Guruku Idolaku

17 Juni 2014 20:03:06 Dibaca :

Tak mudah menjadi pendidik anak usia dini. Haruslah memiliki nilai tambahan untuk bisa menjadi artis bagi mereka. Dalam postingan https://www.facebook.com/pages/Parenting-Workshop-Guru-PAUD-TK telah dipaparkan bagaimana trik menjadi guru yang disukai dan dibanggakan oleh anak-anak didiknya bahkan bukan hanya oleh anak-anak didiknya namun juga orang tuanya, yaitu:


1. Milikilah pengetahuan / wawasan seputar dunia anak yang sedang ngetren, yang sedang disukai anak-anak masa sekarang.


Agar tidak di bilang guru yang jadul (jaman dulu), maka ketika guru dalam menyampaikan materipun tidak monoton, dan dalam memberikan contoh – contoh dapat menggunakan tokoh kartun yang digemari anak – anak saat ini sehingga adanya pembelajaran interaktif antara guru dan siswanya.


2. Bersahabatlah, jangan gampang marah apalagi menghukum, mudahlah tersenyum, perhatikan mata anak saat berbicara dengannya.


Menakutkan bila guru anak usia dini sukanya marah - marah, marah bukanlah salah satu sikap untuk menyelesaikan namun akan menambah suasana menjadi runyam, mereka sangat butuh belaian kasih sayang. Mudahlah tersenyum kepada mereka agar mereka merasa nyaman berada disini kita. Ketika mereka sudah merasa nyaman, otomatis mereka akan menjadi siswa yang penurut.


3. Kreatif, bisa bercerita, bisa berkreasi apa saja yang berhubungan dengan kreatifitas dunia anak.


Semua orang telah di karunia sebuah talenta atau kreatifitas yang membedakan satu dengan yang lain, hanya kemauan untuk berkembang dan mengembangkan. Untuk orang yang mempunyai kemauan yang besar untuk mencoba dan tekun maka kreatifitasnya berkembang. Banyak hal yang bisa dilakukan oleh seorang pendidik anak usia dini mulailah dari diri sendiri, mengikuti pelatihan – pelatihan yang dapat menunjang kreatifitas dan dapat juga menggali informasi melalui berbagai media yang mudah di akses.


Ketika 3 trik diatas telah dimiliki oleh oleh guru-guru  TK/PAUD maka bersiaplah menjadi idola bagi anak-anaknya. Sehingga mereka merasa senang dan tak bosan berada di sekolah.

Layla Munawaroh

/almunawwar

hidup dalam keterbatasan bukanlah alasan untuk menyerah, tapi sebaliknya menjadi motivasi untuk menjadi kuat dan hidup bermanfaat.
Selengkapnya...

KOMPASIANA ADALAH MEDIA WARGA, SETIAP KONTEN DIBUAT OLEH DAN MENJADI TANGGUNGJAWAB PENULIS.

Siapa Yang Menilai Tulisan Ini ?