Agus Pribadi
www.kompasiana.com/aguspribadi1978
TERVERIFIKASI
| Tulisan | : | 626 artikel |
| Komentar | : | 3564 tanggapan |
![]() |
![]() |
Kirim Pesan | |
![]() |
|
Jadikan Teman | |
![]() |
Google+ | ![]() |
Laporkan |
Barangkali aku ada benarnya Kau pun ada benarnya Karena kita bukan setan Barangkali aku pernah berbuat salah Kau pun pernah berbuat salah Karena kita bukan malaikat Jangan pernah merasa paling benar Menganggap ...
Salah satu bagian yang ada pada sebuah cerpen adalah judul. Pertanyaan yang mungkin perlu dijawab dengan seksama adalah, seberapa penting sebuah judul untuk cerpen? Secara normatif ...
Jika merunut ke belakang, postingan pertama saya di Kompasiana mengenai tips menulis. Dan sampai hari ini, genap 2 tahun saya berkompasiana dan berteman dengan hampir ...
Cerpen Agus Pribadi Cuti tiga minggu membawaku pulang ke kampung halaman. Bertemu suami dan anak lelaki semata wayang. Suamiku tampak lebih hitam dan kurus. Rambutnya terlihat panjang, ...
Penulis pemula merupakan orang yang baru mulai (belajar) menulis. Seiring berjalannya waktu tentu penulis tersebut tidak dikatakan sebagai penulis pemula lagi. Ada peningkatan kemampuan menulisnya ...
Tuhan, aku memohon ampunan-Mu Atas segala khilafku Atas segala kecongkakanku Atas segala kepicikanku Aku yang mungkin terlalu mengagungkan akalku Padahal ilmuku tak lebih besar dari setitik ilmu-Mu Aku yang sok pandai ...
Cerpen Agus Pribadi Aku duduk di bawah rimbun pepohonan tepi sawah. Seekor kerbau yang kugembalakan sedang memakan rumput. Melihat hewan itu, aku jadi nelangsa. Aku heran, ...
Banyak yang telah mendefinisikan cerpen baik secara akademik maupun nonakademik. Definisi itu biasanya memuat panjang pendeknya sebuah cerpen baik secara kualitatif maupun secara kuantitatif. Secara ...
Ketika membaca puisi “Derita Seorang Penyiar Radio” karya Doni Bastian, saya seperti sedang membaca sebuah cerpen. Kata-katanya mengalir. Seperti sedang bercerita. Bercerita dengan runtut dan ...
Cerpen Agus Pribadi Sejak pembangunan tembok keliling di sekolahku. Aku tak lagi melihat wajah ceria Bu Ijah. Seorang ibu penjual jajanan anak sekolah. Warungnya berada di ...
Geliat Cerpen dan Puisi di Banyumas, Dua Hari Berturut-turut