Bukti Kekuatan Sebuah "Tulisan"

30 Juni 2012 04:46:22 Dibaca :

Saya sangat mempercayai bahwa sebuah tulisan itu mampu merubah suatu keadaan, keyakinan ini dari pengalaman yang pernah saya alami. Dengan kekuatan tulisan saya pernah mendobrak Pemerintah Daerah Jambi agar mau merenovasi Asarama Mahasiswa Jambi di Jakarta yang saya diami bersama beberapa mahasiswa Jambi di Jakarta. Ini terjadi di tahun 1985, dimana saat itu saya masih berstatus mahasiswa yang kebetulan juga menjabat sebagai Sekretaris Pengelola Asrama Mahasis Jambi di Jakarta. Disamping itu saya juga aktif di Redaktur Warta Permaja Jaya (WPD), media pemuda dan Mahasiswa Jambi di Jakarta. Sebagai anggota redaksi saya membuat sebuah tulisan yang tujuannya menggugah Pemda Provinsi Jambi agar mau merenovasi Asrama Mahasiswa Jambi di Jakarta. Saya membuat format tulisannya berupa wawancara saya sebagai pengurus Asrama dengan saya sebagai redaksi WPD. jadi wawancara ini antara Saya dengan Saya. WPD ini memang selalu kami distribusikan ke Pemda Provinsi Jambi dan Masyarakat Jambi di Jakarta dan di Jambi. Alhasil tulisan ini mendapat tanggapan dari Pemda Provinsi Jambi, yang kebetulan saat itu diwakili oleh Kepala Biro Perawatan dan Pembangunan (PP). Satu minggu setelah tulisan tersebut didistribusikan Kabiro PP, Drs. Abdul Muthalib yang kebetulan juga saya kenal baik, karena merupakan tetangga saya dikomplek Perumahan Pemda Jambi. Beliau datang ke Asrama dengan menenteng WPD dan bicara pada saya: "Abang datang ke Jakarta ini bukan karena tulisan kamu ini" katanya sambil memeperlihatkan WPD pada saya. Saya pun bilang pada beliau, " Kalau pun bukan karena tulisan saya juga gak masalah bang...yang penting sudah ada keinginan Pemda untuk memeprbaiki Asrama ini...Abang bisa lihat sendiri kondisinya" jawab saya sambil tersenyum puas karena tulisan saya berhasil mendobrak Pemda Provinsi Jambi. Singkat kata, saya pun pulang ke Jambi bersama-sama beliau untuk memproses anggaran perbaikan Asrama Mahasiswa Jambi Di Jakarta. Setelah saya kembali ke Jakarta dengan membawa Anggaran, banyak sekali teman-teman yang berambisi ingin mengelola pembangunannya, namun semua saya serahkan pada keputusan rapat anggota mahasiswa, dan saya pun lepas tangan. Alahamdulillah dengan anggaran yang waktu itu terbilang cukup besar ditahun 1985 yakni sebesar 11 juta rupiah, kami bisa merenovasi total Asrama Mahasiswa Jambi di Jakarta. Ada dua kali renovasi lagi setelah itu, tapi saat itu saya sudah tidak tinggal di Asrama lagi, tapi tetap memiliki tanggung jawab sebagai alumni. Dua kali renovasi berikutnya juga didapat dari hasil menggedor Pemda lewat tulisan saya. Maka dari itu saya sangat berkeyakinan, bahwa sebuah tulisan yang ditulis dari hati mempunyai energi dan kekuatan untuk mendobrak, dan saya sudah membuktikannya berkali-kali, bahkan pernah lewat tulisan juga, saya berhasil melengserkan sorang pejabat daerah dari kedududkannya, karena prilaku bejat yang dipertontonkannya. Semoga saja tulisan ini ada manfaatnya, dan bisa memberikan inspirasi bagi Kompasianer, bahwa sebuah tulisan itu memiliki energi dan kekuatan, asal memang dituliskan dari hati.

Aji Najiullah Thaib

/ajinatha

TERVERIFIKASI (BIRU)

Kaum Proletar buruh para Kapitalis yang kebetulan saja hobby menulis..
Selengkapnya...

KOMPASIANA ADALAH MEDIA WARGA, SETIAP KONTEN DIBUAT OLEH DAN MENJADI TANGGUNGJAWAB PENULIS.

Siapa Yang Menilai Tulisan Ini ?