HIGHLIGHT

Jambu Delima: Manis Rasanya, Mudah Merawatnya

22 September 2012 13:13:55 Dibaca :
Jambu Delima: Manis Rasanya, Mudah Merawatnya
Jambu muda yang siap dibungkus

Terprovokasi oleh tulisan kompasianer icha_nors tentang bertanam jambu Delima dan terdorong memberikan wawasan pada kompasianer yang tertarik budidaya jambu Delima, kegiatan menuangkan uneg-uneg di kompasiana yang sempat mandul beberapa bulan akhirnya menetas juga. Untuk itu ucapan terima kasih sangatlah pantas kepada icha_nors yang telah membangkitkan jemari untuk menulis setelah sekian lama tertidur.

Budidaya jambu Delima tergolong mudah. Hampir bisa tumbuh di daerah  manapun, tanah yang cenderung kering maupun berair, di dataran rendah maupun di pegunungan.  Jambu yang moncer di daerah Demak ini (sehingga disebut Jambu Demak) sangat berhasil menopang keuangan keluarga, dimana notabene Demak tanahnya merekah bila musim kemarau, dan lembek di saat musim hujan.  Hal ini mendorong saya untuk mencoba menanam di tanah sebelah rumah yang kontur tanahnya beda dengan daerah Demak. Tanah di daerah saya cenderung merah, berdebu bila kemarau dan licin bila musim penghujan.

Tahun pertama saat berbuah jadi surprise tersendiri. Disamping bibitnya bisa hidup, juga menepis anggapan banyak orang bahwa jambu Delima tidak  bisa dibudidayakan di daerah selain Demak. Alhasil dengan bunga-bunga yang muncul hampir di sekujur ranting dan batang pohon, menjadi kenikmatan tersendiri ketika memandangi kembang-kembang itu telah berubah menjadi buah berwarna merah.

Buah jambu yang hampir tak pernah tersentuh tangan untuk merawatnya tersebut akhirnya bisa dipanen untuk dikonsumsi keluarga dan tetangga. Maklum dari 22 batang tanaman jambu Delima yang berbuah hanya beberapa, itu pun tidak banyak. Saya menyadari mungkin karena baru buah pertama sehingga hasilnya tidak maksimal.

Tahun ketiga ini saya berusaha merawat dan menekuni budidaya jambu Delima, setelah setahun yang lalu hampir semua bunga dan jambu rontok, akibat tanpa perawatan dan musim hujan yang tidak pernah ada hentinya. Dengan bantuan tenaga dan alat semprot seorang teman yang menyarankan budidaya jambu, bibit bunga dan ranting tempat munculnya bunga disemprot dengan obat semacam penrangsang buah dan obat anti penyakit jambu.

Alhamdulillah sekitar tiga minggu setelah penyemprotan, bunga sudah banyak yang menjadi bakal buah jambu.  Dalam kondisi ini untuk menghindari buah terserang hama penting sekali dilakukan pembungkusan. Untuk bungkus bisa digunakan plastik ukuran 1,5 kg dan 2 kg. Kegiatan inilah yang menjadi faktor penting berhasil tidaknya jambu bisa menjadi buah yang sempurna, manis dan dagingnya tebal, tanpa adanya hama. Pembungkusan dilakukan pada saat bunga sudah mulai kelihatan berisi (mulai membentuk buah). Melakukan pembungkusan pada buah jambu hendaknya tidak terlalu besar, diameter jambu kira-kira sebesar ibu jari dan masih berwarna hijau. Apabila lebih dari itu atau buah sebagian sudah berwarna merah maka bisa dipastikan sudah telat, alias sudah terkena sengatan lalat buah, sehingga  buah menjadi busuk dan rontok. Untuk menghasilkan buah yang maksimal, setiap ranting buah maksimal 4 (empat) buah. Apabila lebih dari empat maka buanglah buah yang paling tidak sempurna. Di samping itu pembungkus plastik yang digunakan adalah ukuran plastik 2 kg maksimal untuk membungkus  buah 4 (empat) biji.

Setelah jambu terbungkus tinggal tunggu 1,5 sampai 2 minggu untuk dipanen. Kelebihan jambu Delima ini adalah masa berbunga dan panen bisa kontinyu selama kurang lebih tiga bulan terus menerus. Artinya ketika jambu sudah ada yang siap dipanen, bakal jambu terus muncul, sehingga aktivitas membungkus dan memanen jambu terus berlangsung.

Jadi tunggu apa lagi, yuuk hiasi kebun kita dengan jambu Delima. Manis rasanya, nikmati hasilnya.

Misbahul Anam

/anamku

TERVERIFIKASI (HIJAU)

Change Your Word, Change Your World
Selengkapnya...

KOMPASIANA ADALAH MEDIA WARGA, SETIAP KONTEN DIBUAT OLEH DAN MENJADI TANGGUNGJAWAB PENULIS.

Siapa Yang Menilai Tulisan Ini ?