Alifiano Rezka Adi
Alifiano Rezka Adi pelajar/mahasiswa

Mahasiswa Arsitektur FT UGM Yogyakarta, yang slogannya better space better living, ayoo hidupkan ruang disekitar kita biar dunia ini lebih berwarna :DD

Selanjutnya

Tutup

Hijau headline featured

Hari Bumi, Buminya Lagi Seneng Apa Sedih?

22 April 2015   15:16 Diperbarui: 22 April 2017   12:00 581 16 11
Hari Bumi, Buminya Lagi Seneng Apa Sedih?
www.forwallpaper.com

Hari bumi yang diperingati setiap tanggal 22 April sebenarnya benar-benar menjadi peringatan bagi seluruh manusia yang tinggal dimuka bumi untuk berpikir ulang atau intruspeksi seberapa rusaknya bumi sekarang, seberapa besar kerusakan bumi akibat kegiatan kita, perilaku kita, pekerjaan kita, bahkan pola pikir kita. Jika berbicara mengenai hari bumi pasti tidak akan jauh dengan lingkungan hidup. Kita hidup selalu didalam lingkungan dan apapun yang kita kerjakan hampir semua berhubungan dengan lingkungan, hanya persentase pengaruhnya yang bisa berbeda-beda. Jangan pura-pura menutup diri misalnya dengan beralibi ‘pekerjaan saya tidak ada hubungannya dengan lingkungan’, atau ‘produk yang saya hasilkan tidak ada hubungannya dengan lingkungan’.

Jika menilik sejarahnya, hari bumi yang muncul pertama kali tahun 1970 ketika tokoh Amerika, Gaylord Nelson, yang memandang perlunya isu-isu lingkungan hidup untuk dimasukkan dalam kurikulum resmi perguruan tinggi. Gagasan ini mendapat dukungan luas dan mencapai puncaknya ketika jutaan orang di Amerika turun ke jalan untuk mengecam para perusak bumi yang mulai marak muncul di era tersebut.

Namun, sekarang hari bumi seakan hanya seperti peringatan biasa, akan berlalu begitu saja setelah tanggal 23 April dan seterusnya. Hal ini karena sudah saking banyaknya kerusakan-kerusakan lingkungan yang ada di sekitar kita. Biasanya, segala sesuatu yang sudah terlalu sering terlihat akan terlihat biasa. Kita sudah terbiasa melihat pembangunan bangunan-bangunan pencakar langit dimana-mana, lahan kosong jadi komersil dimana-mana, sawah jadi rumah dimana-mana, asap pabrik dimana-mana, dan lain-lain. 

Bagaimana bisa disebut semua ini tidak merusak lingkungan, tidak merusak bumi? Namun isu-isu seperti ini terasa datar-datar saja bukan? Itu karena kita lahir dan hidup di zaman yang sudah modern sekarang ini. Bayangkan misalnya kita hidup sekitar tahun 1970-an dan mengalami awal mula menjamurnya perusak-perusak lingkungan seperti di Amerika pada waktu itu, mungkin akan lebih terasa dampak lingkungannya kepada kehidupan kita. Bukan berarti menentang pembangunan. 

Pembangunan mutlak dilaksanakan untuk mengimbangi pertumbuhan penduduk dan kebutuhannya, namun seberapa jauh timbal balik pembangunan yang dilakukan terhadap lingkungan yang sudah ada sebelumnya. Banyak positifnya atau negatifnya?

Begitu banyak sebenarnya yang bisa kita lakukan untuk setidaknya memperingati hari bumi ini secara positif. Bahkan untuk kita yang merasa ‘duniaku jauh dari ilmu kebumian’ pun tidak ada alasan untuk tidak bisa memaknai hari bumi ini.Wahaipara pembaca artikel ini, sedang buka internet kan pasti? Coba googling tentang manfaat pohon bagi hidup manusia, manfaat bersepeda bagi kesehatan dan lingkungan, manfaat dan tata cara berkebun dengan baik, manfaat hutan, manfaat ruang terbuka hijau, manfaat menghemat air, manfaat memilah-milah sampah, dan banyak lagi. Sepele dan semuanya bisa dilakukan dalam beberapa menit saja. Setidaknya yang seperti ini dapat memberi sedikit wawasan kelingkungangan bagi kita, dan menurut saya hanya dengangooglingseperti itu sudah termasuk memperingati hari bumi secara positif.

Untuk lebih bisa memaknai hari bumi sebenarnya kita bisa mengajukan beberapa pertanyaan pada diri sendiri. Hal ini berguna untuk mengukur seberapa jauh kita berguna bagi bumi kita. Jika diibaratkan kita adalah anak dan bumi adalah orangtua, seberapa kita sayang pada orangtua kita.

Apa saja sih barang dirumahku yang mengambil dari bumi?

bedroomfurniturereviews.com
bedroomfurniturereviews.com

Berapa banyak perabot di rumah kita yang terbuat dari kayu? Meja, kursi, lemari, rak, pintu, jendela, dan rangka rumah semuanya bermaterialkan kayu. Tembok menggunakan pasir dan batu bata, atap menggunakan genteng dari tanah liat. Bisa dibilang 90% rumah kita mengambil apa yang ada pada bumi ini. Lalu kalau dibalik, isi bumi yang terkait dengan material bangunan surplus 90%, tetap atau 0%, atau rugi 90% ? Kita membangun rumah saja sudah menutup lingkungan lama yang sudah ada sebelumnya. Apakah rumah atau bangunan yang kita bangun sudah ‘sopan’ pada lingkungan yang diinjaknya? Seberapa ‘sopan’ ? Mari intruspeksi….

Apa kabar sampah yang kubuang hari ini?

www.freegreatpicture.com
www.freegreatpicture.com

Jika pernah berkunjung ke TPA (tempat pembuangan akhir) kita biasanya akan terkejut betapa tingginya gunungan sampah yang menumpuk di tempat tersebut. Jika seluruh sampah di TPA seluruh dunia digabungkan, mungkin saja bisa seluas satu kota, atau bahkan satu provinsi. Memang sekarang sedang digalakkan gerakan pengolahan sampah, jadi tidak hanya dipisahkan antar asampah organik atau anorganik, sehingga sampah menjadi memiliki nilai lebih di kemudian hari. 

Namun bagi kita sebagai masyarakat awam setidaknya dapat berkontribusi dalam urusan persampahan ini dengan membuang sampah selalu pada tempatnya, memisahkan sampah organik dan anorganik, dan mengurangi kebiasaan terlalu gampang buang-buang sampah. Terlalu gampang buang sampah sebenarnya menjadi kebiasaan yang kurang baik karena akan menambah setoran sampah kita kebumi. Misalnya, terlalu sering buang tissue, kertas kosong karena tercoret sedikit lalu dibuang, atau jajan terlalu banyak cemilan padahal tidak lapar. Kebiasaan-kebiasaan seperti itu sebenarnya menambah jumlah sampah yang sebenarnya ‘tidak perlu’ bila kita bisa sedikit lebih berhemat. Mari intruspeksi….

Motor dan mobil, koleksi atau seperlunya ya?

pixshark.com
pixshark.com

Di zaman modern sekarang ini berbgaai jenis motor dan mobil baru bermunculan dengan desain yang keren, modis, dan memanjakan mata para konsumen. Bagi yang memiliki uang berlebih, akan sangat gampang tergiur untuk menambah koleksi di garasinya, kecuali yang bersangkutan memiliki kesadaran lingkungan yang tinggi. 

Mereka daripada koleksi akan lebih memilih menjual kendaraan lama dan membeli yang baru, sehingga tidak bertambah jumlah kendaraannya. Atau uangnya digunakan untuk membeli sepeda karena dinilai lebih ramah lingkungan daripada motor. Jadi jangan dibilang ekonomi tidak ada hubungannya dengan lingkungan. Mari intruspeksi….

Suhu panas, buka jendela atau nyalain AC ya?

environment.nationalgeographic.com
environment.nationalgeographic.com

Suhu udara yang panas menjadi keluhan yang banyak dirasakan manusia-manusia modern sekarang ini. Berbagai cara dilakukan agar didalam ruang tempat manusia melakukan aktivitas tercapai kenyamanan termal sehingga ruang terasa nyaman. Nyaman secara termal ini selalu terkait dengan suhu udara dan upaya untuk mencapai suhu udara yang nyaman, biasanya pilihannya kalau tidak membuka pintu-jendela, ya menyalakan AC. 

Menggunakan AC memang menjadi pilihan yang mnearik karena selain praktis, juga dapat disesuakan suhunya sesuai dengan selera kita. Namun bukan rahasia lagi kalau AC termasuk salah satu teknologi yang ‘tidak peduli’ lingkungan. Meskipun sekarang banyak AC dengan label ‘green’, keberadaannya akan menciptakan ruang-ruang tertutup yangantipengudaraan alami. Sebenarnya dengan membuka pintu-jendela saja sebenarnya sudah dapat memberi kenyamanan termal bagi kita. Simple, murah, tidak mengeluarkan energi, dan hemat listrik. Tentu juga didukung dengan sistem bukaan yang baik dalam ruangan tersebut, misalnya sistemcross ventilationyang optimal didalam ruang. Jadi, mari intruspeksi….

Punya halaman luas, perluas rumah atau dibuat pekarangan ya?

desainrumahkeren.com
desainrumahkeren.com

Pertanyaan lain adalah misalnya kita memiliki halaman luas dan kita memiliki kemampuan untuk menyulapnya menjadi apa saja. Opsi yang menarik mungkin kita bisa memperlebar atau memperluas rumah kita. Namun bisa saja kita biarkan saja, atau ditanam beberapa vegetasi sehingga menjadi pekarangan. Yang satu ini justru lebih ekologis karena meningkatkan ruang hijau lingkungan, dapat menurunkan suhu lingkungan, menambah luas area resapan air hujan, dan mengurangi polusi udara yang ‘gentayangan’ disekitar rumah kita. Sekali lagi, mari intruspeksi….

Banyak sekali pertanyaan-pertanyaan lain yang mungkin lebih tajam dan lebih menyindir seberapa kita menyayangi bumi ini.

Memperingati, memaknai, atau menghayati hari bumi sebenarnya tidak ‘ribet-ribet amat’ kok. Kita hanya perlu membayangkan betapa bumi sedihnya bumi kita kalau semakin dirusak oleh para perusak lingkungan. Kita tidak harus mengikuti gerakan-gerakan besar atau komunitas-komunitas khusus untuk lebih cinta dengan bumi. 

Cukup perhatikan rutinitas kita sehati-hari, apapun yang kita lakukan, pastikan diri kita menjadi salah satu individu yang tidak terlalu merusak lingkungan. ‘Tidak terlalu’ karena tidak mungkin benar-benar sama sekali tidak merusak.

Salam GG GREEN!

Artikel terkait : 1, 2, 3, 4, 5 dan 6.