Humaniora

Kekayaan Nusantara

14 September 2017   22:44 Diperbarui: 14 September 2017   23:02 88 0 0

Indonesia adalah negara yang kaya raya. Potensi kekayaan alamnya sangat luar biasa, baik sumber daya alam hayati maupun non hayati. Bisa dibayangkan, kekayaan alamnya mulai dari kekayaan laut, darat, bumi dan kekayaan lainnya yang terkandung di dalam bumi Indonesia tercinta ini mungkin tidak bisa dihitung. Apabila dilihat secara geografis,dari sabang sampai merauke, terbentang tidak sedikit pulau yang ada di Indonesia. Dengan pulau besar, mulai pulau jawa, sumatra, kalimantan, sulawesi serta Irian Jaya. Namun disamping itu,terdapat pula ribuan pulau yang mengelilingi alam Indonesia. Oleh karena itu, Indonesia merupakan negara kepulauan yang mempunyai kekayaan alam yang sangat besar.

Indonesia umumnya mempunyai dua musim, yaitu musim kemarau dan musim hujan. Khususnya, pada musim hujan, Indonesia merupakan negara yang memiliki curah hujan yang cukup tinggi. Maka, secara astronomi, ini memberikan banyak keuntungan bagi bumi Indonesia. Salah satunya tanaman dapat tumbuh dengan subur dan berkembang biak secara cepat. Maka dari itu, Indonesia mempunyai berbagai jenis tanaman yang juga memberikan peran serta yang besar akan kekayaan alam.

Lain dari pada itu, kekayaan Indonesia tidak sekadar terbatas pada kekayaan hayatinya, tetapi juga non hayatinya. Aneka bahan tambang terkandung di dalam perut bumi Indonesia. Diantaranya, minyak bumi, batubara, gas alam, dan sebagainya. Akan tetapi, aneka bahan tambang tersebut merupakan sumber daya alam yang tidak dapat diperbarui.

Kekayaan alam tersebut diperuntukkan bagi seluruh rakyat Indonesia.

Dalam kegiatan eksplorasi kekayaan alam baik sumber daya alam hayati maupun non hayati tidak boleh mengakibatkan kerusakan lingkungan. Sebagai contoh dalam menangkap ikan di laut tidak boleh menggunakan bom peledak karena tidak hanya merusak lingkungannya, namun juga akan merusak biota laut lainnya. Oleh karena itu, dalam mengeksplorasi harus menjaga lingkungan demi kelestarian sumber daya alam.

Selain kekayaan alam Indonesia juga mempunyai kekayaan nusantara lainnya yaitu bahasa. Seperti yang telah diutaran di awal, bahasa adalah gerbang untuk memahami budaya. Kita justru harus lebih khawatir terhadap bahasa-bahasa televisi yang menawarkan kebudayaan yang diklaim sebagai "budaya masa kini". Tidak semua buruk, tapi beberapa di antaranya membuat kita cemas karena generasi muda kehilangan akar budayanya. Berapa banyak orangtua yang cemas dengan pergaulan anaknya yang kian bebas dan egosentris? Yang, notabene bukanlah budaya yang diajarkan leluhur masyarakat Jawa Barat. Gawatnya, budaya masa kini ini semakin mudah ditemui dalam keseharian, sehingga semakin leluasa memengaruhi pola pikir manusia.

Agak mengejutkan ketika mengetahui Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan tidak mencantumkan bahasa daerah secara eksplisit dalam kurikulum pendidikan 2013. Bahasa daerah sepertinya tidak menjadi prioritas pendidikan di Indonesia. Padahal, dengan merawat bahasa daerah, berarti merawat identitas kita sebagai bangsa yang kaya dengan potensi budaya. UNESCO, lembaga dunia yang mencetuskan Hari Bahasa Internasional pun, bahkan mengatakan "Linguistic and cultural diversity represent universal values that strengthen the unity and cohesion of societies". Ini berarti, kita tak perlu takut perpecahan sosial dengan mempelajari bahasa daerah. Provinsi Jawa Barat pun memandang penting pelestarian bahasa daerah dengan menerbitkan Peraturan Daerah No. 5 Tahun 2003, tentang Pemeliharaan Bahasa, Sastra, dan Aksara Daerah. Salah satu butir dalam pasal lima Perda tersebut, bahkan menyebutkan bahwa Bahasa daerah harus ada dalam modul/ buku pelajaran di sekolah.