Pria metropolis dan kurang atletis yang lahir di Hari Kamis ini hanyalah seorang blogger narsis, kerap berpakaian necis serta menghindari hal yang najis-najis. Lelaki Berkumis tipis ini juga menggemari kue pukis dan sayur buncis. Sangat jarang meringis karena senantiasa memamerkan senyum manis yang selalu bikin hidung gadis kembang kempis. Begitu kepingin berwisata ke Paris, meski hanya sekedar pipis dibawah gerimis. Lelaki kelahiran Makassar,9 April 1970 ini, tinggal di Cikarang bersama istri dan kedua buah hatinya, Rizky dan Alya. Menulis dan ngeblog adalah sebuah aktifitas bagi dirinya untuk curhat sekaligus melampiaskan hasrat. Prinsipnya sederhana: "Low Profile, High Libido!" :)). Kunjungi "rumah virtual"-nya di www.daengbattala.com
Kompasianer sejak
28 November 2008
Hari ini adalah sebuah hari yang berbahagia buat saya, karena tepat di Hari Kesepuluh Bulan Januari 2011, buku saya yang merupakan kumpulan cerita Narsis atau ...
11 January 2011 04:55Rintik gerimis senja selalu membawa lamunanku padamu. Ketika irisan-irisan air itu jatuh dari langit, kau akan senantiasa memandangnya takjub dari balik buram kaca jendela. Menikmatinya. ...
12 December 2009 09:24Catatan Pengantar: Narsis atau Narasi Romantis kali ini saya angkat dari Cerpen saya yang dimuat (sekaligus menjadi judul utama kumpulan cerpen Blogfam yang diterbitkan Gradien Mediatama ...
18 November 2009 12:32My Momma always said: Life was like a box of chocholates You never know What you’re gonna get -Tom Hanks, Forrest Gump,1994 Saskia tersenyum tipis setelah membaca sekilas potongan kutipan ...
4 November 2009 10:14Konon, katamu, secara zodiak kita berjodoh. Aku berbintang Aries, Kamu Sagitarius. Persis seperti nama depan kita : Aku Aries dan Kamu Sagita. Cocok. Klop. Pas. Kamu lalu mengajukan sejumlah ...
2 November 2009 08:43Catatan Pengantar: Dua tahun lalu, saya pernah menulis ide cerita untuk skenario Sinetron Televisi bernuansa islami, Maha Kasih 2 berjudul “Kisah Seorang Penyiar dan Gadis Patah ...
27 October 2009 13:19Lelaki itu menghirup cappuccinonya. Menyesap segala rasa yang menyertai dengan perih menusuk dada. Ia lalu melirik jam tangannya. Sudah 2 jam lebih dia di Cafe tersebut. Sambil ...
22 October 2009 09:09Dia, yang menurutmu tak pernah bisa kamu mengerti, adalah dia yang kamu cinta. “Jadi apakah itu berarti, kamu membencinya?” tanyaku penuh selidik suatu ketika. “Ya, aku menyukai ...
22 October 2009 04:09Perempuan Wangi Bunga itu mengerjapkan mata, ia lalu membaca kembali baris-baris kalimat pada emailnya yang sudah siap dikirim ditemani lantunan lagu “Takdir Cinta” yang dinyanyikan ...
21 October 2009 09:20Aku kembali lagi disini, perempuanku. Pada tempat dimana semua kenangan itu pernah berasal. Juga ketika kehilangan itu berawal. Ada lanskap kesunyian bertahta merajam langit, saat jejak kakiku ragu ...
20 October 2009 09:06