Reza Agustian
Reza Agustian Karyawan

Hanya Karyawan Partikelir Biasa

Selanjutnya

Tutup

Kesehatan

Mengurangi Kecemasan dengan Puasa

14 September 2017   15:19 Diperbarui: 14 September 2017   15:28 176 0 0

Berkaca dari pengalaman saya ketika melakukan puasa disaat mengalami kecemasan (anxiety), berikut beberapa manfaat yang saya bisa saya rasakan:

1)  Sahur. Sahurnya sendiri saya rasa tidak terlalu menurunkan level kecemasan saya, namun kebiasaan saya setelah sahur adalah setelah sahur dan kemudian sholat subuh, saya suka tidur lagi. Dan tidur setelah sahur merupakan salah satu tidur ternikmat yang saya rasakan. tidurnya cepat dan pulas, dan sering juga diikuti dengan adanya mimpi. jika ada pernah merasakan kecemasan, maka tahu, betapa sulihnya mendapatkan tidur yang pulas.

2) Lapar. Pikiran lapar itu sering kali menutupi pikiran kecemasan kita. dengan tidak memikirkan kecemasan kita, pikiran kita jadi bisa "beristirahat" sejenak.

3) Buka Puasa. Buka puasa merupakan sesuatu yang ditunggu-tunggu ketika kita berpuasa. Di hari tersebut kita menjadi memiliki tujuan di hidup. Jika kita bisa sampai pada magrib, maka hadiah akan didapat. Dan ketika buka puasa pun, kenikmatan berbuka puasa itu merupakan hadiah yang terbaik.

4) Tidur lebih cepat. Karena letih ketika berpuasa, biasa saya bisa tidur lebih cepat. waktu jeda antara pergi ke tempat tidur dan tertidur menjadi relatif lebih cepat, sehingga waktu untuk pikiran-pikiran kecemasan, menjadi singkat.

Selain itu, ketika saya membaca artikel-artikel diinternet terdapat manfaat-maanfaat yang tersembunyi, yang memperkuat yang saya rasakan diatas:

"During the first week of fasting, the body begins to adapt to starvation by releasing massive amounts of catecholamines including epinephrine (adrenaline), norepinephrine, and dopamine as well as gluco-corticoids, steroid hormones involved in regulating the immune response and glucose metabolism. All of these chemicals are also released during the infamous 'fight or flight' response. After a while, our body responds to this stress through a boost of feel-good and protective chemicals."

"Other researchers have found that fasting boosts the levels of available serotonin in the brain. This is thought to explain the interesting findings that therapeutic fasting can significantly reduce migraine headaches."

5) Ketika tubuh kita berpuasa, maka tubuh akan mengeluarkan hormon-horman dan zat-zat yang menyebabkan kita dalam mode bertarung dan yang juga dapat menenangkan otak.

Diluar masalah keagamaan, dengan 5 manfaat diatas, puasa bisa dijadikan alternatif bagi orang-orang yang sedang mengalamai masalah kecemasan (anxiety).

Mind The Science