HIGHLIGHT

Hati-hati Modus Baru Penipuan Lewat Telepon yang Berkedok Mitra Bisnis!!

23 September 2012 19:41:13 Dibaca :

Sekadar berbagi pengalaman, siapa tahu bermanfaat bagi yang membaca.

Beberapa hari yang lalu saya dihubungi ke nomor kantor oleh seseorang yang mengaku Presiden Direktur dari salah satu perusahaan swasta nasional, yang kebetulan perusahaan tersebut memang salah satu klien perusahaan kami untuk sebuah kerja sama besar dan penting bagi kami. Walaupun semua klien, baik besar maupun kecil, adalah sama-sama penting bagi kami.

Saat itu saya sedang keluar kantor, orang tersebut meninggalkan pesan kepada yang menerima telepon, agar saya segera menghubungi orang tersebut ke nomor Handphone yang ia tinggalkan, tak lupa ia memberikan nama lengkapnya. Katanya ada hal penting yang akan dibahas dengan saya menyangkut kerja sama antara perusahaan kami dengan perusahaan orang tersebut, dan ia berpesan jangan kasih tahu dahulu bawahannya dengan alasan yang sangat meyakinkan.

Karena rekan kantor saya merasa telepon dan pesan ini sangat penting, maka ia segera menelepon saya ke HP, saya agak kaget, karena tidak biasanya level Direktur bahkan Direktur Utama di perusahaan yang dimaksud mengurus soal kerja sama kami yang mungkin nilai kontraknya tidak seberapa bagi perusahaan besar tersebut.

Untuk diketahui, biasanya semenjak dari awal kerja sama, kami cukup berhadapan dengan level Top Manajer nya, kalau Direktur nya cuma menandatangani kontrak, dan tidak pernah bertemu langsung dengan saya atau pihak kami, apalagi Presiden Direktur nya, malah semenjak kerja sama saya sama sekali tidak mengenal sang Presdir yang dimaksud. Makanya saya agak kaget dan sekaligus curiga.

Setelah sampai di kantor, saya langsung periksa nama orang yang mengaku Presdir tersebut di internet, sekali ketik langsung saya menemukan banyak data akurat tentang nama yang saya ketik itu, ternyata memang benar nama tersebut adalah Presiden Direktur sekaligus CEO dari perusahaan besar yang dimaksud.

Saya jadi makin penasaran setelah mengecek nomor telepon genggam yang ia berikan, sepertinya nomor tersebut lumayan meyakinkan, karena nomor cantik yang jumlah digit nya sedikit. Namun saya tidak enak menanyakan langsung ke Manajer yang biasa komunikasi dengan kami, karena siapa tahu ternyata itu memang benar-benar Presdir yang tidak ingin bawahannya tahu akan campur tangannya, sesuai dengan pesan sang Presdir.

Maka daripada penasaran dan siapa tahu memang benar,  maka saat itu juga langsung saya telepon orang yang mengaku Presdir tersebut.

Setelah berkenalan dan berbasa-basi di telepon, orang yang mengaku Presdir itu langsung ke pokok persoalan yang intinya membahas tentang rencana perluasan kerja sama. Presdir itu mengaku, ia lebih suka ke perusahaan kami dibanding ke kompetitor lain. Untuk itu ia meminta saya untuk bertemu langsung membahas hal tersebut di kantor pusatnya, rencana pertemuan tersebut kami sepakati lusa saat habis makan siang, atau dua hari setelah pembicaraan lewat telepon tersebut. Setelah ia meminta nomor HP saya, ia mengulangi lagi pesannya, kalau hal ini jangan diberitahukan dahulu ke bawahannya.

Menimbang orang tersebut memang kelihatan paham akan kerja sama kami, dan kebetulan saya memang mendengar ada rencana tender lagi untuk menangani cabang-cabang dari perusahaan yang dimaksud di lokasi lain, serta ia mengajak bertemu di kantor pusatnya, bukan di luar, maka saya mulai senang dan mulai percaya kalau orang tersebut mungkin memang benar-benar Presdir dari perusahaan besar tersebut, walaupun tetap tidak terlalu yakin, karena belum ketemu langsung dengan sang Presdir. Maka sebelum hari H rencana pertemuan tersebut, saya sudah menyiapkan segala dokumen yang kira-kira diperlukan.

Sehari sebelum hari H rencana pertemuan itu, saya dikagetkan lagi oleh sang Presdir yang menelepon ke HP saya. Ternyata sang Presdir memberitahukan kalau di saat ketemu besok, ia akan merekomendasikan perusahaan kami kepada rekan bisnis sang Presdir yang kebetulan besok mau berkunjung ke kantornya, untuk itu saya diminta menyiapkan dokumen perkenalan atau Company Profile lengkap. Wah, jadi makin senang, mimpi apa ya semalam? Hehe.

Nah, di saat saya lagi senang-senangnya, sang Presdir mengalihkan pembicaraan lewat telepon itu ke topik lain yang membuat saya langsung curiga.

Orang yang mengaku Presiden Direktur dari Perusahaan swasta nasional yang statusnya terbuka (Tbk) yang omzetnya Triliunan itu (hal ini saya ketahui di internet karena banyak media besar dan terpercaya yang merilis aktivitas perusahaan tersebut), meminta saya mengirimkan sejumlah uang ke rekening bank nya, ia mengaku ada hal mendadak yang harus ia bayarkan hari itu juga ke rekan atau mitra bisnis nya yang lain. Dan ia berjanji akan membayarnya besok saat ketemu di kantor pusatnya.

Saya langsung kaget dan saat itu juga saya langsung tidak percaya sedikit pun dengan pernyataan orang yang mengaku Presdir tersebut. Akal sehat saya langsung menyimpulkan kalau orang yang menelepon saya ini adalah seorang penipu ulung yang sangat profesional. Dan saya mengakhiri pembicaraan dengan jawaban, besok saja sekalian saat ketemu di kantormu bos, kita tidak segampang itu mengeluarkan uang, dan si Presdir pun langsung mematikan teleponnya. Hehe

Kenapa orang ini saya sebut penipu profesional? karena sebelum ia mencoba menipu saya, ia telah mempelajari dahulu seluk-beluk perusahaan kami dan klien kami tersebut. Sehingga kalau saya tidak hati-hati, bisa saja tertipu lalu mengirimkan sejumlah uang yang dia minta.

Pertanyaan yang sampai sekarang masih membuat saya bingung, itu orang tahu data perusahaan dan seluk-beluk klien-klien kami dari mana ya?  Padahal di website perusahaan, kami tidak mencantumkan daftar klien-klien kami, dan anehnya ia menelepon di momen yang tepat, yaitu di saat-saat klien kami tersebut memang akan menyelenggarakan tender.

Namun ada satu hal yang si penipu itu yang tidak tahu tentang SOP internal kami, bahwa kami menjalin kerja sama atau mencari proyek, SANGAT ANTI dan menjauhi hal-hal yang berbau KKN atau sogok-menyogok, karena kami menjual jasa kami secara profesional, makanya dari dahulu, tidak ada satu pun proyek kami di pemerintahan, walaupun mungkin tidak di semua pemerintahan selalu begitu, hehe.

Dan Alhamdulillah selama ini orang-orang di klien-klien kami pun tidak ada yang mau macam-macam, mungkin karena kami memang tidak pernah memberi isyarat untuk bisa begitu, dan mungkin mereka juga bekerja secara profesional dengan berpatokan kepada kepercayaan, tanggung-jawab, manfaat jangka panjang, dan hasil akhir sehingga nanti bisa menunjang karir mereka, bukan untuk keuntungan pribadi yang paling hanya bisa dinikmati sesaat, lalu nanti tidak dipercaya lagi atau dipecat oleh bosnya.

Makanya saya tidak mau mengirimkan uang walau seribu perak pun kepada penipu yang mengaku Presdir seperti uraian di atas. Hehehe. Semoga penipu itu segera bertobat dan mendapatkan hidayah agar mencari nafkah yang halal.

Dan sebaiknya kita semua selalu waspada terhadap modus-modus penipuan yang semakin canggih dan tak terduga ini!!.

KOMPASIANA ADALAH MEDIA WARGA, SETIAP KONTEN DIBUAT OLEH DAN MENJADI TANGGUNGJAWAB PENULIS.

Siapa Yang Menilai Tulisan Ini ?