Agus Kusdinar
Agus Kusdinar Wiraswasta

Hanya orang biasa yang datang dari Desa

Selanjutnya

Tutup

Bola highlight

Tiga Marquee Player Premier League

15 Juli 2017   14:19 Diperbarui: 15 Juli 2017   15:39 196 1 1

Tiga tim yang merekrut mantan pemain Premier League ini, yang awal musim pembukaan Liga 1 Gojek Traveloka cukup menggemparkan sepakbola nasional tetapi, pemainannya belum semuanya maksimal jika di lihat dengan tim massa lalunya.

Brikut 3 Marquee Player yang cukup kita kenal di Liga 1 :

1. Michael Essien (Persib Bandung)

Mantan pemain Chelsea dan Madrid ini juga pernah merumput bersama AC Milan kurang begitu signifikan mengangkat prestasi Persib Bandung di Liga 1, padahal prestasi sebelumnya dia cukup mentereng karena pernah memperkuat Chelsea 9 tahun (Tahun 2005 s/d 2014) dan dia cukup di kenal di Premier League, selain waktu itu klub lamanya (Chelsea) merupakan langganan 4 besar di Liga Inggris juga langganan Liga Champion, oleh karena itu waktu kedatangannya bergabung bersama Persib di sambut meriah oleh Bobotoh juga suporter lainnya, karena siapa yang tak mengenal Essien, dari zaman permainan Game PS 1 s/d Game PS Terkini nama Essien selalu hadir dengan rapor di atas rata-rata yang berposisi sebagai gelandang bertahan.

Jadi jangan salah, anak-anak sampai dewasa mengenal Essien karena bagi penggemar Game PS, sering mereka pakai bermain Game dan jersey Essien juga cukup laris manis bersama Persib Bandung, mungkin karena sebuah nama besar, tetapi belum bisa di katakana laris manis dengan prestasinya, karena di awal musim Essien terbentur dengan kendala fisik, sehingga tidak mampu bermain 2x45 menit.

Prestasi yang dia miliki bersama klub sebelumnya, belum bisa mengangkat Persib di papan atas, Persib kini berada di peringkat ke-12 sampai pekan ke -14, dan Essien menyumbangkan 2 gol untuk Persib, jika melihat dari skud Persib sendiri, selain ada Essien juga ada pemain bintang lainnya, jadi tak sedikit pengamat yang menyangkan Prestasi tidak sesuai dengan para pemain yang ada di dalamnya.  

2. Mohamed Sissoko (Mitra Kukar)

Sosok Mohamed Sissoko yang berkebangsaan Kamerun ini pernah bermain untuk klub Liga Inggris untuk Liverpool (Tahun 2005 s/d 2008) Juga Juventus, dan di datangkan demgan rupiah di bawah Essien, tetapi prestasinya di Liga 1 sedikit lebih baik di atas Essien, meskipun sebenarnya belum layak di katakan bagus jika melihat prestasi sebelumnya dia yang sempat memperkuat Liverpool dan Juventus ini.

Mohamed Sissoko yang berposisi sebagai gelandang bertahan ini mampu menyumbangkan golnya bagi Mitra Kukar dengan jumlah 4 gol, lebih baik ketimbang Essien yang sama-sama mengisi lini tengah di klubnya masing-masing, meskipun permainannya di katakana belum signifikan karena Mitra Kukar sampai pekan ke-14 hanya mampu bertengger di peringkat ke-9 dengan raihan 21 poin, berada di atas Persib Bandung.

3. Peter Osaze Odemwingie (Madura United)

Pencetak Gol terbanyak sebanyak 12 Gol, Peter  Odemwingie mecatat sebagai top skor terbanyak sementara di Liga 1, mantan pemain Stoke City dan Bromwich Albion ini merupakan Marquee Player terbaik di Liga 1, seperti halnya pernah di beritakan oleh Media Asing, dan kita bisa membuktikan ketika dia bermain di Lapangan.

Peter Odemwingie adalah pemain sayap, tetapi di Madura United dia menduduki sebagai Target Man, dan merupakan striker tersubur di Liga 1 dengan jumlah 12 gol, mungkin jika di bandingkan dengan Essien juga Sissoko, Odemwingie lebih baik dari mereka, dengan mampu mengangkat prestasi Madura United selau berada di papan atas dan sekarang menduduki peringkat ke-2 sampai pekan ke-14.

Ketiga Marquee Player di atas mereka adalah para pemain yang pernah merumput di Premier League, jika melihat karir sebelumnya, ketika belum merumput di Liga 1, seharusnya Essien paling baik mengangkat klubnya di susul oleh Sissoko dan terakhir Odemwingie, tetapi hasilnya terbalik, malahan Odemwingie lebih baik di banding Sissoko dan Essien.

Entah apa yang menjadi demikian, yang pasti sepakbola tidak seperti hitungan Matematika, karena sepakbola adalah permainan tim di mulai dari manajemen sampai pemain itu sendiri, jadi kadang perkiraan kita sering meleset.