Ekonomi

Makalah Produktivitas

12 September 2017   13:31 Diperbarui: 12 September 2017   13:33 229 0 0

PENDAHULUAN


Manajemen sumber daya manusia pada umumnya untuk memperoleh tingkat perkembangan yang setinggi-tingginya, hubungan kerja yang serasi antara karyawan dan penyatupaduan sumber daya manusia secara efektif atau tujuan efesiensi dan kerja sama sehingga diharapkan akan meningkatkan produktivitas kerja pada suatu perusahaan atau instansi tersebut (Sunyoto, 2012: 1). Sumber daya manusia mengandung dua hal yaitu dipandang dari kualitas usaha kerja atau jasa yang dapat diberikan dalam proses produksi dalam jangka waktu tertentu, untuk meningkatkan barang dan jasa.

Dalam  memanajemen suatu kegiatan itu tidaklah mudah seperti yang kita bayangkan, baik kegiatan dalam suatu organisasi ataupun kegiatan yang ada pada suatu perusahaan. Tanpa adanya manajemen yang baik kita tidak akan bisa menjalankan suatu kegiatan yang sesuai dengan tujuan.

Dalam suatu perusahaan tujuan awal adalah meraih keberhasilan yang berdampak pada kemajuan suatu perusahaan. Salah satu ukuran keberhasilan kinerja individu, organisasi atau perusahaan terletak pada produktivitasnya. Apabila produktivitasnya tinggi atau bertambah, maka suatu organisasi atau perusahaan tersebut bisa dikatakan berhasil. Apabila lebih rendah dari standar atau menurun, bisa dinyatakan tidak atau kurang berhasil (Wibowo, 2007: 109).

Lynch dan kordis (1988) yang menyatakan bahwa organisasi yang akan mampu bersaing dan dapat bertahan dalam gelombang perubahan yang sedang melanda dunia adalah organisasi yang memiliki tingkat produktivitas yang tinggi. Organisasi yang dianggap prima adalah organisasi yang mampu menciptakan mekanisme untuk meningkatkan nilai tambah dari seluruh aset, potensi dan sumber daya organisasi. Sebaliknya organisasi atau perusahaan yang memiliki tingkat produktivitas yang rendah secara perlahan ataupun cepat akan kalah dalam arena pertandingan usaha dan akhirnya akan runtuh tidak berdaya (Mulyadi, 2003: 234).

Perusahaan atau suatu wirausahawan yang sukses harus memiliki kemampuan dalam meningkatkan kinerja dan produktivitas, apabila produktivitasnya tinggi, dan untuk mencapai produktivitas yang tinggi sumber daya manusia harus mampu bekerja atau mampu melakukan kegiatan yang mempunyai nilai ekonomis. Menaikan produktivitas dapat dilakukan dengan memperbaiki rasio produktivitas dengan menghasilkan lebih banyak keluaran atau output yang lebih baik dengan tingkat masukan sumber daya tertentu (Blecher, 1987: 3). Dan dalam pencapaian produktivitas yang tinggi perlulah usaha - usaha dan perlu memperhatikan berapa hal - hal sehingga mendapatkan hasil yang optimal.

Oleh karena itu, pentingnya mengelola produktivitas dalam menentukan keberlangsungan suatu kegiatan, maka dalam makalah ini akan dijelaskan mengenai produktivitas tersebeut, pengertian faktor - faktor serta peran sumber daya manusi dalam meningkatkan produktivitas.

1. Rumusan Masalah

Berdasarkan dari latar belakang diatas maka dapat dirumuskan beberapa rumusan masalah sebagai berikut :

1. Apa pengertian dari produktivitas  ?

2. Apa saja faktor-faktor yang mempengaruhi produktivitas  ?

3. Apa saja lingkungan perbaikan produktivitas  ?

4. Apa peran manajemen sumber daya manusia, pimpinan -- pimpinan departemen, badan legislatif dan eksekutif dalam peningkatan produktivitas  ?

2. Tujuan

Tujuan dari penulisan makalah ini adalah:

1. Untuk menjelaskan pengertian dari produktivitas

2. Untuk menyebutkan faktor yang mempengaruhi produktivitas

3. Unruk menjelaskan lingkungan perbaikan produktivitas

4. Untuk menjelaskan peran manajemen sumber daya manusia, pimpinan -- pimpinan departemen, badan legislatif dan eksekutif dalam peningkatan produktivitas

PEMBAHASAN

1. Pengertian Produktivitas

Batasan produktivitas dapat dilihat dari berbagai sudut pandang, tergantung pada tujuan masing -- masing organisasi, yang bergerak di bidang profit ataupun untuk customer jatisfaction atau juga organisasi publik ataupun swasta.

Pengertian produktivitas dapat diartikan secara umum sebagai tingkat perbandingan antara hasil keluaran (output) dengan memasukkan (input) Bernandin dan Russell(1993). John Soeprihanto berpendapat bahwa produktivitas diartikan sebagai perbandingan antara hasil -- hasil yang dicapai dengan keseluruhan sumber daya yang dipengaruhi atau perbandingan jumlah produksi (output) dengan sumber daya yang digunakan (input) (Toni Setiawan, 2012: 148).

Menurut Parmiti (2000: 202) menyatakan secara umum produktivitas adalah menunjuk pada rasio output terhadap input  mencangkup biaya produksi dan biaya peralatan, sedangkan output bisa terdiri dari penjualan, pendapat dan kerusakan.

Sedangkan pengertian produktivitas secara filosofi, dan menurut Dewan Produktivitas Nasional produktivitas merupakan sikap mental yang selalu berusaha dan mempunyai pandangan bahwa suatu kehidupan hari ini lebih baik dari hari kemarin dan hari esok lebih baik dari hari ini. Secara teknis produktivitas merupakan perbandingan antara hasil yang dicapai dan keseluruhan sumber daya  yang dipergunakan, dengan membandingkan jumlah yang dihasilkan dengan setiap sumber yang digunakan, produktivitas adalah ukuran yang menunjukkan pertimbangan antara input dan outputyang dikeluarkan (Sunyoto, 2012: 41).

Secara konseptual, produktivitas adalah hubungan antara keluaran atau hasil organisasi dengan masukan yang diperlukan. Produktivitas dapat dikuantifikasi dengan membagi keluaran dengan masukan. Menaikkan produktivitas dapat dilakukan dengan memperbaiki rasio produktivitas, dengan menghasilkan lebih banyak keluaran atu output yang lebih baik dengan tingkat masukan sumber daya tertentu (Blecher, 1987: 3). Produktivitas sering diukur dalam bentuk masukan dan keluaran ekonomi. Akan tetapi, masukan dan keluaran sumber daya manusia dan sosial juga merupakan faktor penting. Jika perilaku organisasi lebih baik, dapat memperbaiki kepuasan kerja sehingga terjadi peningkatan hasil sumber daya manusia

Memahami konsep dan teori produktivitas secara baik dapat dilakukan dengan cara membedakannnya dari efesiensi dan efektivitas. Efektivitas dapat didefinisikan sebagai tingkat ketepatan dalam memilih atau menggunakan suatu metode untuk melakukan sesuatu (efektif=do right things). Efesiensi dapat didefinisikan sebagai tingkat ketepatan dan berbagai kemudahan dalam melakukan kegiatan (efesiensi=do things right). Efensiensi diukur sebagai rasio output dan input. 

Pengukuran efesiensi adalah penentuan outcome dan penentuan jumlah sumber daya yang dipakai untuk menghasilkan outcome dan penentuan jumlah sumber daya yang dipakai untuk menghasilkan outcome tersebut. Di sektor swasta dan di banyak kasus sektor public, efesiensi dan produktivitas dianggap sinonim. Selain efesiensi, produktivitas juga dikaitkan dengan kualitas output yang diukur berdasarkan beberapa standar yang telah ditetapkan sebelumnya.

2. Faktor -- Faktor Determinan Produktivitas

Banyak hasil penelitian yang memperlihatkan bahwa Produktivitas sangat dipengaruhi oleh faktor -- factor yaitu: 1. Knowledge;2. Skills;3. Abilities;4. Attitudes; dan5. Behaviors

Klingner dan Nanbaldian (1993) menyatakan bahwa produktivitas merupakan fungsi utama perkalian dari usaha pegawai (effort) yang didukung dengan motivasi yang tinggi, dengan kemampuan pegawai (ability), yang diperoleh    melalui latihan -- latihan. Produkivitas yang meningkat berarti performansi yang baik akan menjadi feedbeck bagi usaha, atau motivasi pekerjaan pada tahun berikutnya. Selain keterkaitan produktivitas dengan usaha dan kemampuan sumber daya manusia, produktivitas juga memiliki hubungan keterkaitan dengan efesiensi, efektivitas, dan kualitas (Toni Setiawan, 2012: 150).

Adapun fungsi -- fungsi kepegawaian yang utama adalah pengadaan alokasi, pengembangan, dan hukuman dari sumber daya manusia pengembangan pegawai secara historis kurang mendapat perhatian. Fungsi pengembangan pegawai memusatkan perhatian pada peningkatan kemampuan dan motivasi dari para pegawai pemerintah untuk bekerja. Fungsi pengembangan melengkapi fungsi pengadaan, yang menandakan usaha awal dari seorang majikan untuk menyeleksi orang berdasarkan kemampuan dan faktor -- faktor lain yang akan berpengaruh terhadap kinerja para pekerja selanjutnya.

3. Lingkungan Perbaikan Produktivitas

Bidang bidang yang berkaitan dengan program -- program peningkatan atau perbaikan produktivitas antara lain adalah yang pertama mencakup dinamika  perubahan -- perubahan di dalam struktur organisasi, kedua mencakup proses -- proses dalam manajemen sumber daya manusia dan ketiga mencakup prosedur -- prosedur pelaksanaan MSDM.

Lingkup perbaikan produktivitas menurut Gomes (1995) adalah:

  1. Fleksibilitas dalam melakukan prosedur-prosedur pelayanan sipil
  2. Sentralisasi manajemen yang mendukung pelayanan, seperti mengetik, daftar gaji, dan pembelian.
  3. Mengumpulkan laporan --laporan keuangan untuk meningkatkan pendapatan
  4. Desentralisasi yang terpilih atau reorganisasi ke dalam unit -- unit yang sama
  5. Pemakaian yang meningkat mengenai ukuran -- ukuran kinerja dan standar -- standar kerja untuk memonitor produktivitas 
  6. Konsulidasi pelayanan -- pelayanan 
  7. Penggunaan modal -- modal keputusan ekonomi rasionalis untuk menjadwalkan dan masalah -- masalah konservasi energi lainnya.
  8. Recycling projects

Adapun teknik memperbaiki produktivitas menurut (Wibowo, 2012: 116) menunjukan adanya beberapa cara untuk memaperbaiki produktivitas yaitu industrial engineering technique, economic analyze, dan behavioral techinique.

Industrial engineering techniquedilakukan melalui work study, work simplification dan pareton analysis.  economic analysis menggunakan management through value analysis, cost--benefit analysis, zero based budgeting  dan cost productivity allocation. Sementara  behavioral technique menggunakan organization development, brainstorming, forced field analysis dan nominal group technique.

1. Studi kerja (work study)

Studi kerja yang digunakan untuk mempelajari pekerjaan orang dan mengindikasi faktor yang memengaruhi efesiensi. Biasanya digunakan dalam usaha meningkatkan output dari jumlah sumber daya tertentu dengan sedikit atau tanpa investasi kapital lebih lanjut.

2. Pengembangan organisasi (organization development)

Pengembangan organisasi adalah proses yang terencana, dikelola, dan sistematis. Tujuannya adalah mengubah sistem, budaya, dan perilaku organisasi dengan maksud memengaruhi efektivitas organisasi.

3. Curah gagasan (brainstorming)

Suatu proses membangkitkan gagasan secara terorganisir untuk menghindari evaluasi terlalu dini karena apabila demikian, dapat menutup timbulnya gagasan yang baik.

4. Forced field analysis

Merupakan alat untuk menganalisis situasi yang perlu diubah. Hal ini memfasilitasi perubahan dalam organisasi dengan meminimalkan usaha dengan gangguan.

5. Nominal group technique

Merupakan pendekatan partisipatif pada penemuan fakta, identifikasi masalah dan kekuatan, membangkitkan gagasan, dan mengevalusai progress.

Setiap organisasi pada umumnya ingin memperbaiki kinerja dengan cara melakukan perbaikan produktivitas, namun usaha tersebut tidak selalu berhasil. (Blecher. 1987: 14) mengungkapkan adanya kesukaran dalam melaksanakan perbaikan produktivitas karena hal -- hal berikut:

  1. Perintah dari manajemen puncak
  2. Definisi dan rasional tidak jelas
  3. Komitmen dari atas rendah
  4. Perangkap pengangkatan koordinator
  5. Kegagalan mengukur kesiapan organisasi
  6. Pengukuran menggantung
  7. Ketidak jelasan tanggung jawab dan akuntabilitas rendah
  8. Menyenangkan dengan teknik

4. Peran Manajemen Sumber Daya Manusia, Pimpinan -- Pimpinan Departemen, Badan Legislatif dan Eksekutif dalam Peningkatan Produktivitas

Performansi pegawai dipengaruhi oleh usaha, memotivasi dan kemampuan pegawai, dan juga kesempatan dan kejelasan tujuan -- tujuan kinerja yang diberikan oleh organisasi kepada seorang pegawai. Masing -- masing faktor di atas mempunyai peran tertentu yang bisa mempengaruhi upaya perbaikan produktivitas.

Faktor kesempatan dari para pegawai untuk bekerja dengan baik sering diabaikan atau tidak mendapat perhatian yang serius. Para pekerja juga harus diberi harapan -- harapan konerja yang masuk akal, tidak hanya kejelasan dari pada pertanyaan tujuan tetapi juga fisibilitas tujuan secara keseluruhan.

Faktor lain yang berkaitan dengan produktivitas meliputi perhatian terhadap alat pengaman dan kondisi kerja seperti sakit sehingga meninggalkan kerja, atau konpensasi dari pekerja, tentu berarti biaya dari organisasi dalam jumlah uang yang besar, dan kondisi kerja yang tidak nyaman jelas akan mempengaruhi kesempatan bagi pekerja untuk bekerja secara lebih efesien dan efektif.

Faktor lainnya adalah yang berkaitan dengan sistem kepegawaian itu sendiri. Jika suatu sistem terlampau kaku maka mungkin hanya sedikit kesempatan fleksibilitas dalam tugas -- tugas kerja, mobilitas karir, dan implementasi rencana -- rencana insentif.

Faktor lain yang mendukung produktivitas di dalam pemerintahan, yang dengan mudah sering diabaikan (overlook) adalah kejelasan tujuan. Pengukuran produktivitas di dalam penyediaan pelayanan sosial sering diganggu oleh gagasan -- gagasan yang mendua dari apa yang merupakan output yang diterima. Terlalu sering dijumpai tujuan yang terlaulu sloganistik. Jadi seorang pekerja harus tahu apa yang dipertimbangkan oleh organisasi sebagai suatu kinerja yang memuaskan agar ia dapat melakukan seperti apa yang diharapkan oleh organisasi tersebut. Pada tingkat legislatif -- legislatif hal ini berarti spesifikasi prioritas dan tujuan program.

Pada level departemen, manajer dan supervisor harus menterjemahkan prioritas tersebut ke dalam unit kerja khusus dan perorangan, dan harus pula menyediakan feedback untuk para pekerja tentang kinerja mereka. Instansi kepegawaian bisa memberikan hal -- hal yang berkaitan dengan kejelasan tujuan dengan melakukan analisis pekerjaan berdasarkan waktu, dan dengan melatih para supervisor dalam penyusunan standar -- standar performansi dan dalam proses penilaian performansinya.

Pada level pimpinan instansi dan legislative produktivitas pegawai akan ditingkatkan melalui pengalokasian upah dan kondisi kerja yang bersaing dengan para pemimpin yang lain, melalui pemberian insentif -- insentif dan melalui penerimaan kebijaksanaan manajemen sumber daya manusia yang adil. Para politisi daya yang memadai untuk mencapai tujuan -- tujuan yang fisibel, juga untuk menetapkan prioritas program.

Pada level departemen dan supervisor, faktor -- faktor yang mempengaruhi kinerja pegawai termasuk perhatian pada metode -- metode seleksi, pelatihan on the job, kaitan imbalan atau upah dengan kinerja, perlakuan yang adil terhadap pekerja, rancangan pekerjaan yang menantang dan tangga karir yang menunjukan seorang pekerja bisa tumbuh bersama majikan yang sama, melengkapi para pegawai dengan alat -- alat yang memadai bagi perdagangannya, dan memberikan informasi kepada para pegawai sehingga mereka bisa melakukan penyesuaian dalam kinerja yang juga akan mempengaruhi produktivitas.

PENUTUP

1. Kesimpulan

Produktivitas merupakan perbandingan antara biaya hasil keluaran (output) dengan pemasukan, penjualan atau pendapatan (input). Produktivitas suatu kegiatan dikatakan meningkat apabila pengembangan program memberikan hasil tambahan sebagai produk sampingan atau by-product. Pendapat lain mengemukakan bahwa suatu organisasi dikatakan produktif apabila mencapai tujuannya dan itu terjadi dengan mengubah masukan menjadi pengeluran dengan biaya terendah. Produktivitas merupakan ukuran kinerja termasuk efektivitas dan efesiensi.  

Efektivitas dapat didefinisikan sebagai tingkat ketepatan dalam memilih atau menggunakan suatu metode untuk melakukan sesuatu (efektif=do right things). Efesiensi dapat didefinisikan sebagai tingkat ketepatan dan berbagai kemudahan dalam melakukan kegiatan (efesiensi=do things right). Sebagai contoh, sebuah rumah sakit dikatakan efektif apabila sukses memenuhi kebutuhan pelanggan. Dikatakan efesien apabila dapat melakukannya dengan biaya lebih rendah.

Faktor-faktor determinan produktivitas adalah : knowledge, skills, mabilities, attitudes, dan behaviors. Produkivitas yang meningkat berarti performansi yang baik akan menjadi feedbeck bagi usaha, atau motivasi pekerjaan pada tahun berikutnya. Selain keterkaitan produktivitas dengan usaha dan kemampuan sumber daya manusia, produktivitas juga memiliki hubungan keterkaitan dengan efesiensi, efektivitas, dan kualitas. Bidang bidang yang berkaitan dengan program -- program peningkatan atau perbaikan produktivitas antara lain adalah yang pertama mencakup dinamika  perubahan -- perubahan di dalam struktur organisasi, kedua mencakup proses -- proses dalam manajemen sumber daya manusia dan ketiga mencakup prosedur -- prosedur pelaksanaan MSDM.

Manajemen sumber daya manusia, pimpinan -- pimpinan departemen, badan legislatif dan eksekutif. Performansi dari pegawai tersebut dipengaruhi oleh usaha, memotivasi dan kemampuan pegawai, dan juga kesempatan dan kejelasan tujuan -- tujuan kinerja yang diberikan oleh organisasi kepada seorang pegawai. Masing -- masing faktor di atas mempunyai peran tertentu yang bisa mempengaruhi upaya perbaikan produktivitas.

2. Saran

Semoga dengan tersusunnya makalah ini mampu memberikan, menambahkan pengetahuan semua pembaca. Dan harapan dari penulis bukan hanya sekedar dibaca melainkan juga difahami dengan jelas, hal ini dikarenakan suatu organisasi atau perusahaan yang akan mampu bersaing dan dapat bertahan dalam gelombang perubahan yang terus terjadi, yang sedang melanda dunia adalah adalah organisasi atau perusahaan yang memiliki produktivitas yang tinggi, yang mana hasil dari pemasukanya (input), penjualannya lebih besar dibandingkan dengan biaya pengeluarannya (output). Namun sebaliknya dengan organisasi yang memiliki tingkat produktivitas yang rendah secara perlahan atau cepat akan runtuh atau kalah dari arena pertandingan usaha.

Walaupun penyusunan makalah yang berjudul "Produktivitas" ini sudah dilakukan semaksimal mungkin dan sudah dapat diselesaikan, namun revisi, kritik, dan saran dari berbagai pihak masih tetap diharapkan.