HIGHLIGHT

Berita Kecelakaan Lalu Lintas di Jakarta dan KL

10 Februari 2012 04:44:14 Dibaca :
Berita Kecelakaan Lalu Lintas di Jakarta dan KL
mobil parkir dibawah rambu lalu lintas dilarang parkir di jalan musium jakarta pusat, foto andika

Saat ini banyak sekali berita mengenai kecelakan lalu lintas di jalan raya. Kecelakaan lalu lintas di jalan raya bisa terjadi dimana mana, bahkan informasinya karena jalan tol yang mulus di Semenanjung Malaysia hampir setiap hari terjadi kecelakaan lalu lintas di jalan tol yang mulus itu dan jalan raya lainnya disana. Mengerikan, hampir setiap terjadi kecelakan di jalan tol di Semennjung itu kendaraannya hancur dan umumnya korban meninggal dunia. Jika saya tidak salah Kementerian Transportasi Malaysia mencatat kecelakan lalu lintas jalan tol dan jalan raya di Malaysia adalah kecelakaan lalu lintas di jalan tertinggi  di Asia Tenggara. Tingginya kecelakaan lalu lintas jalan raya di Malaysia itu di karenakan banyak pengemudi yang ceroboh dan tidak memperhatikan, tidak memperdulikan aturan lalu lintas. Saya sudah lupa data yang pernah diberitakan berapa rata rata perhari-nya korban kecelakaan lalu lintas jalan raya di Semananjung Malaysia. Karena tingginya kecelakan lalu lintas di jalan raya itu, maka Pemerintah Malaysia membentuk satu lembaga khusus yang mengkaji bagaimana sebaiknya kendaraan dan jalan yang akan digunakan serta  memantau  lalu lintas jalan, termasuk kecelakaan di jalan, semuanya untuk keselamatan lalu lintas jalan raya yaitu  "Malaysian Institute of Road Safety" ( MIROS ) dibawah Kementerian Transportasi Malaysia ( MOT ) Jika di Jakarta ada kecelakaan sebab "pengemudinya mabuk karena narkoba", menyebabkan 9 pejalan kaki yang berada di trotaor maninggal dunia sekaligus bulan lalu, maka di Johor Malaysia seminggu sebelum kejadian di Jakarta itu ada sepasang swami istri meninggal dunia di tempat karena kecelakan lalu lintas tabrakan beruntun disebabkan ulah "sopir truk" yang membawa pasir ke Singapura di jalan tol asyik maksuk "menyetir sambil menonton video porno" Tadi pagi penyiar teve swasta membaca berita kecelakaan bus yang bertabrakan dengan mobil sedan di Madiun Jawa Timur sehingga bus terjebur ke sungai sedalam 30 meter, "bangkai bus" sedang di usahakan untuk di angkat menggunakan kren. Kok "bangkai bus" ya?  Bukankah kata bangkai , digunakan untuk "binatang".  Apa tidak sebaiknya digunakan kata " rongsokan". Dalam perjalan ke kantor tadi pagi  itu juga diberitakan hasil  pemantau lalu lintas di lapangan  oleh satu stasiun radio swasta, jalan jalan di Jakarta Pusat  pagi ini cukup lancar, mulai ada kepadatan sedikit terutama ke arah mendekati " lampu merah" Pasar Senen dilaporkan pemamantau lalu lintas jalan raya di lapangan Lampu merah?, pasti yang dimaksud adalah " lampu pengatur lalu lintas", memangnya lampu pengatur lalu lintas cuma berwarna merah, lampu pengatur lalu lintas itu  tidak hanya berwarna merah saja, ada juga hijau dan ada juga warna kuningnya. Jika melintas di Jalan Tanah Abang 2 dari arah Petojo di ujung jalan yang ada SMK itu, yang jika belok kiri  ke Jalan Abdul Muis atau lurus  masuk ke Jalan Musium kemudian keluar di Jalan Merdeka Barat, maka diujung jalan itu sebelum belok atau lurus ada lampu pengatur lalu lintas yang sehabis warna merah langsung hijau, baru satu atau dua mobil lewat, mungkin hanya sekian detik lantas kuning sekian detik, langsung merah lagi, hehehee, Yok oppo to. Ketika mobil dari Jalan Tanah Abang 2 masuk ke Jalan Musium menuju ke Jalan Merdeka Barat di sepanjang Jalan Musiun itu yang terletak diantara Kantor Kementerian Kominfo dan Musium Gajah dari ujung ke ujung terpasang penuh rambu " dilarang parkir ", coba saja lewat disitu kapan saja, mungkin cuma malam hari yang tidak penuh dengan kendaraan parkir Mubazir juga kan, ada rambu lalu lintas terpasang di cuwekin? Sebab begitu kendaraan keluar ke Jalan Merdeka Barat, tengok kanan ada kantor polisi, "Polsek Jakarta Gambir ".  Jalan musium itu dekat sekali dengan kantor polisi dan setiap hari banyak polisi berjaga jaga di sekitar Jalan Merdeka Barat itu. Trus maksudnaya? Ya itu, apa gunanya ada rambu lalu lintas dipasang disitu? jikasiapa saja bisa parkir bebas semaunya Ketika di Malaysia, awal awalnya saya sering terkejut juga mendengar penyiar teve membaca berita,  hari ini terjadi lagi kereta "bertembung" di lebuh raya, sehinga mengakibatkan lima orang "mangsa" mati ditempat. Saya kira tadinya ada macan makan orang di hutan, enggak tahunya " lebuh raya" itu "jalan tol". Begitu juga ternyata yang dimaksud dengan "bertembung" itu artinya "bertabrakan" dan mangsa disitu artinya korban , dan kata mati diberita itu untuk menyatakan meninggal dunia dalam bahasa Indonesia. Oalala. Ya sudah, saya hanya bercerita, jika ada yang salah mohon dikoreksi saja dan saya minta maaf. Salam dari Jakarta

andika

/andika

TERVERIFIKASI (HIJAU)

hanya orang biasa, bukan siapa siapa juga

Selengkapnya...

KOMPASIANA ADALAH MEDIA WARGA, SETIAP KONTEN DIBUAT OLEH DAN MENJADI TANGGUNGJAWAB PENULIS.

Siapa Yang Menilai Tulisan Ini ?