Fandy Sido
www.kompasiana.com/afsee

TERVERIFIKASI

masih amatir, bercita-cita jadi pionir. | Sebagian fiksi dan opini ada di www.bukufandy.com.
Kompasianer sejak:
7 June 2010
Tulisan : 23 artikel
Komentar : 5862 tanggapan
Rubrikasi
Arsip Tulisan
Terbaru

Puisi

Satu Kisah Lagi

*** Tak banyak yang kutahu. Karena itu aku selalu bilang “menurutku”. Tak seperti kau yang mengenyam rindu. Peduli cinta dan semua tentang aku. Di suatu taman aku terdiam mengagumi langit, ...

FIKSI | 20 April 2012 23:34

84   19   dibaca Nihil

Puisi

Bayanganmu Bidadari

*** Kembali ke masa lalu saat tawa dan canda kita hanya  berakhir dalam angin dan deburan debu. dan setiap kata-kata hanya kisaran pemandangan mimpi untuk ditutup dan ...

FIKSI | 24 November 2011 15:32

57   11   dibaca 1 menarik

Puisi

Indonesia di Ujung Jari

*Indonesia di Ujung Jari Saat kupanggil kembali pesan-pesan silam yang mengisi dua dekadeku, nampak sebidang panjang tembok berdiri terpaku … melukiskan dunia yang kulihat sebagai negeriku, … tempat menumpahkan ...

FIKSI | 15 November 2011 09:47

43   13   dibaca 3 aktual

Puisi

(THREESOME) Patung

Sekar Mayang, Ari Zakaria, Afandi Sido … aku seperti hendak menganyam air danau, atau mungkin menggarami lautan, semuanya percuma saja karena kau tetap diam… … ucapkanlah, walaupun hanya satu kata, walaupun ...

FIKSI | 11 September 2011 11:40

118   37   dibaca 2 menarik

Puisi

[FSC] Surat-surat dari Tiga Benua

Tepian Sungai Thames, 28 September. Aku memandangi House of Parliament ini penuh bayang-bayang yang menggubah mimpiku menjadi mirip kenyataan. Di mana aku menggandeng tanganmu menaiki tangga-tangga ...

FIKSI | 13 August 2011 20:30

91   58   dibaca 9 aktual

Puisi

Kursi Presiden

Lama jumlah provinsi urung bertambah. Peduli luas tanah, orang berpunya disembah. Menggiring rezeki dari Negeri Jiran dan Paman Sam, berujung miskin di halaman rumah. Terkadang begitulah kami sebagai ...

FIKSI | 25 July 2011 20:40

37   6   dibaca 1 menarik

Puisi

Puisi-puisi Pagi

Warta Hanya berdiri, berjingkrak, lalu tertawa. Memandikan tubuh dengan cahaya matahari merona. Bolak-balik, menyisir warta. Lalu tersenyum, terkekeh, dan sebagian kecewa. Pagi yang tak seperti kemarin, tetap di Kompasiana. *** Kipas Angin Berputar, ...

FIKSI | 12 May 2011 08:26

138   14   dibaca 1 inspiratif

Puisi

Lubang Kunci

Gadis menyeka rambutnya, peluh membutir-butir di keningnya. Matanya menyipit sebelah… sebelah lagi menyorot ke satu arah. menembus lubang kunci. Dua lingkaran yang menyatu, satu besar dan satu kecil. Gadis terus ...

FIKSI | 20 April 2011 22:42

82   6   dibaca 1 menarik

Puisi

Terima Diriku Saat Aku Berubah

Aku bisa melihatmu membuang muka. Aku bisa merasakanmu merubah sangka. Tapi saat aku berubah, hanya kau orang pertama yang menyaksikanku. Aku tidak ingin berubah lalu tergelincir tanpa ada ...

FIKSI | 18 April 2011 21:37

112   22   dibaca 3 menarik

Puisi

Cerah

Sini coba kulihat wajahmu. Hmmm…. Aku tak akan menuliskan kata-kata untuk senyumanmu itu. Kata-kata terlalu sedikit untuk merangkai keindahannya. Ada ketersembunyian hikmah dalam ucap bibirmu. Menyusur setiap sisi ...

FIKSI | 17 April 2011 00:17

54   14   dibaca 1 inspiratif
1 2 3 Next »

Subscribe and Follow Kompasiana: