HIGHLIGHT

ON TIME : Tradisi dan Kebobrokan Moral

16 September 2012 05:10:53 Dibaca :

Tidak dapat dipungkuri bahwa fasilitas yang baik merupakan 'icon' dari kualitas suatu kampus. Di kampus saya terdapat perpustakaan yang menyediakan layanan Laboratorium Komputer dengan akses internet yang cukup cepat. Tidak tanggung-tanggung, terdapat puluhan macbook layar besar serta kondisi ruangan yang memanjakan kita agar dapat bertahan lama di depan layar monitor.



Namun sayang fasilitas tersebut tidak dipadani dengan SDM petugas yang memiliki 'kedisiplinan dalam bekerja'. Jadwal buka laboratorium komputer adalah setiap Senin-Jumat pukul 09.00-18.00; Sabtu 09.00-16.00; dan Minggu 09.00- 14.00. Namun hingga pukul 10.20 (hari Minggu), labkom tersebut masih tutup dan seorang petugas perpustakaan mengatakan bahwa seharusnya labkom tersebut buka, namun karna ketidakhadiran petugas labkom, maka labkom tersebut ditutup. Entah apa yang ada dipikiran petugas labkom tersebut. Padahal di luar pintu labkom tersebut sudah banyak mahasiswa yang duduk-duduk di sofa menanti labkom tersebut buka.



Inilah dilema yang rasanya sudah menjadi tradisi di negara kita. Kondisi alam kita yang hanya terdiri dari dua musim memang sangat melenakan dan membuat kita bersantai. Namun akibatnya kita kalah maju dari negara-negara subtropis yang mengalami 4 musim. Negara-negara subtropis tersebut hanya memiliki waktu 3 bulan setiap musimnya. Akibatnya mereka harus lebih cepat mempersiapkan untuk menghadapi  musim selanjutnya. Sedangkan Indonesia yang merupakan negara tropis memiliki waktu yang lebih lama, yakni 6 bulan untuk mempersiapkan musim selanjutnya.



Namun mengapa waktu yang panjang tersebut tidak dimanfaatkan dengan baik untuk terus menggali dan mengembangkan diri agar memperoleh hasil yang lebih baik? Apabila negara-negara subtropis hanya memiliki waktu 3 bulan untuk mengamati dan mengembangbiakan bunga pada musim semi, bukankah kita memiliki waktu 6 bulan untuk mengembangkan pertanian kita? Dengan waktu yang lebih panjang dan kondisi alam yang sangat baik untuk pertanian, seharusnya kita dapat menjadi negara yang maju di bidang pertanian. Namun mengapa kita masih harus banyak mengimpor berbagai pahan pangan?



Hal itu tentu berasal dari dalam diri kita sendiri. Kenapa kita selalu menghindari sifat on time? Apabila kita menunda 10 menit berangkat dari rumah, maka kita akan terjebak macet yang mengakibatkan kita terlambat masuk kantor 30 menit. Sadarkah kita bahwa waktu yang hilang tersebut merupakan salah satu dari ketidakbertanggung jawaban kita atas pekerjaan yang akan mengganggu kinerja perusahaan? Sadarkah bahwa PNS mendapat gaji dari pemerintah yang diperolehnya dari uang rakyat? Sadarkah bahwa sesungguhnya Ia tidak hanya mengganggu kinerja instansinya, namun juga bersalah pada rakyat?



Perubahan tidak akan terjadi apabila bukan kita yang memulainya. Jangan menunggu orang lain berubah terlebih dahulu untuk melakukan perubahan. Sadarlah bahwa kita harus menjadi agen perubahan bagi negara kita.

KOMPASIANA ADALAH MEDIA WARGA, SETIAP KONTEN DIBUAT OLEH DAN MENJADI TANGGUNGJAWAB PENULIS.

Siapa Yang Menilai Tulisan Ini ?