HIGHLIGHT

Pepih Nugraha: "Kompasiana, Yakni....." & Review Tulisan Pribadi

26 Juni 2012 05:55:19 Dibaca :

Tulisan ini adalah publikasi tulisanĀ  saya yang ke 100 semenjak saya bergabung 4 Februari 2012 yang lalu di Kompasiana. Saya sengaja membuat tulisan ke 100 ini sebagai simbol Full Respect, sebagai bentuk terimakasih kepada pendiri beserta seluruh anggota tim pengelola. Budiarto Shambazy, Taufik H Mihardja, Edi Taslim, Pepih Nugraha, Iskandar Zulkarnaen, beserta seluruh orang-orang yang telah menghidupkan Kompasiana, termasuk warga Kompasiana.


Selain itu tulisan ini juga sebagai telaah pribadi (review), terhadap kualitas dan kuantitas tulisan-tulisan saya di Kompasiana.


*****


Kompasiana, Kampus Berbagi Ilmu Pengetahuan dan Pengalaman



"Mas Rahmad, terima kasih sudah menanggapi tulisan Pak Johan dengan tulisan telaah yang tidak sekadar komentar. Itu yang saya harapkan dari sejak awal berdirinya Kompasiana, yakni menjadikannya kampus berbagi ilmu, pengetahuan, dan pengalaman."

[Pepih Nugraha]


Kutipan di atas merupakan tanggapan Pepih Nugraha dalam tulisan Mempertanyakan "Cirikhas Seorang Penulis" Menurut Mas Pepih Nugraha.

Sungguh benar yang beliau katakan bahwa Kompasiana adalah kampus berbagi ilmu, pengetahuan, dan pengalaman, karena saya benar-benar merasakannya manfaatnya dalam menambah ilmu, wawasan dan membuka hati dan pikiran.


Saya juga dapat merasakan betapa bahagianya beliau karena harapannya tersebut dapat terwujud.


Selama saya bergabung di Kompasiana, saya menyaksikan langsung betapa serunya dunia kampus Kompasiana dengan keanekaragaman topiknya. Sesuai dengan motto Kompasiana, "Sharing. Connecting." warganya berlomba-lomba membagikan berita, ilmu pengetahuan dan pengalaman-pengalaman pribadinya. Bukan sekedar posting tulisan, juga saling menanggapi baik melalui kolom tanggapan maupun melalui tulisan.


Adanya gontok-gontokan, gebuk-gebukan, saling menyerang, saling mendukung, saling mengapresiasi, justru menunjukkan indahnya dinamika Kompasiana, mempertegas bahwa Kompasiana adalah kampus. Warganya bebas berpendapat meskipun dibatasi oleh Terms and Conditions yang menurut saya sangat wajar.


Saya teringat pepatah "Untuk mendapatkan ide terbaik adalah dengan menciptakan banyak ide," hal tersebut kita temukan di Kompasiana, betapa beranekaragamnya pola pikir, ide-ide, karakter dan latar belakang warganya.


Review Tulisan Pribadi


Saya menemukan Kompasiana secara tidak sengaja saat surfing di lautan dunia maya, sebelumnya tidak pernah sesemangat ini membuat tulisan, tidak pernah mempublikasikan tulisan di media cetak. Saya pernah mencoba membuat beberapa tulisan di blog di Word Press dan Blogger, namun sangat jarang saya update bahkan cenderung saya tinggalkan.


Mungkin kalau bukan karena Kompasiana, rasa percaya diri akan kemampuan menulis tidak akan pernah muncul, dan tidak akan pernah bisa membagi ilmu pengetahuan dan pengalaman melalui media massa.


Hingga hari ini, 174 hari sudah saya bergabung dengan Kompasiana. Dari 100 tulisan, 10 diantaranya Head Line, 4 terekomendasi, dan 2 masuk freez cetak. Saya menuliskan hal ini sebagai telaah pribadi, karena saya menyadari bahwa banyak warga Kompasiana yang jauh lebih banyak jumlah tulisannya dan juga dalam jumlah ketiga kategori tersebut dengan kualitas yang lebih baik.


Yup, ketiga kategori ini memang relatif bukan sebagai patokan utama dalam penilaian kualitas dan kuantitas suatu tulisan, bukan tujuan utama dalam membuat tulisan. Bagi saya pribadi, ketiga hal tersebut saya jadikan hanya sebagai faktor penambah motivasi bahwa tulisan tersebut telah diapresiasi oleh moderator Kompasiana.


Tulisan-tulisan favorit pribadi:




  1. Ketika Tulisan Sendiri Menasihati Diri Sendiri

  2. Hikmah Dari Kebodohan
  3. Hati-Hati Terhadap Godaan Entrepreneurship

  4. "Abah Menyesal Berilmu Banyak, Anakku..."

  5. Tuntutan Penghapusan Outsourcing, Tuntutan yang Tidak Tepat


*****


Melihat dan mengamati perkembangan Kompasiana, Citizens Journalism & The Real Mass Media, saya sangat yakin Kompasiana akan menjadi salah satu media yang sangat berpengaruh dalam perkembangan dan kemajuan intelektualitas, khususnya di Indonesia (atau memang sudah?).


Terima Kasih dan Salam Hangat Sahabat Kompasianers ^_^



Rahmad Agus Koto

/ajuskoto

TERVERIFIKASI (HIJAU)

"Alam Terkembang Jadi Buku" Dibaca, dipelajari, dipahami dan diamalkan, Inshaallah. Belajar sampai nafas terakhir. Suka membaca, menulis, mengamati perkembangan Agama, Filsafat, Sosial, Budaya, Politik, Teknologi Informasi, Fotografi, Biologi, Psikologi dan Entrepreneurship.
Selengkapnya...

KOMPASIANA ADALAH MEDIA WARGA, SETIAP KONTEN DIBUAT OLEH DAN MENJADI TANGGUNGJAWAB PENULIS.
FOKUS TOPIK KOMPASIANAA

Siapa Yang Menilai Tulisan Ini ?