Sketsa

27 Maret 2013 07:25:16 Dibaca :

MASIH tersisa derap langkahmu dalam ingatanku sebelum kau berlalu;


sebelum kau ucapkan kata pedih menghujam kalbu di akhir senja itu



Seuntai puisi telah aku goreskan pada secarik kertas putih


sebagai keluh kesah rasaperasaanku dalam denting sunyi nan dramatis



Yang tersisa kini adalah jejak bayangmu dalam sketsa bisu nan kelabu


pada segores luka yang terus mengalirkan warna merah dalam tangis pilu



Dan kau telah berlalu dalam laju waktu, gapai segala impi dan harapan baru


Sedangkan kau telah meninggalkan segurat luka tak terperikan untukku



Seketsa ini teramat sakit untuk ditahan sepanjang helaan nafasku


dan teramat sakit pula jika dibuang, sebab ia telah jadi separuh risalah hidupku



Kaulah yang membuatku jatuh dari sebuah harapan


tapi kau jugalah yang membuatku tumbuh dalam sebuah harapan


Yogyakarta, 23 Januari 2009

Anam Khoirul Anam

/anamkhoirulanam_19

Anam Khoirul Anam: lahir di Ngawi, 26 Juni 1982. Pasca kuliah, ia begitu ingin serius dalam mengembangkan potensi menulisnya dan ingin lebih memperdalam jiwa sastrawinya lewat buah pikir dan lewat kreasi kreatif jemari-jemarinya yang ‘dingin’. Selain memperdalam dan mengembangkan kreatifitas menulisnya, ia juga mendirikan sebuah wadah kepenulisan agar lebih memberdayakan khazanah literasia: Anam Khoirul Anam Reader (AKAR).
email: anamer_19@yahoo.com
FB / PF: Anam Khoirul Anam
Twitter: @NAMe_19

Selengkapnya...

KOMPASIANA ADALAH MEDIA WARGA, SETIAP KONTEN DIBUAT OLEH DAN MENJADI TANGGUNGJAWAB PENULIS.

Siapa Yang Menilai Tulisan Ini ?