Fandy Sido
www.kompasiana.com/afsee

TERVERIFIKASI

masih amatir, bercita-cita jadi pionir. | Sebagian fiksi dan opini ada di www.bukufandy.com.
Kompasianer sejak:
7 June 2010
Tulisan : 76 artikel
Komentar : 5862 tanggapan
twitter icon Twitter Kirim Pesan
facebook icon Facebook Jadi Teman
Google+ Laporkan
Rubrikasi
Arsip Tulisan s
Terbaru

Prosa

Cinta Sebulat Donat

*** Tengah hari, istirahat siang. “Silakan…,” dengan suara lembut dan senyum ringan, Ardi menarik kursi untuk Dea. “Terima kasih, tumben.” Meja kecil, plastik, datar berbentuk kotak. Dua kaleng soda, dan ...

FIKSI | 30 September 2011 01:31

96   33   dibaca 1 inspiratif

Prosa

Surat Tak Terkirim (20)

(SEBELUMNYA….) Suasana perumahan itu tidak terlalu ramai. Malam ini aktivitas warganya lebih banyak berdiam di rumah bergaya minimalis yang berjejer sejak dari tepian aspal jalan utama ...

FIKSI | 17 September 2011 19:30

155   14   dibaca Nihil

Prosa

Seribu Alasan untuk Hidup

Selalu ada alasan untuk tetap hidup. Mengingkari kehidupan berarti menjemput kematian diri sendiri. Menyelami apa yang hidup dan apa yang ada di dalamnya, sepenuhnya berupa ...

FIKSI | 16 September 2011 22:08

164   52   dibaca 1 menarik

Prosa

Surat Tak Terkirim (19)

(SEBELUMNYA….) Menteri itu mendekatkan mulutnya ke dadanya, berusaha mengangkat tangannya agar ikatan itu bisa dilepasnya. Kakinya diangkat beberapa kali tapi tenaganya banyak terkuras akibat pergolakan kemarin. ...

FIKSI | 16 September 2011 18:59

115   20   dibaca 2 inspiratif

Prosa

Surat Tak Terkirim (18)

(SEBELUMNYA….) Satria terus berlari. Kakinya diangkat dan ia melompati beberapa kotak kardus yang tergeletak begitu saja di dekat genangan air. Beberapa ekor ayam kampung berlarian menyambut ...

FIKSI | 15 September 2011 22:17

115   17   dibaca 1 menarik

Prosa

Surat Tak Terkirim (17)

(SEBELUMNYA….) Mobil BMW itu melaju lambat di Jalan Ngurah Rai, mengikuti arus lalu lintas yang merayap perlahan menjelang persimpangan lampu merah itu. Satria kembali mengutak-atik laptopnya saat ...

FIKSI | 14 September 2011 20:02

137   11   dibaca Nihil

Prosa

Surat Tak Terkirim (16)

(SEBELUMNYA….) Suara letusan terdengar. “Woi…! Apa itu?” Matius geram lalu dengan cepat keluar dari ruangan itu, berlari melintasi lapangan berumput menuju pos jaga. “Ada apa? Siapa yang menembak?” Ketiga penjaga ...

FIKSI | 13 September 2011 19:40

118   26   dibaca Nihil

Prosa

Surat Tak Terkirim (15)

(SEBELUMNYA…) Suara sirene polisi itu membangunkan Satria. Kepalanya terhentak dan kakinya tegang seketika. Ia bangun dan menyadari hari sudah terang. Suara sirene itu menjauh, semakin samar ...

FIKSI | 12 September 2011 21:08

125   18   dibaca 2 inspiratif

Prosa

Surat Tak Terkirim (14)

(SEBELUMNYA….) Suara kunci terputar dan menjalankan mekanisme buka pintu itu terdengar menggema seluruh ruangan. Lampu dinyalakan saat tuan rumah memasuki ruangan itu. “Semoga kalian tidak asing dengan ...

FIKSI | 11 September 2011 19:20

141   14   dibaca Nihil

Prosa

Ground Zero

Sebuah kompleks dengan kode pos 10048, New York. James Murray menundukkan badan, menyeka air matanya yang sesekali menyelip keluar dari kelopak yang telah keriput. Tangannya tertahan ...

FIKSI | 11 September 2011 14:30

108   26   dibaca 3 aktual
1 2 3 ... 8 Next »

Subscribe and Follow Kompasiana: