Syiah, Atheis dan Kelangkaan Perawan di Bandung

05 Agustus 2013 13:09:34 Dibaca :

gunawan sudah tiga semester tinggal di bandung. kuliah sambil kerja sambil bikin jaringan. dan hari ini sedang beres-beres mau ke makassar.
- duhai gunawan sahabatku. sudilah kiranya engkau jelaskan duduk perkaranya mengapa kau tinggalkan aku di kamar kost ini sendirian.
teman sekamar gunawan resah dan gelisah karena tak ingin sendirian di kamar itu.
- di sini sudah tak enak lagi. di sini sudah tak asyil lagi. di sini sudah tak ada tantangan lagi.
gunawan membelai-belai kawannya itu lalu mencium pipinya.
- kalau kamu tak mau ikut. kalau engkau tak mau turut. itu keputusanmu. tak bisakah kau lihat. langka sekali perawan untukmu di sini, kan?
- mengapa itu menjadi masalah? bagiku biasa-biasa saja
- karena kamu tak percaya siapa-siapa
gunawan hendak pergi. temannya bertanya lagi.
- soal teman-teman kost kamu itu bagaimana?
- mereka? tak masalah kok. biarpun beda keyakinan sepertinya tak masalah. atau masalah buat kamu?
- mereka baik-baik kan orangnya?
- iya. mereka baik-baik. bagaimana? mau kamu aku titipkan ke mereka?
si kumis, kucing teman sekamar gunawan pun dititipkan ke amir tetangga kostnya.
- titip si kumis ya, mir? makanan untuk seminggu sudah aku sediakan. aku pergi seminggu paling lama. mudik dulu ya...
- hati-hati di jalan....
- salam
- salam juga.
selesai.

KOMPASIANA ADALAH MEDIA WARGA, SETIAP KONTEN DIBUAT OLEH DAN MENJADI TANGGUNGJAWAB PENULIS.

Siapa Yang Menilai Tulisan Ini ?