Mohon tunggu...
Andi Wi
Andi Wi Mohon Tunggu... Penulis - Hai, salam!

Bermukim di Cilongok - Banyumas - Jawa Tengah. Kamu bisa mulai curigai saya melalui surel: andozshort@gmail.com

Selanjutnya

Tutup

Cerpen Pilihan

Hanya Aku yang Bisa Buat Kamu Bahagia

24 Juli 2017   21:16 Diperbarui: 24 Juli 2017   21:19 322
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
ilustrasi: id.aliexpress.com

Hanya aku yang bisa buat kamu bahagia.

Itu adalah kalimat yang pernah kuucapkan padamu. Dulu sekali. Lama sekali. Saking lamanya aku bahkan tak ingat kapan dan dimana pernah mengucapkan itu. Kupikir saat itu aku bisa mendengar suara klakson dibunyikan di kejauhan. Aroma rumput kering yang tercium begitu muram. Dan. Dan. 

Sebelumnya kamu berkata, "Jangan khawatir. Di sampingku masih ada teman-temanku. Mereka mahir menghibur diri sendiri. Menyihir masalah menjadi sesuatu yang mengharukan sekaligus pantas ditertawakan. Sihir mereka pasti akan sampai padaku."

Aku menggaruk ujung hidungku, "Kupikir hanya aku yang bisa bikin kamu ketawa."

Kamu diam beberapa saat. Lalu menoleh padaku beberapa saat seperti ingin mengatakan "Wedus." Namun aku tahu kamu bukan seorang yang suka mengumpat atau mengeluh atau mengumpat sambil mengeluh kepada orang lain. Tapi sebagai gantinya kau tertawa.

Mungkin kau sedang memikirkan sesuatu yang lucu di kepalamu. Kau hanya tak membaginya denganku.

"Jangan khawatir," katamu sekali lagi sambil menepuk pundakku.

****

Jangan khawatir. Jangan khawatir. Jangan... kha... wa... tir. Aku mencontoh kalimatmu. 

Kalimat itu kuulang-ulang ribuan kali, mengucapkannya sambil berjalan pulang ke rumah.

Lantas aku masuk ke dalam kamarku. Mengambil handuk, pergi ke kamar mandi. Di sana di depan permukaan air ledeng dalam kolam sepitas aku mengucapkan kalimat itu lagi: Jangan khawatir. Kemudian tanganku bergerak mengambil gayung lantas menyiram pangkal kepalaku dengan air dingin.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
Mohon tunggu...

Lihat Konten Cerpen Selengkapnya
Lihat Cerpen Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun