Agung Webe
Agung Webe profesional

Saya seorang penulis buku yang sampai saat ini sudah menerbitkan 25 buku. Hanya ingin berbagi, bukan menggurui apalagi minta gaji http://www.agungwebe.org

Selanjutnya

Tutup

Politik

Pemaksaan Pakaian Agama di Ruang Umum

13 Agustus 2017   23:19 Diperbarui: 14 Agustus 2017   12:27 885 3 7

Beberapa waktu yang lalu saya membaca curhat seorang ibu di facebooknya yang  berjalan masuk ke gate di bandara terminal 3 dengan anak ceweknya. Lalu tiba2 datang bapak-bapak yang juga penumpang menghampirinya lalu teriak  kepada anaknya supaya pakainnya tertutup, sambil nunjuk2 dengan kata-kata  yang membawa istilah surga dan neraka. Anak ibu itu menurutnya memakai celana di atas lutut, layaknya pakaian pelancong yang mau jalan-jalan menuju Bali.

Baru saja saya membaca status sahabat saya, yang sedang mengendarai motor bersama anak ceweknya di komplek  perumahannya. Lalu tiba-tiba ada motor menghentikannya hanya untuk  memerintahkan anaknya supaya memakai pakaian tertutup yang menutupi aurat.

(Pakaian tertutup baca: jilbab

Atau mungkin ada lagi yang mengalami hal ini tapi diam saja? Nggak mau  ribut, nggak mau debat. Ya, mungkin saja banyak. Mungkin mereka memilih  diam dan menjadi 'mayoritas diam'.


Saya memahami bahwa Perintah memakai jilbab bagus bagi yang meyakininya. Bahkan sama-sama Islam  saja banyak beragam tentang hal ini. Ada yang menganggapnya sebagai  budaya dan bukan agama. Kalau ada yang menyamakan bahwa budaya  Arab juga Agama Islam ya silahkan, selama itu menjadi keyakinan bagi  dirinya yang tidak dipaksakan kepada orang lain. Artinya ruang tersebut silahkan dijadikan ruang pribadi dan bukan untuk memaksa orang lain melakukan hal yang sama.

Pernah dalam  satu antrian imigrasi di Arab Saudi, saya melihat para pekerja wanita  Indonesia begitu turun pesawat dan antri imigrasi sudah memakai 'abaya'  lengkap. Kalau tidak akan menjadi bulan-bulanan para Arab sebagai  penjaga Imigrasi.

Lalu ... ini lalu ...baca bagian ini baik-baik  .. melengganglah rombongan 'bule' Amerika. Saya tahu itu amerika karena  saya tanya ke petugas yang kebetulan akrab dengan saya ( dulu pernah  meminta memeriksa laptop yang saya bawa) dan rombongan bule cewek tanpa  abaya, tanpa kerudung! Si Arab membiarkannya saja! 

Mau tahu cerita laptop saya mau disita?
Waktu itu setelah X-ray, mereka menggiring saya masuk ruangan dan  meminta saya menyalakan laptop. Saya bilang windows saya original ada tanda yang nempel di belakang. Mereka tetap meminta saya menyalakannya. 

Tiba-tiba dia klik2 sendiri. Saya marah. Saya bilang ini data  privacy  saya. Kamu mau cari file apa? Lalu mereka bilang film ... film ... give  me film ... Oohh mereka mencari file film porno! Saya  katakan laptop saya tidak ada file film. Itu file presentasi dan buku.  Hampir 3 jam saya di ruang imigrasi yang hanya diajak ngobrol seputar  Sukabumi dan puncak. 

Nah, apakah orang2 yang melakukan 'palak'  jalanan itu mau menjadikan masyarakat kita seperti Arab? Meminta pakaian  tertutup sementara pikirannya mencari bahan buat 'birahi?'  Teman laki2 saya pernah hilang saat antri beli makan di Al-Baik hanya  gara2 memakai celana menggantung selutut. Itu laki2 lhoooo brooooo! Lekoooooong! Untung ketemu dalam keadaan selamat sedang 'dipaksa' dalam mobil. 

Kalau pikiran tidak diurusi dan meminta hal diluar pikiran ditutup ya  percuma. Seperti patung karya Nyoman Nuate yang dikatakan dapat memicu  birahi. Atau antek-antek bawahnya hanya mengikuti atasannya yang tidak dapat  mengendalikan pikiran liar?

Saya sedih dan miris melihat gejolak  yang terjadi seperti dua kasus di atas. Pemaksaan agama di muka umum!  Memaksakan pakaian keagamaan di ruang publik! Kalau banyak yang melakukan ini maka  ancaman disintegtasi bangsa sangat besar. 

Apakah anda akan tetap  diam sebagai 'mayoritas diam' ? Setidaknya kita tidak melakukan hal  yang sama. Tunjukkan cinta, "love is the only solution".Karena dengan memaksa walau hanya sebatas verbal, mereka sedang mengabarkan bahwa dalam agama yang mereka (oknum) jalankan sangat jauh dari cinta. Jilbab, sebagaimana pakaian lainnya, akan menjadi tampak indah apabila disertai dengan cinta dan bukan paksaan.