Ahmed Tsar Blenzinky
Ahmed Tsar Blenzinky Blogger | Sosial Media Ranger

Co-Founder BRid (Blogger Reporter Indonesia) | Sekarang Lebih Aktif di https://ahmedtsar.wordpress.com/

Selanjutnya

Tutup

Perbudakan Modern di Tangerang

4 Mei 2013   01:16 Diperbarui: 24 Juni 2015   14:08 2398 26 33
Perbudakan Modern di Tangerang
Beberapa korban penyekapan yg telah dikeluarkan dari pabrik (Sumber foto: Twitter @reifirdha

[caption id="" align="aligncenter" width="320" caption="Beberapa korban penyekapan yg telah dikeluarkan dari pabrik (Sumber foto: Twitter @reifirdha)"][/caption]

Ruangan itu nampak berbentuk bujur sangkar 40x40 M, tanpa jendela, hanya 1 WC. Tertutup, bau, pengap dan kotor. Di dalamnya terlihat tali-temali gantungan baju dengan beberapa helai pakaian tersampir. Dinding-dinding kamar kotor, dipenuhi dengan lumut. Lantai hanya beralaskan tikar-tikar tipis dan lusuh. Di ruangan ini "mereka tidur berdesakan, sampai tidak bisa selonjoran," kata Syamsul Munir kepada Kompas.

Syamsul Munir adalah aktivis Kontras yang ikut mengerebek penyekapan sekitar 30 buruh pabrik wajan di Kampung Bayur Opak, Desa Lebak, Tangerang, Banten, Jumat (3/5/2013) sore. Selain Munir, ada juga KepolisianPolresta Kota Tangerang.

di Tempat Kejadian Perkara (TKP), ditemukan sementara korban perbudakan modern sebanyak 40 korban. Mereka rata-rata berusia 20 tahun, 5 diantaranya berusia di bawah 18 tahun. Adapun kondisi mereka semuanya tidak menggunakan baju dengan  seluruh badan terbakar legam karena efek mengolah limbah timah

Mereka kerap dianiaya dan dipaksa kerja lebih keras oleh pemilik perusahaan. Selain itu pemilik juga membayar upah sangat murah yaitu Rp 600 ribu per bulan dengan jam kerja mulai pukul 06.00 – 18.00 WIB setiap harinya.

Syukur, mereka segera terbebaskan. Awal mulanya ada dua buruh yang kabur dari pabrik wajan bernama Andi (19) dan Junaedi (20). Lalu mereka segera mengadu ke kepolisian. Berdasarkan aduan mereka berdua, Mabes Polri, dan Polda Metro Jaya bersama Komnas HAM segera mendatangi dan membebaskan para korban perbudakan Ju'at siang.

Butuh bantuan

Saat ini para korban perbudakan sangat butuh bantuan dari para donatur (bisa jadi Anda sekalian) berupa baju, peralatan mandi, makanan, uang untuk bekal serta apapun yang berguna bagi mereka. Bantuan pakaian dan lain-lain bisa dikirim ke kantor Kontras Jalan Borobudur 14 Menteng tlp 021-3926983. Sebagian bantuan akan diantarkan ke korban besok, Sabtu di Polres Tiga Raksa Tangerang.

[caption id="" align="aligncenter" width="320" caption="Ruangan penyekapan di pabrik Kuali (Sumber foto: Twitter @reifirdha)"]

[/caption]

Sumber Data: Twitter @Kontras