HIGHLIGHT

Kenapa Saya Suka Apple iPhone dan iPad, Padahal Harganya Murah?

03 Mei 2012 08:08:21 Dibaca :

Saya sangat suka dan selalu mengikuti arus trend lokal bahwa produk keluaran Apple adalah produk ekslusif. baik dalam menjaga kekonsistenan produk yang dikeluarkan maupun bagi penggunanya, yang turut ekslusif. Apa sebab? karena bagi pandangan banyak orang harga produk Apple adalah mahal dan tidak terjangkau, bukan masalah bagus atau tidaknya produk tersebut. Semua pasti sepakat bahwa produk Apple itu bagus, hanya saja suka dan mampu untuk mempunyainya itu hal yang berbeda.

Selain itu, hanya yang takut menggunakan komputerlah yang menganggap bahwa aplikasi iPhone/iPad adalah susah dan mahal. Tolong, jangan salahkan saya yang suka iseng dengan selalu melakukan jailbreak. Tidak perlu melakukan survey, berapa banyak pengguna iPhone dan iPad di Indonesia (di Indonesia lho ya!) yang aplikasi didalamnya dibeli secara resmi. Sama seperti berapa banyak perbandingan pengguna komputer di Indonesia yang memakai software Windows secara resmi yang mesti ditebus diangka 1 jutaan atau rental CD/DVDnya yang banyak ditemui dengan harga 2000 rupiah dan bisa kita gandakan sendiri.

Pandangan diatas, sangat perlu dan penting bagi saya dan sepertinya saya mesti melakukan taubat nasuha, dan meminta fatwa pada panutan saya tentang halal dan haramnya hasil pekerjaan dari hal tersebut. :D

Kembali pada harga yang menurut saya murah. Harga adalah relatif, bagi saya pribadi kalau perpatokan pada harga baru jelas mahal dan tidak masuk akal, jadi kemudian maka produk yang secondlah yang kemudian menjadi incaran saya. Karena saya tidak akan membeli handphone ataupun tablet yang harganya sama dengan sebuah sepeda motor Yamaha RX King. Inilah yang membuat keekslusifan produk Aplle menjadi penting kembali, karena:


  • Dengan keekslusifan tersebut maka bagi penggunanya akan selalu mengganti gadget yang dipunyainya dengan produk terbaru yang dikeluarkan. Itu kenapa produk Aplle yang bahkan belum keluar selalu menjadi rumor dan paling ditunggu. Bukan masalah konsumen ganti dengan produk yang terbaru yang ingin saya tekankan disini, tapi kesempatan untuk membeli produk secondnya itulah yang menjadi peluang emas bagi saya. Pengguna produk Apple bukanlah orang sembarangan yang karenanya bukanlah orang yang penuh perhitungan dengan nilai rupiah pada apa yang menjadi incarannya, sehingga selisih harga ratusan ribu bahkan sampai jutaan bukanlah masalah bagi mereka, tetapi rezeki bagi saya. Makanya jangan heran jika saya menggunakan iPhone 4 dengan harga 750 ribu dari konsumen yang ngebet pengen ganti iPhone 4s berapapun harganya, atau saya menggunakan iPad yang saya dapat dengan harga 1,5 juta dengan kasus yang sama. :D
  • Aplikasi pada iPhone maupun iPad yang tidak semua penggunanya bisa menerapkan pada gadget yang mereka miliki sendiri, jadi tidaklah mengherankan bisa untuk menebus aplikasi tersebut mereka dengan mudah mengeluarkan kisaran sampai 300an ribu rupiah. Belum lagi aksesorisnya yang berharga tidak masuk akal, karena untuk pelindungnya saja sama harganya dengan sebuah tas Eiger. Coba bayangkan perbedaan kisaran biaya produksinya. :D
  • Karena jarangnya produk Apple, maka tidak semua orang ataupun konter yang berani untuk membelinya sehingga bisa dipastikan harga jual produk Apple yang sangat jatuh bila didapat dari user/pengguna langsung, sebaliknya harga jualnya masih sangat normal dan stabil baik second maupun barunya. Dengan mengemukakan semua hal diatas maka pengguna yang ingin menjual produknya akan legowo dengan harga yang kita ajukan. Dan lebih beruntungnya lagi, karena tidak mau dianggap ketinggalan dan kemalasan mereka untuk mencari tahu lebih jauh, atau bahkan keengganan menjualnya lewat on line menjadi berkah tersendiri bagi saya. Bahasa penjelas lainnya, kita bisa mudah mencari dan membeli produk Apple second dengan harga murah dari user langsung dan menjualnya dengan harga tinggi, dengan alasan yang sama.


Dan begitulah, jangan berkecil hati dan cuma mimpi bagi yang menginginkan Produk Apple tapi kemudian down dulu dengan harganya. Yang dibutuhkan adalah kelegaan hati kita untuk cukup mendapatkan dengan produk yang second, menyingkirkan ego kalau tidak yang baru dengan membuka sendiri segelnya maka tidak mau. Serta pendampingan kita pada user atau pengguna produk Apple yang sebagian besar hanya ingin tanpil wah tanpa memperhatikan kegunaan dan fungsi gadget yang dipunyainya. Hanya itu yang dibutuhkan.

Kembali saya berharap, kondisi pasar riil di Indonesia pada produk Apple yang  unik akan terus berlangsung dan itu menguntungkan bagi sebagian orang, mungkin termasuk saya. :D

Ali Fahrudin

/alieffahr

TERVERIFIKASI (HIJAU)

ketidaktahuan membuatku senang....
Selengkapnya...

KOMPASIANA ADALAH MEDIA WARGA, SETIAP KONTEN DIBUAT OLEH DAN MENJADI TANGGUNGJAWAB PENULIS.

Siapa Yang Menilai Tulisan Ini ?