Pencemaran Lingkungan Air di Pesisir Megahnya Ibu Kota

30 November 2016 22:42:20 Diperbarui: 30 November 2016 23:31:08 Dibaca : Komentar : Nilai :

Dibalik kemegahannya IbuKota DKI Jakarta tanpa kita sadari terdapat permasalahan yang sangat signifikan mengenai air , air merupakan kebutuhan pokok dalam kehidupan sehari-hari baik dari kebutuhan pokok maupun kebutuhan sekunder dari hal terpenting air di khususkan untuk minum, mecunci baju, mencuci piring. 

Air merupakan hal terpenting khususnya untuk diri manusia dimana hampir 80 persen dari tubuh manusia terdapat air yang menggerakan tubuh kita, di daerah perkotaan megapolitan seperti DKI Jakarta ini kota yang sudah menjadi kota besar dimana pembangunan sangat cepat , penggunaan air tanah yang berlebihan, penyerapan air tanah secara berlebihan mengakibatkan sumberdaya alam semakin menipis dan sumberdaya air bersih mulai tergerus untukpenyediaan air di kalangan elite-elite seperti perkantoran, perhotelan, rumah-rumah megah yang menggunakan kapasitas air bersih secara berlebihan sehingga tidak merata pembagian air bersih tersebut. Pencemaran Air di Jakarta juga dipengaruhi oleh terdapatnya perusahaan besar limbah yang di buang di sarana air di masyarakat seperti, sungai, kali, bahkan saluran air yang menjadi saluran untuk kebutuhan air minum masyarakat.

Pencemaran air di pesisir Jakarta initaklepasdariefekalamiahyaitupenurunantanah yang terjadi di daratan Jakarta sekitar 5cm pertahunyadiakibatkanpengerukandidaratanJakarta secarabesar-besaransehinggamengakibatkandaerahpesisir Jakarta mengakibatkan air yang dikonsumsimengalamiberbagai rasa payaudansedikitasindikarenakanbercampurnya air lautdengan air tanahmengakibatkankosumsidalammasyarakatitusendiriharusmembeli air keluarcontohnyadidaerahutara Jakarta seperti ;Muaraangke,Priok ,danLuarbatang yang memangdidaerahpesisir Jakarta yang memangrawandengan air bersihdanberpapasandenganairlautmeupunpasarperikanan.

KOMPASIANA ADALAH MEDIA WARGA, SETIAP KONTEN DIBUAT OLEH DAN MENJADI TANGGUNGJAWAB PENULIS.
LABEL hijau green
Daftarkan email Anda untuk mendapatkan cerita dan opini pilihan dari Kompasiana

Featured Article