Syair: KTT, Kemungkaran Tingkat Tinggi

10 Juni 2012 06:48:51 Diperbarui: 25 Juni 2015 04:10:09 Dibaca : Komentar : Nilai :
Syair: KTT, Kemungkaran Tingkat Tinggi
[1] Berbagai macam bentuk kemungkaran. Di lakukan orang dalam kehidupan. Mungkin pernah kita saksikan. Dari yang samar hingga terang-terangan. [2] Misalkan pada kasus korupsi. Yang lagi melanda suatu negeri. Termasuk kemungkaran tingkat tinggi. Biasanya dilakukan penjahat berdasi. [3] Kasus korupsi berbahaya sekali. Perusak moral generasi islami. Suatu kejahatan yang susah terbukti. Karena dilakukan secara tersembunyi. [4] Dengan bermodal suatu kepintaran. Seorang koruptor sulit dibuktikan. Ataukah karena pengaruh jabatan. Sehingga bukti tiada yang memberatkan. [5] Terlepas dari cerita begitu. Biasanya koruptor adalah individu. Ada di instansi dan lembaga tertentu. Tanpa memandang kelas dan bulu. hehe [6] Misalkan pejabat dalam pemerintahan. Ataupun pegawai serta bawahan. Semua berpeluang dan berkesempatan. Melakukan korupsi atau kemungkaran. [7] Semua berpulang kepada pribadi. Tentang kejujuran di dalam diri. Ada yang kuat tertancap disanubari. Ada yang bagaikan seujung jari. [8] Kalau kejujuran mantap di jiwa. Dengan fondasi iman dan takwa. Walaupun godaan datang menerpa. Insya Allah tak akan membuat terlena. [9] Tetapi kalau kejujuran hati. Tiada tertanam semenjak dini. Walaupun kiranya berpendidikan tinggi. Tetap rawan melakukan korupsi. [10] Memang dalam tata kehidupan. Disegala sektor & bidang pekerjaan. Semua mempunyai banyak godaan. Melakukan kecurangan dan tindak penipuan. [11] Semoga saja kita sekalian. Selalu mendapat petunjuk Tuhan. Di setiap aktivitas yang kita lakukan. Tiada terbersit melakukan kemungkaran.
Pesan Nenek: Ambil yang manfaat, Buang yang mudharat, Cerna yang sehat afiat. Wallahua’lam Salam Persaudaraan

Ahmad Bastan Abhan

/ahmad_bastan

TERVERIFIKASI

آللّهُمَ صَلّیۓِ ۈسَلّمْ عَلۓِ سَيّدنَآ مُحَمّدْ وَ عَلۓِ آلِ سَيّدنَآ مُحَمَّدٍ

Selengkapnya...

KOMPASIANA ADALAH MEDIA WARGA, SETIAP KONTEN DIBUAT OLEH DAN MENJADI TANGGUNGJAWAB PENULIS.
Featured Article