Puisi Untuk Pancasila

03 Juni 2013 13:58:08 Diperbarui: 24 Juni 2015 12:36:10 Dibaca : Komentar : Nilai :
Puisi Untuk Pancasila
1370242639373594505

Pancasila katanya lahir dari rahim sebuah bangsa

Disari dari ragam sosial dan budaya

Digali dari pemahaman para tetua

Ditinggikan sebagai dasar negara

Tetapi sayang, terlihat usang bagi generasi muda

#

Pancasila katanya perekat sebuah negara kesatuan

Tiap upacara bendera wajib dilafalkan

warga negara pun katanya mampu menghapalkan

bahkan dulu selalu dibuatkan penataran

Tetapi sayang, saat ini terlihat tidak lebih dari hanya sebuah peninggalan

#

Pancasila katanya sakti mandra guna

Unggul dari berbagai ideologi negara-negara di dunia

Umurnya dianggap kekal sepanjang masa

Hingga di negeri ini diperingati tiap tahunnya

Tetapi sayang, pancasila kini terlihat tak lebih dari sekedar kata-kata

#

Pancasila katanya menjunjung asas pemusyawarakatan perwakilan

Demi mewujudkan pemerataan keadilan

Dilandasi semangat persatuan

Ditegakkan atas nama keTuhanan

Tetapi sayang, semuanya kini nampak seperti cerita negeri khayalan

#

Pancasila katanya berharga bagai pusaka

Bagi setiap pemimpin wajib dijadikan senjata

Menyejahterakan dan membela rakyat jelata

Membangun sebuah bangsa makmur sentosa

Tetapi sayang, kebanyakan mereka lebih pintar berpura-pura lupa

#

Pancasila katanya wajib dibela mati-matian

Tak boleh sedikitpun menerima gugatan

Apalagi jika ada yang berniat menggantikan

Maka taruhan nyawa siap dikorbankan

Tetapi sayang, itu hanya manis dipemikiran, cobalah lihat kenyataan.

#

Lalu jika demikian, dimana pancasila dikekinian ?

Jujur kumenjawab; terpinggirkan oleh zaman, tersudut dilorong-lorong gelap kesunyian, dan mungkin sebentar lagi menjemput kematian

Maka haruskah demikian ?

Silahkan kalian memberi jawaban.

------------------------------------------------------------------------------------

Toyama, 3/6/2013

Akbar Bahar

/akbarbahar

TERVERIFIKASI

Aku disini, masih terus berdiri pada cita-cita yang sama..takkan mundur walau selangkah hanya karena kehilangan sebagian..selama jiwa ini masih ada kutakkan pernah akan menyerah...inilah ikrarku...(ock_ggh)
on twitter : @kbarbahar

Selengkapnya...

KOMPASIANA ADALAH MEDIA WARGA, SETIAP KONTEN DIBUAT OLEH DAN MENJADI TANGGUNGJAWAB PENULIS.
LABEL puisi fiksi
Daftarkan email Anda untuk mendapatkan cerita dan opini pilihan dari Kompasiana

Featured Article