Jika Jokowi Jadi Capres di 2014

18 September 2013 15:35:41 Dibaca :

Setiap menjelang kompetisi, tim dan pendukungnya masing-masing yakin akan kemenangan yang akan diperolehnya. Begitu juga ketika menjelang pemilu. Masing-masing calon dan pendukungnya selalu yakin akan memenangkan pemilu. Apalagi jika dirinya menjadi trending topic dalam waktu yang relatif lama dan jangkauan yang lumayan luas. Sikap paling baik adalah siap menang dan kalah. Siap menang dengan mempertanggung jawabkan amanat yang telah diterimanya, dan siap kalah dengan bersikap mendukung kebijakan pemenang pemilu yang tidak bertentangan dengan konstitusi. Kali ini jika Jokowi jadi capres, para pendukungnya pun –termasuk saya- harus siap menerima kenyataan jika hasilnya mengecewakan. Jokowi kalah. Kekalahan memang tidak pernah diharapkan, namun menang-kalah adalah suatu keniscayaan dalam pemilu, karena tidak akan ada hasil imbang. Kalaupun imbang akan selalu dicari pemenang melalui pemilihan ulang.



Saat ini Jokowi sedang menjadi Gubernur DKI Jakarta. Banyak pekerjaan yang harus ia selesaikan dalam waktu 5 tahun jabatannya. Belum juga berakhir masa jabatannya, dia sudah di ganggu dengan berita pencapresannya. Jokowi pun tampak tidak mau ambil pusing terkait berita tersebut, apalagi jadi capres atau tidak tergantung keputusan partai yang menaunginya (baca: Ibu Mega). Nah, kalau tiba-tiba saja Jokowi menjadi capres, terus dia kalah gimana nantinya?



Kalau dia melanjutkan kiprahnya di DKI, masihkah masyarakat DKI –khususnya kalangan menengah ke bawah- memujanya setinggi langit? Atau justru dia kehilangan karisma di mata masyarakat DKI lantaran melanjutkan tugas gubernur gara-gara kalah di pemilu? Sepertinya harus dipersiapkan dengan matang masalah pencapresan Jokowi, bukan sekedar fanatisme tokoh.



B.Rb.Kl.121134.180913.15:29


KOMPASIANA ADALAH MEDIA WARGA, SETIAP KONTEN DIBUAT OLEH DAN MENJADI TANGGUNGJAWAB PENULIS.

Siapa Yang Menilai Tulisan Ini ?