"Teknik Fotografi Makro dan Hasil Bagus Itu Gampang Kok, Beneran!" ^_^

04 Juni 2012 00:57:15 Diperbarui: 25 Juni 2015 04:25:46 Dibaca : Komentar : Nilai :
"Teknik Fotografi Makro dan Hasil Bagus Itu Gampang Kok, Beneran!" ^_^
13387713891725647660

Well..., karena tulisan ini erat kaitannya dengan artikel fotografi saya sebelumnya "Teknik Fotografi dan Hasil Bagus Itu Gampang Kok, Beneran!" wajar dong, judulnya mirip juga heheheh ^.^

Hmmphhh....

Defenisi klasik fotografi makro adalah ukuran objek foto pada negatif film, ukurannya sama dengan objek nyata, dengan kata lain rationya 1:1.

Seiring kemajuan teknologi yang menghasilkan fotografi digital, defenisi fotografi makro pun berubah menjadi lebih dinamis yaitu teknik pengambil foto objek dalam jarak yang sangat dekat, berkisar antara 10-60 cm dari lensa kamera. Sedangkan jarak yang lebih dekat dari 10 cm, bisa dikatakan telah memasuki wilayah fotomikrografi.

Defenisi inipun menjadi rancu karena bisa saja pada saat pengambilan foto jarak objek dengan lensa, katakanlah 2 meter, bisa "direkayasa" menjadi fotografi makro. Hal ini bisa dilakukan pada foto yang memiliki resolusi yang sangat tinggi misalnya 40 megapixel. Misalnya mengambil foto seseorang dari jarak 2 meter dari lensa, lalu pada saat pengeditan, bagian mata di zoom atau diperbesar (magnification) trus di cropping, jadi fotografi makro deh ^_^

Weleh, koq jadi ribet ya, katanya gampang... Eits, teknik pengambilan fotografi makronya yang gampang bukan defenisinya (bela diri ni heeehhehe). Pokoknya pembaca dah mengerti maksud saya kan hehehehh...

Tips Teknik Memperoleh Hasil Foto Makro yang Bagus

Tujuan umum fotografi makro adalah untuk mendapatkan detail objek. Pada prinsipnya tips fotografi dalam artikel saya sebelumnya berlaku juga pada fotografi makro, yang perlu ditekankan adalah:


  1. Memiliki Tujuan; untuk memperoleh hasil yang maksimal penting diketahui tujuan pengambilan fotografi makro, apakah hanya untuk sekedar iseng, seni, kepentingan ilmiah, pemberitaan atau promosi produk, dengan demikian kita bisa fokus. Biasanya untuk kepentingan ilmiah dan pemberitaan lebih mengutamakan "pesan foto" daripada keindahannya (seni), namun akan menjadi foto yang hebat apabila keduanya dapat disatukan.
  2. Menggunakan lensa khusus makro atau mengaktifkan modus makro pada kamera.
  3. Menggunakan manual fokus (kalau ada pada kamera tentunya), karena seringkali autofokus "tidak mengetahui" bagian mana yang kita inginkan dari objek untuk difokuskan.
  4. Menggunakan penyangga kamera; fotografi makro sangat sensitif terhadap goncangan, gunakan monopod, bipod, tripod, tetrapod atau benda-benda lain sebagai penyangga kamera misalnya buku atau apalah... terserah pembaca >.<
  5. Menggunakan fitur self timer kamera, sehingga kamera benar-benar bebas dari goncangan.
  6. Sebaiknya tidak menggunakan flash khususnya pada objek yang sangat dekat (lebih dekat dari 10-30 cm), penerangan objek dapat dilakukan dengan mengarahkan objek pada sumber cahaya (kalau benda tak bergerak dong, kalau objeknya serangga keburu kabur dah), menggunakan senter atau lampu baca.
  7. Menggunakan mode aperture priority (bukaan lensa) lebar/nilai f rendah, ISO (sensifitas sensor kamera terhadap cahaya) rendah dan shutter speed relatif tinggi. Maaf ya pembaca, khususnya kepada fotografer pemula, tips terakhir ini memang relatif sulit tapi akan gampang apabila benar-benar minat fotografi heheheehh... Mudah-mudahan niat saya membuat artikel tentang ketiganya dapat terwujud, amiinnn. Kalau sudah memahami ketiganya berarti bukan fotografer pemula lagi loh ^,^


Beberapa Hasil Karya Foto Makro Penulis

1. A Tribute To Kompasiana

1338823755275549869
1338823755275549869
2. The Nest

1338771061942492733
1338771061942492733
3. Wuihh Aisyah...

1338823845281595233
1338823845281595233
4. Fresh Blueberry Nata De Coco Basil Seed5. Fresh Strawberry Nata De Coco Basil Seeds

13388262571059101826
13388262571059101826
5. Fresh Strawberry Nata De Coco Basil Seeds

13387702642016477662
13387702642016477662
6. Jamur Tiram (Pleurotus sp)

13388241021814041154
13388241021814041154
7. Botol-Botol

13387703371481954890
13387703371481954890
8. Kontaminasi Ragi pada Permukaan Lembaran Nata De Coco

13387704711843543428
13387704711843543428
9. Kelebihan foto ini adalah adanya akar di sebelah kanan atas yangmenyeimbangkan komposisi foto

13387705961896170894
13387705961896170894
10. Bola-Bola Air

13387706831562011513
13387706831562011513
11. Gerombolan Jamur Tiram

1338770735342242723
1338770735342242723
12. Belum Tau Nama Jamurnya

1338770777341208870
1338770777341208870
13. yang ini juga T.T

1338770837677071661
1338770837677071661
14. A Little Beatiful Flower

1338773295139332856
1338773295139332856
15. Ada yang tahu ini bunga apa?

1338773390406992684
1338773390406992684
16. Mencoba Menjelaskan Sesuatu

133877088873551960
133877088873551960
17. Resiko Hunting Foto di Hutan >.<

133877093854651083
133877093854651083
18. Triple Hit (Jangan Terpaku pada Teknik Rule of Third)

13387710011135880783
13387710011135880783
19. Hayoo... siapa buaya heheheh

Yahhh begitulah pembacaa, sebenarnya hobi fotografi ini adalah hobi yang relatif mahal loh. Hiks.. entah kapan saia punya kamera DLSR berikut aksesorisnya, T_T

Foto-foto di atas menggunakan kamera D1000, Compact dan HP. Saat ini saya ngandalin N73 yang kualitasnya oke banget

Mudah-mudahan bermanfaat yaa, Salam Hangat Sahabat Kompasioner ^_^

Rahmad Agus Koto

/ajuskoto

TERVERIFIKASI

"Alam terkembang jadi buku!"
Selengkapnya...

KOMPASIANA ADALAH MEDIA WARGA, SETIAP KONTEN DIBUAT OLEH DAN MENJADI TANGGUNGJAWAB PENULIS.
Daftarkan email Anda untuk mendapatkan cerita dan opini pilihan dari Kompasiana

Featured Article