Agung Han
Agung Han wiraswasta

Menulislah & biarlah tulisanmu mengalir mengikuti nasibnya... (Buya Hamka) Follow me : Twitter/ IG @agunghan_ , FB; Agung Han Email ; agungatv@gmail.com Tulisan lain ada di www.sapadunia.com

Selanjutnya

Tutup

pilihan headline

Bulan Ramadan Saatnya Detox Spiritual & Fisik

20 Mei 2017   06:30 Diperbarui: 23 Mei 2017   23:12 112 12 6
Bulan Ramadan Saatnya Detox Spiritual & Fisik
Ilustrasi. Health enews.

Tanpa terasa sepekan lagi bulan Ramadan tiba, saatnya umat muslim berpuasa sebulan penuh. Sudah semestinya  setiap muslim berbahagia, menunggu dan menjalankan ibadah di bulan suci dinanti berlimpah pahala.

Banyak lho benefit yang dapat dipetik, selain ibadah berlipatganda balasan plus mendapatkan badan yang sehat. Terlebih bagi yang berniat sekalian diet, Ramadan bisa dijadikan start memantapkan tekad menyusutkan bobot tubuh.

Bagaimana tidak asyik coba, kita mendapat situasi yang mendukung dalam menjalankan diet. Kalau biasanya berangkat kerja, kerap tergoda dengan aneka makanan dijajakan di pinggir jalan, maka saat Ramadan dijamin hal ini dapat diminimalisir. Kalau siang sudah repot pilih menu makan siang, selama Ramadhan sementara stop kerepotan tersebut.

Nah menjadi tugas selanjutnya, bagaimana mempertahankan kondisi sekaligus komitmen yang tercetus. Terutama saat jelang buka puasa, boleh sih ngabuburit tapi pastikan dulu tidak kalap. Jangan sampai karena lapar mata, aneka makanan dibeli untuk “membayar” rasa penasaran perut.

Sayang banget kan, kalau kondisi yang sudah dibangun sejak usai imsyak langsung berantakan. Jangan sampai saat berbuka tiba, lambung langsung dipenuhi dengan asupan tak terjaga.

illustrasi -dokpri
illustrasi -dokpri

Misalnya nih, baru terdengar adzan maghrib sudah makan semangkuk kolak ekstra manis dan dingin. Ternyata masih ditambah bubur sumsum plus biji kolak, rasanya tidak kalah manis dengan kolak. Ya gagal deh diet, sudah membiarkan asupan tinggi glukosa memenuhi ruang kosong di lambung.

Kemudian selesai sholat maghrib, perut masih punya tugas lagi menampung makan besar. Bisa saja porsi nasi setengah piring, disertai aneka lauk pauk dan gorengan. Kemudian sayurnya sangat sedikit, sama sekali tidak ada asupan buah-buahan.

Yah, sayang banget kan.

-0o0-

aneka buah-buahan -dokpri
aneka buah-buahan -dokpri
Selain beribadah puasa sebulan penuh, bulan Ramadan bisa dimanfaatkan sebagai sarana detox/mengurangi kadar racun dalam tubuh lho.  Baik detox secara sprirtual maupun detox secara fisik, dampaknya tentu sangat bagus untuk kesehatan jiwa dan badan.

Siapa yang meragukan dahsyatnya niat puasa, bermula dari niat inilah mampu menguatkan tubuh tidak makan minum dari imsyak sampai magrib. Nah niat berpuasa yang kuat inilah, bisa dikategorikan sebagai detox spiritual.

Kita mau memaksa diri bangun dini hari untuk sahur, memperbanyak baca Qur’an dan sholat makam. Segala perbuatan dan perkataan buruk disingkirkan, kerennya semua dilakukan dengan penuh kesadaran pikiran.

Sementara untuk detox fisik, secara kasat mata bisa kita dilihat dengan mengurangi asupan tubuh. Kalau sudah dari pagi sampai jelang sore pencernaan istirahat, perlu digenapkan dengan asupan baik pada malam hari.

Jangan main hajar saja, makan sepuasnya di malam hari seperti ajang balas dendam. Tapi perhatikan kebutuhan, agar nutrisi yang diperlukan tubuh benar terpenuhi. Memang kata “kenyang” setiap orang berbeda, tapi setiap diri pasti bisa mengukur porsi yang pas untuk lambung sendiri. Seperti sabda baginda Nabi, “Makanlah setelah lapar dan berhenti makan sebelum kenyang”. Maka kita perlu waspada dan jujur terhadap takaran, jangan sampai saking enaknya makan tiba-tiba perut merasa ‘bega’/ kekenyangan.

Agar pencernaan tidak kaget setelah kosong, bisa lho buah-buahan menjadi pilihan konsumsi. Baik saat sahur atau berbuka, beberapa buah diyakini sangat cocok sebagai menjaga asupan setelah pencernan beristirahat. Betapa buah seperti pisang, jambu, nanas, pepaya, apel dan masih banyak buah lainnya sangat bermanfaat –semoga di lain artikel bisa saya tulis secara  khusus.

Buah-buahan untuk berpuasa -dokpri
Buah-buahan untuk berpuasa -dokpri
Boleh juga memanfaatkan daging kelapa campur kurma, pada saat memulai berbuka atau sahur.  Kita semua tahu kandungan Kelapa yang sangat kaya, bisa menggantikan susu, protein lemak dan gula. Sementara untuk kebutuhan karbohidrat, bisa mengganti sumbernya dari nasi beralih ke umbi-umbian seperti singkong atau ubi.

Karbohidrat dari dari ubi atau singkong termasuk karbohidrat kompleks, jenis karbohidrat ini butuh waktu lama diproses dan dibuang menjadi kotoran. Karbohidrat dari umbi-umbian bisa tersimpan di bawah otot, mampu menjadi cadangan yang mengubah lemak menjadi energi.

Bumi indonesia punya buah beraneka macam, bisa menjadi konsumsi pilihan saat puasa. Perbanyak makanan organik (tanpa masak), karena makanan organik itu ringan dicerna dan enzimnya masih hidup. Serta Jangan lupa saat sahur atau berbuka banyak minum air putih/mineral, agar pada siang hari tubuh tidak dehidrasi.

Ingat ya!

Dengarkan kebutuhan tubuh secukupnya, konsumsi makan real food/ organik  agar badan sehat lebih langsing.  Yuk, manfaatkan Ramadhan untuk detox spiritual dan fisik, biarkan langsing menjadi bonusnya. –salam-