kota-kota lain di seluruh dunia ikut berpartisipasi pada tahun 2008.  Earth Hour 2011 dilaksanakan pada 26 Maret 2011 pukul 20.30 sampai 21.30 waktu setempat. Sedangkan Earth hiur 2012 akan dilaksanakan malam ini dengen jam yang sama.


Salah satu tujuan mematikan lampu listrik agar hamat energi. Meski tak ada apa-apanya jika dibandingklan dengan penggunaan energi listrik dalam setahun. Tetapi langkah kecil itu diyakini bisa membantu mengurangi penggunaan energi. Berdasarakan catatan WWF, pada tahuan 2008, mematikan listrik di Jakarta satu jam sudah menghemat 10 persen dari konsumsi listrik rata-rata per jamnya atau sekitar 300 megawatt. Daya itu katanya, sama dengan energi listrik yang mampu menyalakan 900 desa. Sedangkan bila diuangkan sekitar Rp200 juta. Pada tahun 2011, aksi earth hour diikuti 128 negara di seluruh dunia, yang diikuti 4.616 kota, melibatkan 1,3 miliar orang. Luar biasa.


Namun ada pertanyaan bagi saya, mengapa earh hour diadakan setiap hari Sabtu, meski bukan hari terakhir dalam bulan Maret. Tahun 2007 tanggal 31 Maret, tahun 2008 tanggal 29 Maret, tahun 2009 tanggal 28 Maret, tahun 2010 tanggal 27 Maret dan tahun 2011 diadakan hari Sabtu tanggal 26  Maret. Sedangkan perayaan earth hour tahun 2012 berte[atan dengan hari Sabtu tanggal 31 Maret (malam ini)


Alasan Sabtu untuk mematikan lampur, karena aktifitas manusia sudah berhenti, apalagi di malam hari. Akhir pekan, waktu untuk istirahat. Jarang perkantoran yang buka di malam Minggu kecuali para pekerja di pabrik yang full produksi seperti percetakan koran atau industri televisi.


Adakah agenda terselubung? Tentu saya tidak bermaksud menuding sana sini. Meski boleh saja anda menuding saya terpengaruh dengan teori konspirasi. Dibantah atau tidak, konspirasi didunia ini ada. Kita jangan terlalu lempeng.


Masih menurut wikipedia, kata Sabtu dalam bahasa Indonesia sama dengan kata Sabat.  Sabat artinya istirahat atau berhenti bekerja dalam bahasa Ibrani bahasa agama umat Yahudi. Merupakan hari istirahat setiap Sabtu dalam Yudaisme. Hari Sabat dirayakan dari saat sebelum matahari terbenam pada hari Jumat hingga tibanya malam pada hari Sabtu. Perayaan ini dilakukan oleh banyak orang Yahudi dengan berbagai tingkat keterlibatan dalam Yudaisme. Dari kata Sabat ini diperoleh istilah Sabbath dalam bahasa Inggris, Sabt dalam bahasa Arab dan Sabtu dalam bahasa Indonesia. Dari kata ini pula muncul konsep sabatikal, yaitu berhenti bekerja pada Sabat.


Orang Yahudi menganggap peringatan Sabat, sebagai hari ke-7 setiap minggu, tidak terputus sejak ditetapkan saat Allah menciptakan alam semesta, dimana manusia diciptakan pada hari ke-6..


Lanjut wikipedia, sabat adalah hari perayaan dan salah satu hari beribadah. Pada hari Sabat orang Yahudi menyajikan makanan yang berlimpah sebanyak tiga kali setelah kebaktian di sinagoga selesai: pada Jumat malam, Sabtu tengah hari dan Sabtu sore sebelum Sabat berakhir. Lebih banyak orang Yahudi yang berusaha menghadiri kebaktian di sinagoga pada hari Sabat, meskipun pada hari-hari lainnya mungkin tidak. Kegiatan yang wajib tersebut, mengucapkan kiddush pada secawan anggur kosher sebelum makan untuk menghormati hari itu di malam hari dan pagi hari, sambil menekankan kekudusan harinya. Tiga kali makan dengan penuh sukacita yang minimal meliputi roti (potongan roti challah yang tradisional) dan daging (menurut kebanyakan pandangan tradisional). Mempelajari Torah, mengucapkan Havdalah pada berakhirnya Sabat pada Sabtu malam (diucapkan pada secawan anggur, dengan rempah-rempah yang harum, dan lilin).


Sedangkan kegiatan yang dilarang dalam hari Sabtu bagi orang Yahudi, ada 39 kegiatan. Hal tersebut mengacu pada Traktat Sabat Mishnah 7:2, ke-39 kegiatan yang dilarang itu adalah:  Menabur; Membajak; Menuai; Mengikat berkas gandum; Membuang sampah; Menampi; Memilih; Mengasah; Memilah; Membuat adonan; Membuat roti; Menggunting wol; Mencuci wol; Memukuli wol; Mewarnai wol; Memintal; Menenun; Membuat dua simpul; Menenun dua lembar benang; Memisahkan dua lembar benang; Mengikat; Melepaskan ikatan; Menjahit robekan; Merobek; Menjerat; Memotong hewan; Terbang; Mewarnai kulit binatang; Menyapu untuk mencari barang yang hilang; Menandai kulit binatang; Memotong kulit hingga menjadi bentuk tertentu; Menulis dua atau lebih huruf; Menghapus dua atau lebih huruf; Membangun; Meruntuhkan bangunan Mematikan api; Menyalakan api; Memberikan sentuhan terakhir pada sebuah benda; Memindahkan benda dari tempat pribadi ke tempat umum, atau sejauh 4 hasta dalam batas tempat umum;


Terkait point-point di atas, adakah upaya agar hari Sabtu sebagai hari raya mingguan Yahudi itu diperingati oleh seluruh umat manusia di seluruh dunia tanpa sadar atau malah dianggap kepentingan bersama untuk penyelamatkan bumi, meski hanya satu jam dalam satu tahun? O iya, bulan Maret juga merupakan bulan pertama dalam kalender Yahudi atau istilah mereka Adar (Maret). Bulan ini kepulangan  kembali bangsa Yahudi dar i pembuangan Babilon.


Sementara, untuk konsumen listrik di Indonesia, bagi saya tidak perlu latah ikut earth hour. Alasasannya, setiap sore atau bahkan tengah hari saat kebutuhan listrik sedang tinggi-tingginya, listrik dari PLN malah mati tanpa alasan yang diketahui. Tak hanya satu jam malah bisa satu hari full. Jadi earth hour bagi masyarakat Indonesia sudah setiap hari dilakukan meski tidak dikehndaki. (*)

Anep Paoji

/aneppaoji

TERVERIFIKASI (HIJAU)

Anep Paoji, saya tinggal di kota kecil indah dan bersahabat. Suka bisnis, sesekali menulis opini di koran.
http://anepaoji.blogspot.com/

Selengkapnya...

KOMPASIANA ADALAH MEDIA WARGA, SETIAP KONTEN DIBUAT OLEH DAN MENJADI TANGGUNGJAWAB PENULIS.

Siapa Yang Menilai Tulisan Ini ?