Fandy Sido
www.kompasiana.com/afsee
TERVERIFIKASI
| Tulisan | : | 23 artikel |
| Komentar | : | 5862 tanggapan |
![]() |
![]() |
Kirim Pesan | |
![]() |
|
Jadikan Teman | |
![]() |
Google+ | ![]() |
Laporkan |
*** Tak banyak yang kutahu. Karena itu aku selalu bilang “menurutku”. Tak seperti kau yang mengenyam rindu. Peduli cinta dan semua tentang aku. Di suatu taman aku terdiam mengagumi langit, ...
*** Kembali ke masa lalu saat tawa dan canda kita hanya berakhir dalam angin dan deburan debu. dan setiap kata-kata hanya kisaran pemandangan mimpi untuk ditutup dan ...
*Indonesia di Ujung Jari Saat kupanggil kembali pesan-pesan silam yang mengisi dua dekadeku, nampak sebidang panjang tembok berdiri terpaku … melukiskan dunia yang kulihat sebagai negeriku, … tempat menumpahkan ...
Sekar Mayang, Ari Zakaria, Afandi Sido … aku seperti hendak menganyam air danau, atau mungkin menggarami lautan, semuanya percuma saja karena kau tetap diam… … ucapkanlah, walaupun hanya satu kata, walaupun ...
Tepian Sungai Thames, 28 September. Aku memandangi House of Parliament ini penuh bayang-bayang yang menggubah mimpiku menjadi mirip kenyataan. Di mana aku menggandeng tanganmu menaiki tangga-tangga ...
Lama jumlah provinsi urung bertambah. Peduli luas tanah, orang berpunya disembah. Menggiring rezeki dari Negeri Jiran dan Paman Sam, berujung miskin di halaman rumah. Terkadang begitulah kami sebagai ...
Warta Hanya berdiri, berjingkrak, lalu tertawa. Memandikan tubuh dengan cahaya matahari merona. Bolak-balik, menyisir warta. Lalu tersenyum, terkekeh, dan sebagian kecewa. Pagi yang tak seperti kemarin, tetap di Kompasiana. *** Kipas Angin Berputar, ...
Gadis menyeka rambutnya, peluh membutir-butir di keningnya. Matanya menyipit sebelah… sebelah lagi menyorot ke satu arah. menembus lubang kunci. Dua lingkaran yang menyatu, satu besar dan satu kecil. Gadis terus ...
Aku bisa melihatmu membuang muka. Aku bisa merasakanmu merubah sangka. Tapi saat aku berubah, hanya kau orang pertama yang menyaksikanku. Aku tidak ingin berubah lalu tergelincir tanpa ada ...
Sini coba kulihat wajahmu. Hmmm…. Aku tak akan menuliskan kata-kata untuk senyumanmu itu. Kata-kata terlalu sedikit untuk merangkai keindahannya. Ada ketersembunyian hikmah dalam ucap bibirmu. Menyusur setiap sisi ...