Akmal M Roem
www.kompasiana.com/akmal_mr

TERVERIFIKASI

menyukai sesuatu yang mudah dipahami, enak dibaca, segar untuk dicerna, senang untuk dikerjakan.
Kompasianer sejak:
6 January 2010
Tulisan : 13 artikel
Komentar : 51 tanggapan
twitter icon Twitter Kirim Pesan
facebook icon Facebook Jadi Teman
Google+ Laporkan
Rubrikasi
Arsip Tulisan s
Terbaru

Puisi

Hujan Luka

kemarin, pagi ini dan nanti aku tidak akan pernah melihat rupamu lagi, teman! padahal ingin sekali kuceritakan sebuah kisah tentang si saudagar itu dia hendak membeli hutan dan ...

FIKSI | 9 August 2010 18:59

41   2   dibaca 1 Inspiratif

Puisi

Hanya Kita

dan kemudian setitik nur itu pun meredup lenyap mengikuti senja pulang ke makam entah mengapa? atau mungkin karena nyata? dibalik pucuk limau bulan mengintip tangis bunda mengingat lara menyesak lakon anak ...

FIKSI | 9 August 2010 17:59

38   2   dibaca Nihil

Puisi

Pada Sujud Terakhir

Karya: Akmal M. Roem Saat muara laut terbalut sepi Kabut dari barat menjulang merah merakah Saat itu pula langkahku terhenti di sini Kau tuntun aku ke rumahMu yang  hening Kau ...

FIKSI | 9 August 2010 15:00

43   2   dibaca Nihil

Puisi

Waktu Batu

Oleh Akmal M. Roem Sepertinya sajak yang kutulis ini tak memiliki arti lagi Dia hilang dalam waktu yang telah mejadi batu Katamu; “waktu bukanlah jawaban kegelisahan atas apa ...

FIKSI | 5 August 2010 15:53

14   5   dibaca Nihil

Puisi

Di Bawah Sarung

Telah kau ceritakan banyak hal, padaku Tentang kehidupan yang begitu sulit kita bayangkan Tapi aku juga belum paham benar Tentang hidup setelah mati Aku dilahirkan dari perut kegelisahan Di bawah ...

FIKSI | 10 May 2010 17:32

22   0   dibaca Nihil

Puisi

Nama Baru

oleh Akmal M. Roem Kau bisikkan aku nama baru yang indah untuk lenyapkan kisah yang menyesakkan dada agar kau bisa melupa tingkah laku waktu yang tidak serupa harapan Ah, bisakah ...

FIKSI | 10 May 2010 16:31

16   0   dibaca Nihil

Puisi

Ziarah Lumpur

Oleh: Akmal M. Roem Selamat datang, tuan-tuan dan nyonya-nyonya! Selamat datang di kampung kami yang mulia ini Lihatlah sekelilingmu, gedung yang indah dan megah ini Mereka sengaja membuat gedung ...

FIKSI | 10 May 2010 15:30

15   0   dibaca Nihil

Puisi

Sajak dari Murid yang Nakal

- untuk Alm. AA Manggeng - malam tadi, aku sempat melihatmu untuk terakhir kalinya kudengar perih keluh sakitmu dalam suara yang tak bisa kau ucap jelas tubuhmu lusuh terbujur di ...

FIKSI | 10 May 2010 14:29

63   1   dibaca Nihil

Puisi

Yang Terakhir dari Kita

karya Akmal M. Roem satu hal yang tak dapat kupahami dari hidup ;tentang kebongan katamu:”Mereka akan terus ada, seperti kotoran kuku yang tanpa kita sadari akan terus panjang ...

FIKSI | 10 May 2010 13:27

28   0   dibaca Nihil

Puisi

Pacarku Ingin Mati

Oleh Akmal M.Roem Aku tertegun Diam melihat gelapnya malam Diam dalam kegamangan Aku sendiri Ia memintaku untuk membaca tanda-tanda Katanya: “malam semakin tua untuk dibaca” ; kau seperti angin yang membelaiku.lembut Ia memintaku ...

FIKSI | 10 May 2010 13:21

43   0   dibaca 1 Inspiratif

Subscribe and Follow Kompasiana: