Hongkong, Tak Habis Dalam 4 Hari (part 2)

09 Februari 2011 06:48:25 Dibaca :
Hongkong, Tak Habis Dalam 4 Hari (part 2)
Disneyland, Hongkong

Hongkong hari Pertama Tidur berlima (2 orang dewasa, 1 anak remaja, dan 2 anak-anak) di kamar hotel yang seharusnya hanya berisi 2 orang. Hhhmmm... bisa dibayangkan bagaimana mengatur posisi tidur biar punggung tidak sakit pas bangun keesokan harinya. Syukurlah kami bisa tidur nyenyak (karena kecapekan) dan bangun pagi dengan fit. Sengaja saya membawa vitamin C dari rumah, untuk menjaga stamina terutama anak-anak ditengah musim dingin yang tidak biasa seperti di Indonesia. Walaupun suhu udara waktu itu tidak ekstrim, hanya pada kisaran 10 - 18 derajat celcius (saya rasa seperti udara di pegunungan, sejuk). Soal makan, sejak hari pertama kami makan burger untuk sarapan, fried chicken untuk makan malamnya (kami pilih aman jadi menu restaurant cepat saji seperti Mc Donald dan KFC jadi pilihan), makan siang di Disneyland (karena kebetulan masih di sana). Hari pertama kami rencanakan pergi ke Disneyland. Sebelumnya sih sudah dinegoisasikan dengan anak-anak berhubung pergi ke Hongkong kan tujuannya menyenangkan anak-anak. Mereka harus pilih salah satu dari 2 tempat hiburan terkenal di Hongkong, Disneyland atau Ocean Park karena tiket masuk ke sana lumayan mahal kalau dikalikan 5 (hehehe...). Pilihan mereka jatuh pada Disneyland, pertimbangannya karena di Indonesia nggak ada Disneyland, kalau Ocean Park kan mirip dengan Dufan di Jakarta. Kalau kita ke Hongkong dengan membawa keluarga, lebih praktis pergi ke mana-mana kita pakai taxi karena kalau dibandingkan dengan naik MTR jatuhnya sama saja atau bahkan lebih mahal. Dari Kowloon ke Disneyland ongkos taxinya sekitar 150 HKD. Tiket masuk Disneyland, 350 HKD untuk dewasa dan 250 HKD untuk anak-anak (3-11 th). Kalau ingin puas keliling Disneyland sebaiknya pergi ke sana pagi-pagi. Loket buka jam 9.00 pagi. Kalau mau keliling sampai malam juga nggak apa-apa asal kakinya kuat jalan hehehe...

1297170014233434119
Karakter kartun favorit anak-anak semua ada di sini.. (dok. pribadi)
12971707111523058451
MTRpun bernuansa Mickey Mouse karakter ikon Disneyland (dok.pribadi)
Waktu itu kami keliling sampai jam 15.00, dan balik ke Kowloon kami coba naik MTR turun di Mongkok station. Katanya di Mongkok itu tempat belanja. Wahhh... perlu juga dijelajahi. Ada untungnya jalan-jalan di Hongkong pada saat winter,  tubuh tidak memproduksi keringat.Jalan kaki juga tidak terasa capek.

1297172085690677019
Suasana Soy Street di daerah Mongkok (dok. pribadi)

Kalau hobi belanja barang elekronik di sini tempatnya, banyak toko-toko elektronik di sepanjang jalan di Mongkok. Harganya jauh lebih murah dibandingkan dengan harga barang sejenis di Indonesia. Sebagai contohnya, saya beli digital kamera merk SONY NEX-3A (baru release Juni 2010) seharga 3.890 HKD (sekitar 4.650.000 IDR) ditambah berbagai macam bonus seperti tripod, camera case, card reader, dll tergantung pinter-pinternya kita nego sama yang jual. Garansinya juga resmi. Di Jakarta harga kamera dengan merk dan tipe yang sama masih sekitar 6,5 juta-an IDR. Cukup menggiurkan yaa...

Hongkong Hari ke 2

12972271011758950176
Pemandangan Hongkong dari atas ferry
Hari ke 2 kami rencanakan pergi ke tempat paling wajib dikunjungi kalau ke Hongkong, The Peak dan museum Madame Tussaud. Malamnya kami ingin menyaksikan harmony of light (permainan sinar laser di atas gedung2 di Hongkong Island) yang bisa di lihat di pinggir pantai Avenue of Stars, Tsim Sha Tsui.

Untuk menuju The Peak, dari Kowloon sebenarnya kita bisa naik taxi atau MTR langsung ke pulau Hongkong melewati terowongan bawah laut. Tapi kami memutuskan naik ferry dari Tsim Sha Tsui menuju Wancai (yang benar sih ke Central, karena lebih dekat The Peak tower). Untuk bisa ke Peak Terrace kita naik Peak Tram. Tram ini unik, relnya miring dan kemiringannya hampir 45 derajat (ngeri juga yaa...). Untuk tiket, lebih murah kita beli paket combo yaitu return peak tram + sky terrace + madame Tussaud per orang dewasa 215 HKD dan anak-anak (3-11 th) 115 HKD.

12972269352131310644
The Peak Tower (dok. pribadi)
1297226336229775845
Pemandangan dari peak tram (dok. pribadi)
12972272711546272280
Museum patung lilin Madame Tusssauds, Hongkong (dok.pribadi)
Jangan terburu-buru turun dari The Peak, karena batas waktu kunjungan sampai jam 24.00. Biasanya The Peak rame sekitar sore hari, karena pemandangan gedung-gedung itu akan tampak menakjubkan dengan lampu-lampunya. Tapi saya turun setelah sekitar 4 jam berada di atas. Dan kembali ke Kowloon dengan menumpang ferry lagi. Hal yang susah dicari di Hongkong selain makanan halal adalah toilet umum. Karena musim dingin, keinginan untuk buang air kecil menjadi lebih sering. Jadi, sebentar-sebentar harus cari toilet padahal tidak mudah mencarinya, jadi harus sering menahannya sambil keliling, cari toilet umum hehehe...
12972294201787434146
suasana Nathan Road, tanggal 24 Desember (dok. pribadi)
Malamnya kami jalan di seputaran Nathan Road (seperti Orchard Road di Singapura) sambil menunggu  pertunjukan simphony of light dari pinggiran avenue of stars. Di Nathan Road kami  menyaksikan tumpah ruahnya manusia di sepanjang jalan raya (karena jalanan ditutup untuk kendaraan saat malam natal).Tapi kebetulan kami sampai di sana pada saat maghrib, kami sholat di masjid Kowloon dan bertemu banyak orang Indonesia di sana. Semua orang seperti keluar dari rumahnya, karena jalan benar-benar dipenuhi manusia. Tempat-tempat makan juga penuh, jadi mesti sabar ngantri. Seperti biasanya menu makan malam kami kali ini fish burger, chicken burger.. (pilih yang aman). Menunggu pertunjukan symphony of light sampai jam menunjukkan pukul 20.30, dan kami agak kecewa karena  sampai jam 21.00 yang ditunggu-tunggu tidak juga muncul. Tapi lumayanlah bisa ambil gambar pemandangan Hongkong Island malam hari.

1297231951568450196
Biasanya pertunjukan sinar lasernya (symphony of light) dari gedung-gedung itu. (dok. pribadi)
Hongkong hari ke-3

Hari ke-3 di Hongkong, kami hanya merencanakan keliling Mongkok, ke ladies market dan  window shopping. Ladies market tempat belanja souvenir Hongkong, kalau pinter nawar bakalan dapet harga murah (sekali).

Sengaja berangkatnya agak siang karena kaki masih terasa capek sisa perjalanan kami hari ke-2 kemarin. Hari ke-3 perut sudah meraung-raung pengen makan nasi.. 2 hari tidak makan nasi membuat kami (agak) tersiksa, maklum perut Indonesia hehehe.........

Di jalan, saya iseng bertanya pada seorang perempuan yang bisa kami pastikan orang Indonesia, "Mbak, di mana ya tempat makan nasi yang halal?  sudah 2 hari makan roti terus niihh.." Si Mbak langsung dengan sigap mengantarkan kami, sambil bilang, "warungnya kecil, bukan seperti restaurant tapi masakan Indonesia." Ahh, no problem buat kami.. yang penting makan nasi, syukur kalo makanan Indonesia. Urusan makanan memang hal yang paling sensitif kalau kita di luar negeri. Selera Indonesia tidak mungkin di hilangkan.

Ternyata warungnya memang kecil, tapi dengan mendengarkan musik yang diputar di warung itu benar-benar yakin 100% ini warung orang Indonesia, Warung Intan namanya. Duuhh... senangnya. Apalagi yang punya warung menyambut kami dengan suka cita seperti bertemu dengan saudara yang lama nggak ketemu. Sampai-sampai saat kami pamit, dibawakan sekantung jeruk lokam dan sekotak cake untuk bekal di jalan nanti, katanya. Kapan-kapan kalau kami balik lagi ke Hongkong, kami pasti mampir lagi ya mbak... Sambal terasinya mantappp hehe..

12972331232008046926
Nasi Rames Jawa Timur plus sambel terasi, Warung Intan (dok. pribadi)
12972329891226347663
Personil Warung Intan, Hongkong (dok. pribadi)

Hongkong hari ke-4

Ini hari terakhir kami di Hongkong. Persiapan packing, tapi kami masih punya waktu jalan-jalan ke Ladies Market (lagi) buat cari souvenir yang kurang kemarin sampai waktu check out jam 12.00. Pesawat yang membawa kami ke Jakarta dijadwalkan jam 16.30, jadi nunggu di bandara lumayan lama.

Perasaan cepet sekali waktu berlalu, padahal kami belum keliling Hongkong Island, ke Causeway bay, ke Lantau Island, Ocean park..

Hmmm... lain kali kami akan kembali karena Hongkong tak habis dalam 4 hari.

Ellys Utami Purwandari

/amie.andari

TERVERIFIKASI (HIJAU)

Pecinta travelling, fotografi, dan masih terus belajar dalam menulis. Mimpi terbesar adalah ingin menimba pengalaman dari berbagai belahan dunia.

Selengkapnya...

KOMPASIANA ADALAH MEDIA WARGA, SETIAP KONTEN DIBUAT OLEH DAN MENJADI TANGGUNGJAWAB PENULIS.

Siapa Yang Menilai Tulisan Ini ?