Semangat dalam Kekurangan

23 Maret 2011 19:29:06 Dibaca :

Dia (Septi) terlahir sebagai anak tertua di keluarga miskin yang tinggal di salah satu sudut pinggiran kota Malang. lebih tepatnya di pinggir rel kereta api.  Saking miskinnya, keluarganya hanya berpenghasilan kurang dari 15rb per hari. Namun, semangat Dia yang luar biasa tidak membiarkan apa pun atau siapa pun menghalangi keinginannya meraih ilmu. Tidak hanya harus berlapar-lapar agar bisa membeli peralatan tulis, tapi Dia juga harus menentang keinginan keluarganya. Sebab, keluarganya tidak mengizinkan Dia untuk pergi ke sekolah, karna tidak mampu..

Si kecil Septi harus menerjang kerasnya hidup yang ada di hadapannya. Dia tidak mengenal kata "Menyerah" untuk meraih apa yang Dia inginkan. Dia mengandalkan tutup botol soft drink yang telah dibentuk untuk "Ngamen" di salah satu perempatan kota Malang untuk mendapatkan uang. Tak hanya harus melawan sengatan sang Raja Siang, namun tak jarang Dia juga harus merelakan baju satu-satunya basah karna hujan.

Betapa gadis kecil ini berusaha keras untuk memperoleh pendidikan yang layak. Bahkan, si kecil Septi berani mengambil resiko berjalan kaki selama 5km untuk pergi ke sekolah karna tidak punya uang untuk naik angkot..

(terinspirasi dari LSM Griya Baca Malang)

Khairil Anam

/anam-chaem

Aku boleh ragu.. Kalian boleh ragu.. Mereka boleh ragu.. Tapi semua keraguan tidak akan menghapus kebenaran firman Tuhan..
Selengkapnya...

KOMPASIANA ADALAH MEDIA WARGA, SETIAP KONTEN DIBUAT OLEH DAN MENJADI TANGGUNGJAWAB PENULIS.

Siapa Yang Menilai Tulisan Ini ?