HIGHLIGHT

Mempelajari Firman Tuhan (Alkitab, Secara Khusus)

13 Januari 2011 02:21:37 Dibaca :

Alkitab adalah firman Allah yang berotoritas dalam hidup orang percaya. Melalui Alkitab, Allah menyatakan diri dan kehendakNYA. Ia adalah sumber makanan rohani orang percaya untuk bertumbuh ke arah keserupaan dengan Kristus (1Ptr. 2:2, Ef. 4:13-15), Mat.4:4). Itu sebabnya orang percaya perlu membaca Alkitab, merenungkannya, serta menaatinya dalam hidup sehari-hari.

Sebagaimana tulisan yang diilhamkan Allah, Alkitab memiliki empat manfaat (menurut 2 Timotius 3:16-17) : Pertama, mengajarkan kebenaran tentang Allah dan karyaNYA, tentang manusia, dan tentang dunia dan kehidupan kita dalam dunia. Kedua, menyatakan kesalahan pengajaran yang tidak sesuai dengan kebenaran. Ketiga, memperbaiki kelakuan yang salah. Keempat, mendidik orang dalam kebenaran, sehingga mereka yang taat dimampukan untuk hidup sesuai dengan kebenaran. Keempat manfaat ini adalah untuk memperlengkapi tiap orang percaya melakukan perbuatan baik.

Alkitab terdiri dari 39 kitab Perjanjian Lama dan 27 kitab Perjanjian Baru. Di satu sisi Alkitab merupakan tulisan manusia karena menggunakan bahasa dan budaya para penulisnya, serta dipengaruhi latarbelakang penulisnya. Di sisi lain Alkitab merupakan tulisan Allah karena penulisnya menulis atas dorongan Roh Kudus (2 Petrus 1:20-21).

Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam mempelajari Alkitab :

Teks dan Konteks

Kita perlu mempelajari Alkitab sesuai dengan konteks sejarahnya. Hal ini penting karena Allah berbicara secara khusus dengan berita yang khusus kepada setiap orang pada zamannya. Itu sebabnya kita perlu mengetahui apa maksud Allah kepada pembaca semula, sebelum menarik prinsip kebenaran untuk diterapkan pada pembaca masa kini. Contohnya, surat-surat Rasul Paulus ditulis untuk menanggapi kondisi atau permasalahan jemaat/individu yang menerima surat tersebut. Contoh lain, kitab nabi-nabi dalam Perjanjian Lama umumnya merupakan tanggapan Allah akan ketidaktaatan bangsa Israel. Untuk memahaminya dengan lebih jelas, kita perlu tahu latarbelakang sejarah bangsa Israel seperti yang terdapat dalam kitab 1-2 Samuel, 1-2 Raja-raja dan 1-2 Tawarikh.

Kita juga perlu mempelajari Alkitab sesuai gaya dan jenis penulisan teksnya. Contohnya, jika tulisan berbentuk puisi, baca dan paham sebagai puisi; jika tulisan berupa perumpamaan, baca dan pahami sebagai perumpamaan. Langkah ini menolong kita untuk mendapatkan pesan yang tepat, sesuai maksud penulis.

Sebagai satu kesatuan yang utuh, isi Alkitab tidak berdiri sendiri-sendiri. Artinya, setiap bagian yang dipelajari harus dimengerti dalam konteks keseluruhan Alkitab secara utuh. Pemahaman satu ayat tidak bisa dilepaskan dari perikop atau pasalnya, pemahaman satu perikop atau pasal tidak bisa dilepaskan dari kitabnya, demikian seterusnya.

Sikap Hati

Karena Alkitab diilhamkan Roh Kudus, maka kita perlu memiliki sikap hati yang benar ketika membacanya, yaitu :


  • Terbuka untuk diajar oleh kebenaran firman Allah. Hati yang terbuka seperti tanah yang baik dalam perumpamaan penabur. Tanah yang baik menggambarkan orang yang setelah mendengar firman, menyimpan dalam hati yang murni dan mengeluarkan buah dalam ketekunan (Lukas 8:15)
  • Rendah hati dalam mempelajari firman Allah. Karena "Ia membimbing orang-orang yang rendah hati menurut hukum, dan Ia mengajarkan jalanNYA kepada orang-orang yang rendah hati" (Mazmur 25:9)
  • Tunduk terhadap otoritas firman Allah dengan menaatinya. Hanya dengan taat melakukan firmanlah kita akan terus bertumbuh dan menjadi makin dewasa dalam iman dan berbuah (Yohanes 15:7-8)


Metode O-I-A

Ada berbagai metode untuk mempelajari Alkitab, diantaranya adalah metode Penyelidikan Alkitab (PA) induktif yang terdiri dari 3 langkah. Metode ini merupakan cara praktis untuk belajar Alkitab.


  1. O (Observasi) adalah langkah untuk menemukan semua data dari teks yang dibaca. Untuk bagian Alkitab berbentuk narasi (kisah), kita dapat mengajukan pertanyaan seperti :siapa saja yang terlibat? dimana dan kapan kejadiannya? apa inti dari bagian yang dibaca? bagaimana dan mengapa hal itu terjadi? apa kesimpulan atau hasil akhir dari peristiwa yang dicatat?
  2. I (Interpretasi), adalah langkah untuk menemukan prinsip-prinsip kebenaran yang terkandung dalam bagian tersebut. Untuk sampai pada tafsiran yang benar kita bisa mengajukan pertanyaan "apa pesan yang ingin disampaikan penulis kepada pembacanya?"
  3. A (Aplikasi), adalah bagian langkah untuk menentukan penerapan praktis dari apa yang telah dipelajari. Pada tahap ini kita bisa mengajukan pertanyaan, "Bagaimana menerapkan prinsip kebenaran tersebut dalam hidupku saat ini?", "langkah-langkah konkret apa yang akan saya ambil sebagai respon ketaatan?". Kita harus sampai pada tahap ini agar tujuan mempelajari Alkitab tercapai, yaitu pertumbuhan iman, pembaruan akal budi, perubahan tingkah laku, dan pembentukan karakter.


Alat-alat pendukung Penyelidikan Alkitab


  1. Alkitab terjemahan lain, misalnya NIV, BIS, NRSV dll, untuk membantu pembaca lebih memahami makna dan nuansa bagian Alkitab yang dipelajari.
  2. Kamus Alkitab, untuk mendapatkan makna atau pengertian dari kata-kata, nama-nama, kebiasaan, tempat di dalam Alkitab
  3. Konkordansi, untuk mencari ayat-ayat tertentu bila kita hanya mengingat satu atau dua kata kunci ayat tersebut.
  4. Peta Alkitab, untuk memberi pengertian tentang jarak dari satu tempat ke tempat lain, letak geografis, keadaan alam, dan sebagainya.
  5. Tafsiran Alkitab, untuk mengetahui pendapat orang lain (para ahli) tentang isi suatu kitab.
  6. Secara khusus, jika mau melihat ke bahasa aslinya, mungkin bisa digunakan dengan menggunakan software yang ada, yang memberi petunjuk akar dan struktur kata yang digunakan dalam setiap kata di Alkitab.




"Dengan apakah seorang muda mempertahankan kelakuannya bersih? Dengan menjaganya sesuai dengan firmanMU (Mazmur 119:9)

Berbahagialah orang yang berjalan dalam ternag, yang merenungkan firman Tuhan siang dan malam. Ia bagaikan pohon ditepi air sungai, yang berbuah pada musimnya dan tak layu daunnya.

Salam

Andy Naburju

/andy_randy80

Diberkati untuk menjadi berkat
Selengkapnya...

KOMPASIANA ADALAH MEDIA WARGA, SETIAP KONTEN DIBUAT OLEH DAN MENJADI TANGGUNGJAWAB PENULIS.

Siapa Yang Menilai Tulisan Ini ?